Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SERBA-SERBI » 7 Adegan MCU yang Tidak Disukai Penggemar karena Berbeda dari Komik

7 Adegan MCU yang Tidak Disukai Penggemar karena Berbeda dari Komik

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Marvel Cinematic Universe (MCU) berhasil membawa dunia Marvel ke dalam bagian yang signifikan dari budaya pop modern. Namun, versi adaptasi ini tentu saja tidak selalu sempurna. MCU sering kali mengambil kebebasan kreatif yang berbeda jauh dari versi komiknya dan beberapa di antaranya benar-benar tidak disukai oleh penggemar.

Mulai dari perubahan karakter, penyederhanaan alur cerita besar, hingga perbedaan desain dan kepribadian tokohnya, ada banyak momen di mana MCU dinilai gagal meniru kehebatan komik aslinya. Lebih parahnya lagi, sebagian perubahan ini bahkan memengaruhi cerita di semesta komik utama Marvel, Earth-616. Kalau kamu penasaran, berikut ini beberapa adegan MCU yang dibenci fans karena berbeda dari komik. Kecewa berat!

1. Kisah cinta Bruce dan Natasha yang gak pernah ada dalam komik

Salah satu keputusan paling aneh dari fase awal MCU adalah menjadikan Bruce Banner dan Natasha Romanoff sebagai pasangan. Hubungan mereka digambarkan cukup intens, bahkan disebut bahwa hanya Black Widow yang bisa menenangkan Hulk. Namun, kisah cinta ini berakhir tanpa arah di Avengers: Age of Ultron (2015) dan dianggap tidak perlu oleh banyak fans.

Padahal, di komik hubungan itu tidak pernah ada. Natasha justru pernah terlibat dengan Bucky Barnes, sedangkan Bruce memiliki kisah cinta ikonik dengan Betty Ross. Chemistry antara Natasha dan Bruce di film juga terasa dipaksakan, sehingga banyak penggemar lebih memilih untuk melupakannya sepenuhnya.

2. Captain America: Civil War yang terlalu “kecil”

AA1KumwT

Cerita Captain America: Civil War (2016) di komik merupakan salah satu peristiwa paling besar dan berpengaruh di dunia Marvel. Konflik ini melibatkan ratusan pahlawan, dampaknya luas, dan menimbulkan perpecahan besar antara dua kubu. Namun, versi filmnya terasa jauh lebih sederhana.

Dalam Captain America: Civil War (2016), hanya sekitar selusin pahlawan yang terlibat dalam konflik. Fokus film pun lebih kepada konflik pribadi antara Tony Stark dan Steve Rogers soal Bucky, bukan tentang isu besar kebebasan versus kontrol pemerintah seperti di komik. Banyak fans menilai MCU terlalu cepat mengadaptasi cerita sebesar ini tanpa pondasi yang cukup kuat.

3. Mantis yang dibuat dari pejuang kosmik jadi karakter naif

AA1NNICk

Trilogi Guardians of the Galaxy sukses besar dan memperkenalkan banyak karakter baru, tapi tidak semuanya setia pada versi komik. Salah satu yang paling berubah adalah Mantis. Dalam film, Mantis digambarkan sebagai gadis polos dan manis yang kadang kikuk, lebih sebagai pelengkap humor dibanding karakter penting.

Padahal, di komik Mantis adalah sosok kuat dan kompleks. Ia manusia mutan yang dilatih oleh bangsa Kree, disebut sebagai Celestial Madonna, dan punya peran penting dalam takdir alam semesta. Ia bahkan mampu memisahkan dirinya menjadi beberapa versi untuk berevolusi secara spiritual. Sayangnya, versi filmnya terlalu disederhanakan dan kehilangan kedalaman tersebut.

4. Alasan Thanos terlalu dimanusiakan

AA1JJiGt

Marvel Studios sering dikritik karena cenderung membuat para villain-nya terasa kurang kuat. Thanos pun tak luput dari masalah ini. Di MCU, ia diceritakan mengumpulkan Batu Keabadian untuk memusnahkan separuh populasi alam semesta demi menciptakan keseimbangan dan mengatasi krisis sumber daya.

Dalam komik, motivasi Thanos jauh lebih sederhana sekaligus egois, yaitu hanya ingin menarik perhatian Lady Death, sosok yang ia cintai. Tak ada niat mulia di baliknya, hanya obsesi terhadap cinta yang tak terbalas. Justru inilah yang membuat Thanos versi komik terasa lebih kejam dan kompleks dibandingkan versi film yang mencoba membuatnya tampak seperti penyelamat.

5. Thor yang kehilangan wibawa aslinya

AA1Npz7X

Thor mengalami hal serupa. Setelah Taika Waititi mengambil alih waralaba ini, sang Dewa Petir berubah menjadi sosok yang lebih komedik. Awalnya menyegarkan, tapi lama-lama Thor kehilangan sisi heroik dan wibawanya.

Chris Hemsworth memang punya bakat komedi alami, tapi dalam komik, Thor dikenal sebagai sosok serius dan terhormat. Ia bisa bercanda, tapi tetap berwibawa sebagai prajurit Asgard. Versi film perlahan menghapus sisi itu, menjadikannya lebih mirip badut daripada dewa. Sejak saat itu, citranya sebagai pahlawan megah tak pernah kembali.

6. Asal-usul Ms. Marvel diubah total

AA1KFAvz

Serial Ms. Marvel (2022) membuat kejutan besar dengan mengungkap bahwa Kamala Khan versi MCU adalah seorang mutan dan bukan Inhuman seperti di komik. Padahal, kekuatan Kamala di versi asli berasal dari gen Inhuman yang terpicu oleh Terrigen Mist, dan hal ini menjadi bagian penting dari perjalanan karakternya.

Perubahan besar ini dianggap merusak akar ceritanya. Elemen “Inhuman” bukan sekadar label, melainkan cerminan cara Kamala menemukan jati diri dan menghadapi diskriminasi. Dengan menjadikannya mutan, Marvel memang membuka jalan untuk X-Men, tapi sekaligus menghapus fondasi yang membuat kisah Ms. Marvel begitu istimewa di komik.

7. Spider-Man yang terlalu bergantung pada Iron Man

AA1KHO5p

Spider-Man versi Tom Holland memang disukai banyak orang, tapi banyak penggemar komik merasa karakter ini kehilangan kemandiriannya. Dalam komik, Peter Parker adalah pahlawan yang berdiri di atas kakinya sendiri. Ia menciptakan kostum, senjata, dan menanggung beban hidupnya tanpa bantuan siapa pun.

Namun dalam MCU, Tony Stark menjadi pembimbing sekaligus pendukung utama Peter. Mulai dari kostum canggih hingga bimbingan moral, hampir seluruh aspek kehidupannya terpengaruh oleh Iron Man. Hubungan mereka memang hangat dan penuh emosi, tetapi juga membuat Spider-Man terasa seperti “Iron Man Muda”. Baru diSpider-Man: No Way Home (2021) Peter benar-benar kembali ke jati dirinya sebagai pahlawan yang mandiri dan sederhana seperti di komik.

Banyak adegan di MCU yang diubah dari versi komiknya, dan meskipun beberapa berhasil memperkaya cerita, tidak sedikit yang justru membuat penggemar kecewa. Perubahan ini sering kali dilakukan demi menyesuaikan tone film, mempercepat alur cerita, atau menggabungkan berbagai tokoh dalam satu dunia yang luas.

Namun, bagi pembaca setia komik, setiap perubahan terasa seperti kehilangan bagian penting dari identitas aslinya. Pada akhirnya, adaptasi MCU tetap menarik, tapi tak bisa sepenuhnya menggantikan pesona dan kedalaman kisah versi komiknya. ***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir Terima Lencana Kehormatan “Jer Basuki Mawa Beya” dari Gubernur Jatim

    Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir Terima Lencana Kehormatan “Jer Basuki Mawa Beya” dari Gubernur Jatim

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 85
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menerima Lencana Kehormatan Provinsi Jawa Timur “Jer Basuki Mawa Beya” dari Gubernur Jawa Timur, pada puncak peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (12/10/2025). Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur, sebagai bentuk apresiasi […]

  • Ketut Sumedana Tantang Publik, Ungkap Dua Kasus Korupsi, Naik Jabatan ke Kejati Tipe A

    Ketut Sumedana Tantang Publik, Ungkap Dua Kasus Korupsi, Naik Jabatan ke Kejati Tipe A

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Penanganan Kasus Korupsi di Bali oleh Kajati Bali yang Akan Pindah ke Sumsel DIAGRAMKOTA.COM – I Ketut Sumedana, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali, akan segera meninggalkan jabatannya untuk menduduki posisi baru sebagai Kajati Sumatra Selatan (Sumsel) yang masuk tipe A. Sebelum berpindah, ia memberikan “kado spesial” dalam penanganan kasus korupsi di Pulau Bali dengan menaikkan status […]

  • Eri Cahyadi Pemerintah Kota Surabay

    Pemerintah Kota Surabaya Lakukan Audit Struktur Bangunan Pondok Pesantren

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 81
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya memastikan keamanan dan kenyamanan para santri di seluruh pondok pesantren (ponpes) yang ada di wilayah tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah audit struktur bangunan yang dilakukan bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Tujuan Utama: Menjaga Keselamatan Santri Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkapkan bahwa audit ini bertujuan untuk […]

  • Pj. Gubernur Jatim Resmikan Destinasi Glamping di Tumpak Selo, Lumajang

    Pj. Gubernur Jatim Resmikan Destinasi Glamping di Tumpak Selo, Lumajang

    • calendar_month Jum, 19 Jul 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 114
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, meresmikan destinasi wisata baru berupa Glamour Camping (Glamping) di Zona KIP, Desa Wisata Tumpak Selo, Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, pada Rabu (17/7/2024). Acara peresmian ini ditandai dengan pemecahan kendi dan pelepasan merpati. Acara ini juga dihadiri oleh Pj. Bupati Lumajang Indah Wahyuni, Kepala Dinas […]

  • Wamen PU: Kolam Retensi Porong Akan Diperbesar, Antisipasi Banjir Kembali

    Wamen PU: Kolam Retensi Porong Akan Diperbesar, Antisipasi Banjir Kembali

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Untuk mengantisipasi genangan banjir di kawasan Jalan Raya Porong, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Wamen PUPR) Diana Kusumastuti meninjau Embung Ketapang di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jumat (27/6). Ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan meningkatkan kapasitas tampung kolam retensi dan embung di wilayah tersebut. “Rencananya kapasitas kolam retensi dan embung di sekitar […]

  • Jelang Hari Bhayangkara, Polda Jatim Lakukan Penyegaran Pejabat Utama dan Kapolres

    Jelang Hari Bhayangkara, Polda Jatim Lakukan Penyegaran Pejabat Utama dan Kapolres

    • calendar_month Jum, 28 Jun 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 173
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke–78 yang jatuh pada 1 Juli 2024, sejumlah pejabat utama dan Kapolres di jajaran Polda Jatim mengalami pergantian. Pergantian ini tertuang dalam Surat Telegram Rahasia (STR) Kapolri yang ditandatangani oleh AS SDM Polri, Irjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum, M.Si, MM pada tanggal 25 Juni 2024 di Jakarta. […]

expand_less