Menepi Sejenak Wisata Mangrove Wonorejo, Oase Hijau di Tengah Hiruk Pikuk Surabaya di Akhir Tahun 2025
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 18 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wisata Mangrove Wonorejo Surabaya
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah padatnya aktivitas Kota Surabaya, terdapat satu ruang yang menawarkan ketenangan, kesegaran, sekaligus kesadaran ekologis. Wisata Mangrove Wonorejo, yang terletak di kawasan Surabaya Timur, menjadi bukti bahwa kota besar masih bisa berdamai dengan alam.
Begitu memasuki kawasan wisata ini, pengunjung langsung disambut jalur boardwalk kayu yang membentang di tengah rimbunnya hutan mangrove. Langkah demi langkah membawa pengunjung menjauh dari kebisingan kota, digantikan suara angin, burung, dan gemerisik daun mangrove yang menenangkan.
“Tempat ini memang kami rancang bukan hanya untuk rekreasi, tetapi juga edukasi dan pelestarian,” ujar salah satu pengelola Wisata Mangrove Wonorejo.
“Setiap pengunjung yang datang diharapkan pulang dengan pengalaman menyenangkan sekaligus pemahaman tentang pentingnya mangrove bagi lingkungan pesisir.”
Wisata Mangrove Wonorejo Hijau yang Sarat Edukasi
Mangrove Wonorejo bukan sekadar tempat berjalan santai. Di kawasan ini, pengunjung dapat mengenal berbagai jenis tanaman mangrove, lengkap dengan papan informasi yang menjelaskan fungsi ekologisnya—mulai dari menahan abrasi, menjadi habitat biota pesisir, hingga menyerap karbon.
Kawasan ini kerap menjadi tujuan kunjungan pelajar, mahasiswa, hingga komunitas lingkungan. Program penanaman mangrove dan wisata edukasi rutin digelar, menjadikan Mangrove Wonorejo sebagai laboratorium alam terbuka di jantung kota.
“Anak-anak jadi bisa belajar langsung, tidak hanya dari buku. Mereka melihat sendiri bagaimana mangrove tumbuh dan mengapa harus dijaga,” tambah pengelola tersebut.
Surga Kecil bagi Pecinta Alam dan Fotografi
Selain nilai edukasi, Mangrove Wonorejo juga memanjakan mata. Burung-burung pantai kerap terlihat bertengger di dahan, sementara kepiting kecil dan biota lumpur muncul di sela akar mangrove. Bagi pengunjung yang gemar fotografi, setiap sudut kawasan ini menyimpan keindahan alami yang autentik.
“Rasanya seperti bukan di Surabaya. Tenang, hijau, dan adem,” kata Rina, salah satu pengunjung asal Surabaya Selatan.
“Saya ke sini buat refreshing, tapi pulangnya justru jadi lebih sadar pentingnya jaga lingkungan.”
Menjelang sore, cahaya matahari yang menembus celah pepohonan menciptakan suasana hangat dan dramatis. Tak sedikit pengunjung memanfaatkan momen ini untuk berfoto atau sekadar duduk menikmati senja dari gazebo-gazebo yang tersedia.
Wisata yang Mengajak, Bukan Merusak
Berbeda dengan wisata massal yang kerap mengorbankan alam, Mangrove Wonorejo mengusung konsep eco-tourism—wisata yang mengajak pengunjung menikmati alam tanpa merusaknya. Pengunjung diimbau menjaga kebersihan, tidak merusak tanaman, serta menghormati ekosistem yang ada.
“Kami ingin wisata ini tumbuh beriringan dengan kesadaran lingkungan. Datang berwisata boleh, tapi alam harus tetap lestari,” tegas pengelola.
Dengan konsep tersebut, setiap kunjungan ke Mangrove Wonorejo sejatinya adalah kontribusi kecil dalam menjaga pesisir Surabaya agar tetap hidup dan berfungsi bagi generasi mendatang.
Saatnya Berwisata Sambil Menjaga Alam
Bagi warga Surabaya maupun wisatawan dari luar kota yang mencari destinasi ramah keluarga, edukatif, dan menenangkan, Wisata Mangrove Wonorejo adalah pilihan tepat. Tak hanya menyegarkan pikiran, tempat ini juga mengajak setiap pengunjung menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan.
Datanglah bukan hanya sebagai wisatawan, tetapi sebagai sahabat alam. Nikmati hijaunya mangrove, hirup udara segar pesisir, dan pulanglah dengan kesadaran bahwa alam kota ini layak dijaga bersama.
Mangrove Wonorejo menunggu langkahmu—untuk berwisata, belajar, dan peduli. (*)

>
>
>
