Didukung KONEKSI, RI-Australia Kembangkan AI untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
- account_circle Shinta ms
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Beban kerja bidan di pelosok Indonesia selama ini tidak hanya soal bertaruh nyawa menyelamatkan ibu melahirkan, tapi juga soal tumpukan dokumen manual. Kabar baiknya, era baru kesehatan digital berbasis Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) kini mulai diterapkan untuk memangkas birokrasi tersebut sekaligus menekan angka kematian ibu dan bayi.
Kolaborasi lintas negara antara Summit Institute for Development (SID) , lembaga sains Australia CSIRO, Universitas Mataram, dan BRIN tengah menguji coba teknologi mutakhir di Lombok Barat (NTB) dan Garut (Jawa Barat).
Proyek yang didukung oleh program kemitraan KONEKSI ini memanfaatkan AI untuk mengubah layanan kesehatan primer menjadi lebih responsif dan berbasis data.
Dari Tulisan Tangan Buku KIA ke Sistem Digital
Salah satu terobosan paling konkret dari riset ini adalah kemampuan AI dalam membaca data tulisan tangan. Selama ini, Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) diisi secara manual oleh bidan, yang memakan banyak waktu dan rentan terselip.
Kini, teknologi deep learning dikembangkan untuk mengubah tulisan tangan di Buku KIA tersebut langsung menjadi data digital yang terstruktur.
“Tujuan utama kami adalah memastikan data kesehatan yang selama ini tersebar dan tercatat secara manual dapat dimanfaatkan secara lebih efektif untuk mendukung pengambilan keputusan dan pemantauan kesehatan ibu secara dini,” ungkap Yuni Dwi Setiyawati, CEO SID sekaligus Ketua Proyek Penelitian.
Dengan dipangkasnya waktu untuk urusan administrasi, para bidan desa kini bisa mengalokasikan waktu dan energi mereka lebih banyak untuk fokus merawat pasien.
Hebatnya lagi, adopsi AI dalam proyek ini tidak berhenti pada digitalisasi berkas. Tim peneliti juga mengembangkan sistem cerdas yang mampu menganalisis riwayat konsultasi kesehatan warga melalui WhatsApp dan layanan call centre.
Melalui analisis ini, AI bisa:
• Memahami kebutuhan spesifik pasien secara otomatis.
• Membaca pola masyarakat dalam mencari layanan kesehatan.
• Mendeteksi risiko tinggi kehamilan sejak dini, sehingga penanganan medis bisa dilakukan jauh lebih cepat sebelum terlambat.
Saat ini, efektivitas sistem telah diuji coba menggunakan 12.000 data ibu hamil di Lombok dan Garut, serta melibatkan langsung 40 bidan di Puskesmas Narmada, Lombok Barat.
Proyek ini menjadi bukti nyata bagaimana keahlian Indonesia dalam manajemen kesehatan komunitas bersinergi apik dengan keahlian teknologi AI dari Australia.
Dalam pantauan langsung di Desa Mekarsari, Narmada, teknologi ini sudah mulai mengakar ke tingkat bawah.
Para bidan desa memperlihatkan bagaimana proses kilat digitalisasi Buku KIA, cara AI menyebarkan informasi kesehatan penting langsung ke ponsel para ibu, hingga pemanfaatan dashboard data untuk layanan konseling di Posyandu Cempaka 2.
Inovasi berbasis digital, analisis AI, dan pemantauan dasbor ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai proyek uji coba, melainkan menjadi fondasi bagi kebijakan kesehatan digital nasional yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan di masa depan. (sms)
- Penulis: Shinta ms

>
