DIAGRAMKOTA.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendapatkan penghargaan dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) atas upaya memimpin percepatan penurunan prevalensi stunting di provinsi tersebut. Penghargaan ini diberikan karena keberhasilan Jatim dalam menurunkan angka stunting hingga mencapai 14,7 persen pada 2024.
Komitmen Pemprov Jatim dalam Menurunkan Stunting
Khofifah mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterima. Ia menekankan bahwa komitmen pemerintah daerah dalam menurunkan stunting terus memberikan hasil positif. “Alhamdulillah, kami bersyukur menerima penghargaan dari Persagi,” ujarnya.
Menurut data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting di Jawa Timur turun dari 17,7 persen pada 2023 menjadi 14,7 persen pada 2024. Capaian ini menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan prevalensi stunting terendah di Pulau Jawa dan terbaik kedua secara nasional setelah Bali.
Sinergi Lintas Sektor dan Inovasi Kebijakan
Penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi atas kolaborasi lintas sektor dan inovasi kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Khofifah menyebutkan bahwa keberhasilan ini tidak hanya berkat usaha pemerintah, tetapi juga kerja sama dengan berbagai instansi seperti Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan lainnya.
“Keberhasilan Jatim menurunkan angka prevalensi stunting ini dilakukan oleh banyak pihak, bersama-sama bergandengan tangan,” katanya.
Selain itu, Pemprov Jatim juga mengembangkan berbagai inovasi untuk menurunkan stunting. Beberapa di antaranya adalah konseling dari pintu ke pintu, pendampingan bagi ibu hamil dengan kekurangan energi kronis, serta program Jawa Timur Tanggap Terhadap Ibu Hamil Risiko Stunting.
Pencegahan Stunting Sejak Awal
Khofifah juga menyoroti pentingnya pencegahan stunting sejak sebelum kehamilan. Pemerintah memberikan pembekalan kepada calon pengantin sebagai langkah antisipatif agar mereka dapat menjaga kesehatan sejak awal.
“Banyak inovasi yang dilakukan untuk dapat menurunkan angka stunting, tidak hanya bagi ibu hamil tetapi juga ada inovasi yang memberikan pembekalan bagi para calon pengantin,” ujarnya.
Peran Ahli Gizi dalam Program MBG
Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Persagi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, profesi ahli gizi memiliki peran penting dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama dalam memastikan kualitas dan kandungan gizi setiap menu yang disajikan.
“Para ahli gizi menjadi ujung tombak bagaimana pemenuhan gizi di setiap menu MBG yang disajikan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berada dalam pengawasan tenaga ahli gizi yang kompeten dan telah terverifikasi. Meski tidak semua SPPG memiliki satu ahli gizi, namun satu ahli gizi bisa memberikan pengawasan untuk beberapa SPPG.
Mendorong Kolaborasi untuk Generasi Unggul
Khofifah berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam menurunkan prevalensi stunting di Jawa Timur. “Mari terus bersama-sama berupaya menurunkan angka stunting, melahirkan generasi yang unggul untuk menjemput Indonesia Emas 2045,” katanya.***






















