Perayaan Natal di Gereja Bethany Nginden: Doa untuk Korban Bencana dan Kekuatan Iman
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 26 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Gereja Bethany Nginden Surabaya menjadi pusat perhatian pada malam Natal 2025. Ribuan jemaat dari berbagai latar belakang hadir dalam ibadah yang penuh makna. Acara ini tidak hanya menjadi momen kebersamaan, tetapi juga menjadi wadah untuk menyampaikan doa bagi korban bencana alam yang melanda beberapa provinsi di Sumatera.
Kehadiran Jemaat yang Luar Biasa
Acara ibadah Natal digelar dalam satu sesi pada pukul 18.30 WIB. Sejak sore hari, jalanan sekitar gereja sudah dipenuhi oleh mobil dan motor para jemaat. Mereka tampil anggun dengan pakaian khusus seperti gaun, kemeja merah, hijau, putih, serta jas hitam yang membuat suasana semakin istimewa. Setiap jemaat membawa lilin sebagai simbol cahaya iman dan harapan.
Pendeta Gereja Bethany Nginden, Edwin Montolalu, mengungkapkan bahwa jumlah jemaat mencapai sekitar 30.000 orang. Ini menunjukkan betapa besar pengaruh gereja ini dalam komunitas lokal maupun nasional. Meskipun kapasitas gereja mampu menampung hingga 35.000 jemaat, jumlah peserta kali ini terbilang sangat tinggi.
Doa untuk Korban Bencana
Dalam sambutannya, Edwin Montolalu menyoroti pentingnya doa bersama untuk korban bencana alam yang melanda tiga provinsi di Sumatera. Banjir bandang dan longsor telah menimbulkan kerugian besar, baik secara jiwa maupun materi. Jemaat diundang untuk bersatu dalam doa dan memberikan dukungan moral kepada masyarakat yang sedang berjuang.
“Kami ingin mengajak masyarakat Indonesia terus bersatu dalam keadaan seperti ini. Ayo kita sepakat sama-sama doa mendoakan pemimpin bangsa dan rakyat ini supaya ada keadilan sosial, kemakmuran dan sejahtera bisa tercapai,” ujarnya.
Edwin juga menyebutkan bahwa Sinode Bethany telah melakukan aksi nyata untuk membantu warga terdampak bencana pada 15-16 Desember 2025. Dukungan ini mencakup berbagai bentuk bantuan, termasuk logistik dan layanan kesehatan.
Kekuatan Iman dan Harapan
Tema Natal tahun ini mengangkat isu iman, pengharapan, dan kasih. Edwin Montolalu memandang Natal sebagai momen untuk mengingatkan jemaat bahwa Tuhan datang ke dunia untuk menjadi terang. Ia berharap jemaat tidak takut menghadapi tantangan hidup, karena setiap perjalanan pasti memiliki maknanya.
“Kami ingin mengingatkan jemaat bahwa kedatangan Tuhan ke dunia untuk menjadi terang sehingga kita anak-anak Tuhan harus tetap terang, tidak takut menjalani hidup ke depan,” tambahnya.
Momen Kebersamaan dan Kepedulian Sosial
Selain doa untuk korban bencana, acara ini juga menjadi momen kebersamaan antar tokoh lintas agama. Berbagai kalangan hadir untuk merayakan Natal bersama, menunjukkan harmoni dan persatuan dalam masyarakat yang beragam.
Edwin Montolalu menekankan bahwa dalam situasi sulit, semua pihak harus saling membantu tanpa memandang ras, suku, atau agama. Ia menyerukan agar masyarakat Indonesia tetap solid dan saling mendukung dalam menghadapi berbagai tantangan.
Perayaan Natal di Gereja Bethany Nginden Surabaya tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga menjadi ajang untuk menyuarakan kepedulian sosial. Dengan doa dan tindakan nyata, jemaat dan gereja berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi bencana dan kesulitan yang dialami masyarakat. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar