Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SERBA-SERBI » 7 Adegan MCU yang Tidak Disukai Penggemar karena Berbeda dari Komik

7 Adegan MCU yang Tidak Disukai Penggemar karena Berbeda dari Komik

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
  • comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Marvel Cinematic Universe (MCU) berhasil membawa dunia Marvel ke dalam bagian yang signifikan dari budaya pop modern. Namun, versi adaptasi ini tentu saja tidak selalu sempurna. MCU sering kali mengambil kebebasan kreatif yang berbeda jauh dari versi komiknya dan beberapa di antaranya benar-benar tidak disukai oleh penggemar.

Mulai dari perubahan karakter, penyederhanaan alur cerita besar, hingga perbedaan desain dan kepribadian tokohnya, ada banyak momen di mana MCU dinilai gagal meniru kehebatan komik aslinya. Lebih parahnya lagi, sebagian perubahan ini bahkan memengaruhi cerita di semesta komik utama Marvel, Earth-616. Kalau kamu penasaran, berikut ini beberapa adegan MCU yang dibenci fans karena berbeda dari komik. Kecewa berat!

1. Kisah cinta Bruce dan Natasha yang gak pernah ada dalam komik

Salah satu keputusan paling aneh dari fase awal MCU adalah menjadikan Bruce Banner dan Natasha Romanoff sebagai pasangan. Hubungan mereka digambarkan cukup intens, bahkan disebut bahwa hanya Black Widow yang bisa menenangkan Hulk. Namun, kisah cinta ini berakhir tanpa arah di Avengers: Age of Ultron (2015) dan dianggap tidak perlu oleh banyak fans.

Padahal, di komik hubungan itu tidak pernah ada. Natasha justru pernah terlibat dengan Bucky Barnes, sedangkan Bruce memiliki kisah cinta ikonik dengan Betty Ross. Chemistry antara Natasha dan Bruce di film juga terasa dipaksakan, sehingga banyak penggemar lebih memilih untuk melupakannya sepenuhnya.

2. Captain America: Civil War yang terlalu “kecil”

AA1KumwT

Cerita Captain America: Civil War (2016) di komik merupakan salah satu peristiwa paling besar dan berpengaruh di dunia Marvel. Konflik ini melibatkan ratusan pahlawan, dampaknya luas, dan menimbulkan perpecahan besar antara dua kubu. Namun, versi filmnya terasa jauh lebih sederhana.

Dalam Captain America: Civil War (2016), hanya sekitar selusin pahlawan yang terlibat dalam konflik. Fokus film pun lebih kepada konflik pribadi antara Tony Stark dan Steve Rogers soal Bucky, bukan tentang isu besar kebebasan versus kontrol pemerintah seperti di komik. Banyak fans menilai MCU terlalu cepat mengadaptasi cerita sebesar ini tanpa pondasi yang cukup kuat.

3. Mantis yang dibuat dari pejuang kosmik jadi karakter naif

AA1NNICk

Trilogi Guardians of the Galaxy sukses besar dan memperkenalkan banyak karakter baru, tapi tidak semuanya setia pada versi komik. Salah satu yang paling berubah adalah Mantis. Dalam film, Mantis digambarkan sebagai gadis polos dan manis yang kadang kikuk, lebih sebagai pelengkap humor dibanding karakter penting.

Padahal, di komik Mantis adalah sosok kuat dan kompleks. Ia manusia mutan yang dilatih oleh bangsa Kree, disebut sebagai Celestial Madonna, dan punya peran penting dalam takdir alam semesta. Ia bahkan mampu memisahkan dirinya menjadi beberapa versi untuk berevolusi secara spiritual. Sayangnya, versi filmnya terlalu disederhanakan dan kehilangan kedalaman tersebut.

4. Alasan Thanos terlalu dimanusiakan

AA1JJiGt

Marvel Studios sering dikritik karena cenderung membuat para villain-nya terasa kurang kuat. Thanos pun tak luput dari masalah ini. Di MCU, ia diceritakan mengumpulkan Batu Keabadian untuk memusnahkan separuh populasi alam semesta demi menciptakan keseimbangan dan mengatasi krisis sumber daya.

Dalam komik, motivasi Thanos jauh lebih sederhana sekaligus egois, yaitu hanya ingin menarik perhatian Lady Death, sosok yang ia cintai. Tak ada niat mulia di baliknya, hanya obsesi terhadap cinta yang tak terbalas. Justru inilah yang membuat Thanos versi komik terasa lebih kejam dan kompleks dibandingkan versi film yang mencoba membuatnya tampak seperti penyelamat.

5. Thor yang kehilangan wibawa aslinya

AA1Npz7X

Thor mengalami hal serupa. Setelah Taika Waititi mengambil alih waralaba ini, sang Dewa Petir berubah menjadi sosok yang lebih komedik. Awalnya menyegarkan, tapi lama-lama Thor kehilangan sisi heroik dan wibawanya.

Chris Hemsworth memang punya bakat komedi alami, tapi dalam komik, Thor dikenal sebagai sosok serius dan terhormat. Ia bisa bercanda, tapi tetap berwibawa sebagai prajurit Asgard. Versi film perlahan menghapus sisi itu, menjadikannya lebih mirip badut daripada dewa. Sejak saat itu, citranya sebagai pahlawan megah tak pernah kembali.

6. Asal-usul Ms. Marvel diubah total

AA1KFAvz

Serial Ms. Marvel (2022) membuat kejutan besar dengan mengungkap bahwa Kamala Khan versi MCU adalah seorang mutan dan bukan Inhuman seperti di komik. Padahal, kekuatan Kamala di versi asli berasal dari gen Inhuman yang terpicu oleh Terrigen Mist, dan hal ini menjadi bagian penting dari perjalanan karakternya.

Perubahan besar ini dianggap merusak akar ceritanya. Elemen “Inhuman” bukan sekadar label, melainkan cerminan cara Kamala menemukan jati diri dan menghadapi diskriminasi. Dengan menjadikannya mutan, Marvel memang membuka jalan untuk X-Men, tapi sekaligus menghapus fondasi yang membuat kisah Ms. Marvel begitu istimewa di komik.

7. Spider-Man yang terlalu bergantung pada Iron Man

AA1KHO5p

Spider-Man versi Tom Holland memang disukai banyak orang, tapi banyak penggemar komik merasa karakter ini kehilangan kemandiriannya. Dalam komik, Peter Parker adalah pahlawan yang berdiri di atas kakinya sendiri. Ia menciptakan kostum, senjata, dan menanggung beban hidupnya tanpa bantuan siapa pun.

Namun dalam MCU, Tony Stark menjadi pembimbing sekaligus pendukung utama Peter. Mulai dari kostum canggih hingga bimbingan moral, hampir seluruh aspek kehidupannya terpengaruh oleh Iron Man. Hubungan mereka memang hangat dan penuh emosi, tetapi juga membuat Spider-Man terasa seperti “Iron Man Muda”. Baru diSpider-Man: No Way Home (2021) Peter benar-benar kembali ke jati dirinya sebagai pahlawan yang mandiri dan sederhana seperti di komik.

Banyak adegan di MCU yang diubah dari versi komiknya, dan meskipun beberapa berhasil memperkaya cerita, tidak sedikit yang justru membuat penggemar kecewa. Perubahan ini sering kali dilakukan demi menyesuaikan tone film, mempercepat alur cerita, atau menggabungkan berbagai tokoh dalam satu dunia yang luas.

