Kebosanan Wartawan di Depan Gerbang Padepokan Garuda Yaksa Kediaman Prabowo 

DIAGRAMKOTA.COM – Acara pembekalan calon menteri di kediaman Prabowo Subianto hingga pukul 16.30 WIB belum menunjukkan tanda-tanda selesai. Namun, lebih dari 100 wartawan yang menunggu di depan gerbang Padepokan Garuda Yaksa, belum mendapatkan informasi atau berita yang ‘berdaging’.

Wartawan hanya bisa menyaksikan sejumlah mobil mewah yang dikawal polri keluar masuk lokasi pembekalan. Bahkan, jangankan turun mobil, membuka kaca jendela pun tidak.

Padahal sebagian besar wartawan itu sudah berada di depan Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor sejak subuh. Bahkan ada pula yang menginap di lokasi, kebanyakan kru TV karena harus menyiapkan mobil OB van untuk siaran langsung.

“Waduh, sudah delapan jam di sini, tapi belum dapat apa-apa. Cuma bisa nulis pantauan saja,” keluh Riski, wartawan sebuah media online.

Alhasil, banyak wartawan yang ‘mati gaya’. Bosan mengobrol dengan sesama, rasa mengantuk pun menyerang. Beberapa wartawan menggelar jas hujan sebagai alas untuk bisa berbaring di taman depan pintu gerbang.

Sebagian lagi memakai kardus bekas air mineral sebagai alas, sekedar untuk bisa memejamkan mata. Sehingga area depan Padepokan Garuda Yaksa ini jadi mirip seperti tempat piknik. Di sejumlah sudut yang rindang, pasti ada sekelompok wartawan yang berkumpul.

Beruntung, tim media Partai Gerindra menyiapkan nasi kotak dan berdus-dus air mineral. Sehingga cukup membantu wartawan yang mengalami darurat lapar, apalagi lokasi acara jauh dari pemukiman dan warung

“Semoga kelar acara ada jumpa pers lah. Jangan sampai berjam-jam disini, tapi gak dapat berita bagus,” keluh seorang wartawan TV Swasta.

Dari jadwal acara pembekalan yang beredar di wartawan, agenda terakhir berlangsung pukul 16.00. dan diperkirakan acara hari pertama selesai sebelum adzan magrib dan belum menunjukkan tanda-tanda selesai.

Kebosanan wartawan di depan gerbang Padepokan Garuda Yaksa tentu saja menunjukkan betapa pentingnya informasi bagi para jurnalis. Mereka harus menunggu dan menunggu, berharap dapat mendapatkan informasi yang ‘berdaging’ dari acara pembekalan calon menteri.

Namun, tampaknya acara ini tidak berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, sehingga para wartawan terpaksa menunggu lebih lama dari yang diharapkan. (dk/ria).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *