DIAGRAMKOTA.COM — Guncangan dahsyat gempa Poso. Sebuah gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah barat daya Poso, Sulawesi Tengah, pada Senin malam, 14 Juli 2025. Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 19.52 WIB atau 20.52 WITA, berpusat di daratan pada koordinat 2,00° LS dan 120,71° BT, sekitar 67 kilometer dari pusat Kota Poso.
Gempa yang tergolong berkedalaman dangkal, yakni 10 kilometer, memicu guncangan yang dirasakan cukup kuat di berbagai daerah, terutama di kawasan yang berdekatan dengan pusat gempa.
Wilayah Terdampak dan Intensitas Guncangan
BMKG mencatat gempa ini dirasakan di sejumlah daerah dengan skala intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI) yang bervariasi. Berikut wilayah yang terdampak:
Poso: MMI III-IV (guncangan ringan hingga sedang)
Morowali Utara: MMI III-IV
Luwu Timur: MMI III-IV
Palopo: MMI III (guncangan ringan)
Luwu Utara: MMI III
Parigi: MMI II (hampir tidak terasa)
Menurut skala MMI, guncangan dengan level III-IV dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam bangunan, dan seringkali menyebabkan benda ringan bergoyang atau jendela bergetar. Sementara MMI II hanya dirasakan oleh sebagian kecil orang, umumnya di lantai atas bangunan bertingkat.
Meski gempa ini cukup terasa, hingga artikel ini diterbitkan belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa. BMKG menyebut bahwa kondisi struktur bangunan di wilayah terdampak umumnya cukup baik dan mampu meredam dampak gempa dengan magnitudo sedang.
Kawasan Aktif Secara Seismik
Wilayah Sulawesi Tengah, termasuk Poso, dikenal berada dalam jalur seismik aktif yang merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik — kawasan geologis yang menjadi pusat dari sebagian besar aktivitas gempa dan letusan gunung api di dunia.
Gempa dengan magnitudo 5,3 sendiri tergolong umum terjadi di wilayah ini. Bahkan pada hari yang sama, BMKG mencatat aktivitas seismik lain di Indonesia, seperti gempa magnitudo 6,7 di Kepulauan Tanimbar dan gempa magnitudo 6,9 di wilayah Maluku. Rentetan kejadian ini menegaskan bahwa Indonesia masih sangat rawan terhadap aktivitas tektonik.
Kedalaman gempa yang hanya 10 kilometer juga menjadi alasan mengapa guncangan terasa cukup kuat, meskipun skalanya tidak tergolong besar. Gempa dangkal memang kerap menyebabkan dampak permukaan yang lebih signifikan dibanding gempa dalam, namun kali ini tidak memicu kerusakan berarti.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami, karena pusatnya berada di daratan. Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk selalu waspada, terutama di kawasan rawan gempa.
Kesiapsiagaan, edukasi kebencanaan, dan pemantauan informasi resmi dari lembaga terpercaya menjadi kunci untuk meminimalkan risiko saat gempa terjadi.
Kesimpulan Gempa Poso
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 yang mengguncang wilayah barat daya Poso menjadi pengingat akan tingginya potensi aktivitas seismik di kawasan Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah. Meski tidak menimbulkan kerusakan serius, kejadian ini tetap menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
Untuk informasi terbaru dan akurat, masyarakat disarankan untuk memantau situs resmi BMKG atau mengikuti kanal media sosial resmi BMKG. (red)