Namun, bagi pembaca setia komik, setiap perubahan terasa seperti kehilangan bagian penting dari identitas aslinya. Pada akhirnya, adaptasi MCU tetap menarik, tapi tak bisa sepenuhnya menggantikan pesona dan kedalaman kisah versi komiknya. ***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polri Raih Predikat Informatif Tertinggi Monev KIP 2025, Ketua KIP: Bukti Komitmen Transparansi

    Polri Raih Predikat Informatif Tertinggi Monev KIP 2025, Ketua KIP: Bukti Komitmen Transparansi

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 62
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam bidang keterbukaan informasi publik. Dalam Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik (Monev KIP) Tahun 2025 yang diselenggarakan Komisi Informasi Pusat RI, Polri berhasil meraih predikat Informatif dengan nilai 98,90, sekaligus menempati peringkat pertama kategori Lembaga Negara dan Lembaga Pemerintahan Non Kementerian (LNNK). Monev […]

  • Sepak Takraw Badung Jadi Juara Umum Porprov Bali 2025, Tantangan Berat Hingga Ingin Masuk Rek

    Sepak Takraw Badung Jadi Juara Umum Porprov Bali 2025, Tantangan Berat Hingga Ingin Masuk Rek

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Prestasi Gemilah Kabupaten Badung di Porprov Bali XVI 2025 DIAGRAMKOTA.COM – Kabupaten Badung kembali mencatatkan sejarah yang membanggakan dengan meraih gelar juara umum dalam ajang Porprov Bali XVI 2025. Ini merupakan kemenangan ke-10 secara beruntun bagi kontingen Badung di ajang olahraga tingkat provinsi ini. Piala Juara Umum diserahkan secara resmi kepada Bupati Badung I Wayan Adi […]

  • 5 Tanda Peringatan Eom Jong Do di Don’t Call Me Ma’am, Tanpa Atribut

    5 Tanda Peringatan Eom Jong Do di Don’t Call Me Ma’am, Tanpa Atribut

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 56
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Hubungan cinta memang sering terlihat indah di awal, namun seiring berjalannya waktu sifat seseorang mulai terlihat jelas, khususnya ketika komitmen mulai dibahas. Inilah yang terjadi pada Lee Il Ri (Jin Seo Yeon) dalam dramaDon’t Call Me Ma’am, ketika dia pernah terjebak dalam sebuah hubungantoxicdengan Eom Jong Do (Moon Yoo Kang), pria yang tampaknya peduli […]

  • Gocar Surabaya Community Rayakan 3 Tahun, Dorong Semangat Layanan Berkualitas

    Gocar Surabaya Community Rayakan 3 Tahun, Dorong Semangat Layanan Berkualitas

    • calendar_month Rab, 13 Nov 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 164
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dengan suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, Gocar Surabaya Community (GSC) merayakan tiga tahun kiprah mereka di sektor transportasi online Surabaya. Perayaan ini digelar pada Selasa, 12 November 2024, bertempat di Multifunction Mall BG Junction, menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan antar pengemudi dan menghargai dedikasi mereka selama ini. Acara dimulai pada pukul 10.00 […]

  • Wakili Indonesia, Citraland City CPI siap unjuk gigi di ajang FIABCI World 2026

    Wakili Indonesia, Citraland City CPI siap unjuk gigi di ajang FIABCI World 2026

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 51
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ciputra Group menegaskan komitmennya dalam menyediakan kawasan perkotaan modern melalui pengembangan Citraland City CPI, proyek besar yang dirancang sebagai kota mandiri dengan standar internasional. Pengembangan dilakukan berdasarkan prinsip keberlanjutan, kualitas infrastruktur, serta pembuatan lingkungan yang nyaman bagi masyarakat. CitraLand City CPI dibangun sebagai kawasan pesisir yang menjadi ikon di Makassar, yang menggabungkan tempat tinggal, […]

  • Ketua Fraksi PDIP Gelar Serap Aspirasi Bersama Komunitas Buleks 99

    Ketua Fraksi PDIP Gelar Serap Aspirasi Bersama Komunitas Buleks 99

    • calendar_month Ming, 18 Mei 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 264
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Budi Leksono, kembali menggelar reses jaring aspirasi masyarakat. Dalam masa reses tahun sidang pertama, masa persidangan ke-3 tahun anggaran 2025 ini, Budi Leksono berkesempatan menjumpai ratusan anggota Komunitas Buleks’99 di kawasan Jepara, Surabaya. Komunitas ini merupakan relawan binaan Budi Leksono yang aktif di […]

expand_less