Perkembangan Harga Sembako di Jawa Timur 8 November 2025: Cabai Terus Meningkat?
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Harga kebutuhan pokok di Provinsi Jawa Timur kembali mengalami perubahan pada hari Sabtu, 8 November 2025. Berdasarkan data yang dirilis oleh Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo), beberapa komoditas mengalami penurunan harga, sementara yang lainnya mengalami kenaikan. Pergerakan ini menjadi perhatian bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam mempersiapkan rencana belanja.
Komoditas yang Stabil atau Turun
Beras menjadi salah satu komoditas yang stabil dalam harga. Untuk beras premium, harga rata-rata mencapai Rp14.951 per kilogram. Sementara itu, beras medium mengalami sedikit kenaikan, dari Rp12.861 menjadi Rp12.910 per kilogram, naik sebesar 0,38 persen.
Gula kristal putih juga menunjukkan penurunan harga. Dari Rp16.340 per kilogram, harga turun menjadi Rp16.249, atau sekitar 0,55 persen. Minyak goreng juga mengalami kenaikan, meskipun tidak terlalu signifikan. Untuk minyak goreng curah dan kemasan sederhana, kenaikan mencapai 0,58 persen, sementara minyak goreng kemasan premium naik hingga 2,37 persen dengan harga rata-rata Rp20.605 per liter.
Telur ayam kampung juga mengalami kenaikan sebesar 1,69 persen, sementara telur ayam ras hanya naik tipis sebesar 0,13 persen, dari Rp28.114 menjadi Rp28.149 per kilogram.
Komoditas yang Mengalami Kenaikan Signifikan
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup besar adalah cabai. Semua jenis cabai mengalami kenaikan antara 1,27 hingga 4,59 persen. Cabai merah besar naik dari Rp52.435 menjadi Rp54.844 per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting dan cabai rawit merah juga mengalami kenaikan signifikan di berbagai pasar.
Pergerakan harga ini menunjukkan bahwa pasokan dan permintaan masih menjadi faktor utama dalam menentukan harga sembako. Meski ada perubahan, secara keseluruhan harga sembako di Jawa Timur masih tergolong stabil.
Upaya Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah bersama Siskaperbapo terus memantau perkembangan harga untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga daya beli masyarakat. Informasi ini juga menjadi acuan bagi konsumen maupun pelaku usaha dalam menyesuaikan rencana belanja dan distribusi.
Faktor Penyebab Perubahan Harga
Beberapa faktor yang memengaruhi perubahan harga antara lain musim tanam, cuaca, serta kondisi ekonomi makro. Di samping itu, fluktuasi harga internasional juga berdampak pada harga bahan pokok di pasar lokal.
Rekomendasi untuk Masyarakat
Masyarakat disarankan untuk memperhatikan perubahan harga setiap hari agar dapat mengatur pengeluaran secara efisien. Selain itu, pelaku usaha juga diminta untuk memperhatikan stok barang dan menyesuaikan harga sesuai kondisi pasar.
Dengan adanya informasi ini, masyarakat dapat lebih waspada dan siap menghadapi perubahan harga sembako yang terjadi di Jawa Timur.

>
>
>

Saat ini belum ada komentar