Pengoperasian Bus Trans Jatim di Malang Raya, Mulai Desember Pemasangan Halte
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya telah resmi beroperasi sejak hari ini, 20 November 2025. Peluncuran operasional bus dilakukan di Balai Kota Malang, namun beberapa prasarana masih dalam proses penyelesaian. Salah satu yang belum sepenuhnya siap adalah shelter atau halte bus. Menurut informasi dari Manajemen Trans Jatim dan Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, Cito Eko Yuli Saputro, pembangunan shelter akan dilakukan pada Desember mendatang.
Shelter bus yang akan dibangun memiliki bentuk portable dengan struktur sementara, sehingga mudah dipindahkan. Ukuran shelter tersebut adalah lebar 1 meter dan panjang 4 meter. Sementara itu, untuk memastikan keberadaan titik pemberhentian bus, rambu-rambu penanda lokasi pemberhentian telah dipasang secara bertahap hingga kemarin, 19 November 2025. Total ada 67 titik pemberhentian bus yang tersebar di wilayah Malang Raya.
Penyusunan Lokasi Pemberhentian Bus
Sebelum menetapkan lokasi pemberhentian bus, Dishub Provinsi Jawa Timur sempat menerima masukan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Serikat Sopir Indonesia (SSI) Kota Malang, yang mengusulkan agar rambu bus tidak dipasang di sekitar Universitas Negeri Malang (UM) Kampus 2. Alasan yang diajukan adalah karena lokasi tersebut terlalu dekat dengan Terminal Madyopuro. Namun, setelah melalui diskusi lebih lanjut, rambu bus tetap dipasang di kawasan tersebut.
Selain itu, Forum Diskusi Transportasi Malang (FDTM) juga memberikan masukan melalui surat yang dikirimkan kepada Kepala Dishub Jawa Timur tanggal 17 November 2025. FDTM menyatakan ketidaksetujuan jika rambu bus di UM Kampus 2 ditiadakan. Keberadaan rambu bus dinilai penting karena tanpa adanya pemberhentian bus, masyarakat cenderung kembali menggunakan kendaraan pribadi. Selain itu, jarak antara kampus dengan Terminal Madyopuro cukup jauh, sekitar 800 meter.
Penyebaran Titik Pemberhentian Bus
Di Kota Malang, pemberhentian bus terletak di Terminal Hamid Rusdi hingga Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Di Kabupaten Malang, ada beberapa titik pemberhentian seperti di Sengkaling, SD Mulyoagung, dan Kantor Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau. Sementara itu, di Kota Batu, salah satu titik pemberhentian berada di Kelurahan Junrejo.
Proses pemasangan rambu pemberhentian bus masih berlangsung hingga saat ini. Meski pemasangan dimulai sejak Minggu lalu (16 November), prosesnya belum sepenuhnya selesai. Dishub tetap berupaya agar seluruh rambu bisa terpasang. Setiap hari, rambu pemberhentian bus dipasang di sekitar 10 lokasi. Proses pemasangan fokus pada titik-titik dengan potensi penumpang tinggi, seperti di sekitar Malang Town Square (Matos) yang dekat dengan pusat perbelanjaan dan pendidikan.
Persiapan Operasional Bus Trans Jatim
Selain persiapan prasarana, Dishub juga memastikan kesiapan sumber daya manusia (SDM) pendukung. Salah satunya adalah sopir bus. Sopir bus Trans Jatim terdiri dari 30 orang dari paguyuban angkot dan 18 orang dari operator. Selain itu, ada rencana untuk mengizinkan bus Trans Jatim masuk ke dua destinasi wisata di Kota Malang, yaitu Eco Green Park dan Jatim Park 2. Survei dilakukan oleh pimpinan Jatim Park pada 17 November lalu, dan hasilnya menunjukkan dukungan penuh terhadap pengoperasian bus di kedua lokasi tersebut.
Tantangan dalam Pemasangan Rambu
Pemasangan rambu pemberhentian bus menghadapi tantangan akibat curah hujan. Meskipun proses pemasangan sudah dimulai sejak awal pekan, hingga kemarin, pemasangan belum sepenuhnya selesai. Namun, pihak Dishub tetap berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh rambu secepat mungkin. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar