Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SERBA-SERBI » Fanny Ghassani Terbayang Kematian Saat Diperlakukan Seperti Jenazah di Film Riba

Fanny Ghassani Terbayang Kematian Saat Diperlakukan Seperti Jenazah di Film Riba

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
  • comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah adegan dalam sebuah film dapat berdampak secara psikologis dan mental terhadap aktor yang memerankannya. Oleh karena itu, setelah selesai memainkan satu peran dalam film, biasanya para aktor membutuhkan waktu jeda untuk kembali ke kehidupan nyata dengan melepaskan karakter yang mereka mainkan selama proses pengambilan gambar.

Hal tersebut juga dirasakan oleh artis Fanny Ghassani ketika memainkan peran sebagai Rohmah, istri dari Sugi yang diperankan Ibrahim Risyad dalam film Riba.

Di film yang akan tayang di bioskop mulai 4 Desember 2025, Fanny Ghassani mengakui beberapa adegan yang ia mainkan cukup berat tetapi memukau. Termasuk adegan ketika ia diperlakukan seperti mayat atau seseorang yang telah meninggal.

Saat mengalami kematian, itu merupakan perjalanan bagi saya. Ketika kita masih manusia biasa, kita bebas bergerak dan melakukan apa saja. Namun ketika dibungkus kain kafan, rasanya benar-benar tidak berdaya. Itu adalah pengalaman akting yang penuh dengan emosi bagi saya,” ujar Fanny Ghassani di kawasan Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia langsung mengingat kematian ketika diperlakukan seperti mayat. Tangan dan kakinya diikat, tubuhnya juga diikat, bahkan lubang hidungnya ditutup dengan kapas.

Fanny Ghassani awalnya mengira adegan semacam itu akan terasa biasa. Namun setelah mengalaminya sendiri, ia langsung membayangkan tentang kematian dan kehidupan berikutnya setelah kematian.

“Saya sangat takut karena langsung membayangkan kematian. Kita semua pasti akan mati dan mungkin tidak siap ketika waktunya tiba. Rasanya sangat berat perasaannya saat itu,” kata Fanny Ghassani.

Di sisi lain, Titin Suryani selaku produser film Riba mengungkapkan kegembiraannya melihat respons penonton dalam acara pemutaran perdana sebelum rilis di bioskop.

“Respon penonton ternyata sesuai dengan yang kami harapkan. Saya sangat berterima kasih melihat para penonton mampu merasakan apa yang ingin kami sampaikan melalui film Riba ini,” ujar Titin Suryani.

Menurutnya, film Riba bukan hanya sekadar film yang bertujuan untuk menakuti penonton. Namun, terdapat pesan kuat yang mengajak untuk menjauhi praktik riba, yang dapat berdampak buruk pada kehidupan dan mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. ***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelorakan Swasembada Pangan, Polisi di Sidoarjo Ajak Warga Kembangkan Tanaman Hidroponik

    Gelorakan Swasembada Pangan, Polisi di Sidoarjo Ajak Warga Kembangkan Tanaman Hidroponik

    • calendar_month Sab, 31 Mei 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 137
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polresta Sidoarjo Polda Jatim terus menggelorakan Swasembada pangan demi mewujudkan ketahanan pangan di Jawa Timur. Salah satu program ketahanan pangan Polresta Sidoarjo Polda Jatim adalah dengan mengajak warga mengembangkan tanaman hidroponik. Seperti halnya warga yang ada di Desa Pertapanmaduretno Kecamatan Taman,Sidoarjo yang telah menanam sayuran secara Hidroponik. Untuk pengembangan tanaman ini Bhabinkamtibmas Desa […]

  • SK Digital Belum Terbit, Acara PPPK Sidoarjo Tuai Kecaman

    SK Digital Belum Terbit, Acara PPPK Sidoarjo Tuai Kecaman

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 66
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Agenda yang digelar Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk ribuan PPPK Paruh Waktu menuai kritik keras. Acara yang diperkenalkan sebagai penyerahan SK digital itu ternyata belum disertai dokumen pengangkatan resmi, sementara proses persetujuan teknis (pertek) dari BKN masih berjalan. Kekecewaan muncul dari sejumlah tenaga PPPK Paruh Waktu. Mereka menilai kegiatan tersebut menimbulkan kesan seolah-olah SK […]

  • Sejumlah warga korban lumpur lapindo

    19 Tahun Tragedi Lumpur Lapindo: Warga Tabur Bunga dan Kirim Doa di Atas Luka yang Belum Kering

    • calendar_month Kam, 29 Mei 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 260
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Genap 19 tahun telah berlalu sejak semburan lumpur panas pertama kali muncul dari perut bumi di Desa Renokenongo, Porong, Sidoarjo. Tanggal 29 Mei 2006 menjadi awal dari bencana ekologis terbesar di Indonesia yang meluluhlantakkan puluhan desa, industri, dan mimpi ribuan jiwa. Namun luka itu belum benar-benar sembuh. Sejumlah Warga korban lumpur berkumpul di […]

  • Menguasai Strategi Pajak untuk Pengacara dan Konsultan: AHBI dan Perjakin Siap Membekali

    Menguasai Strategi Pajak untuk Pengacara dan Konsultan: AHBI dan Perjakin Siap Membekali

    • calendar_month Ming, 26 Jan 2025
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 197
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sebagai seorang pengacara atau konsultan, pemahaman mendalam tentang aspek perpajakan adalah kunci untuk memberikan layanan terbaik kepada klien. Keahlian dalam strategi perpajakan memungkinkan Anda untuk fokus pada praktik hukum atau konsultan tanpa terbebani oleh masalah pajak yang rumit. Menyadari kebutuhan ini, Akademi Hukum dan Bisnis Indonesia (AHBI) DPW Jawa Timur & Bali, berkolaborasi […]

  • Wisma Karanggayam,Sepak Bola Surabaya, Wali Kota Eri ,Bonek ,Persebaya

    Wisma Karanggayam Jadi Pusat Kebanggaan Sepak Bola Surabaya, Wali Kota Eri Libatkan Bonek dan Persebaya

    • calendar_month 11 jam yang lalu
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 12
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Wisma Karanggayam, yang dulu sempat dianggap sebagai tempat yang terabaikan, kini menjadi pusat perhatian dalam upaya pemerintah kota Surabaya untuk mengembangkan sepak bola lokal. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa kawasan ini akan diubah menjadi ikon sepak bola yang tak terpisahkan dari klub Persebaya dan suporter setia mereka, Bonek. Pengembangan Wisma Karanggayam tidak […]

  • Perry Bamonte, gitaris dan keyboardist The Cure, tutup usia di umur 65 tahun

    Perry Bamonte, gitaris dan keyboardist The Cure, tutup usia di umur 65 tahun

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 51
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Perry Bamonte, gitaris dan keyboardist band legendaris asal Inggris The Cure, meninggal dunia pada usia 65 tahun. Kabar duka tersebut disampaikan melalui situs resmi The Cure pada Kamis (26/12). Dalam pernyataannya, The Cure menyebut Bamonte sebagai sahabat sekaligus rekan band yang memiliki peran penting dalam perjalanan musik mereka. Perry meninggal dunia setelah mengalami […]

expand_less