Tiga Kartu Merah di Laga Pembuka Piala Dunia 2026: Apakah Wasit Mulai Berlaku Keras?
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Piala Dunia 2026 telah memulai perjalanan dengan kejadian yang mengejutkan. Dalam laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan, tiga kartu merah diberikan dalam satu pertandingan. Ini menjadi hal yang langka sejak Piala Dunia 2006.
Dalam keterangannya, Dale Johnson, korresponden sepak bola BBC, menjelaskan bahwa kejadian ini memicu pertanyaan apakah wasit mulai berlaku lebih keras di Piala Dunia kali ini. “Tiga kartu merah dalam satu pertandingan adalah sesuatu yang jarang terjadi,” ujarnya.
Kartu Merah Pertama: Yaya Sithole
Kartu merah pertama diberikan kepada Yaya Sithole dari Afrika Selatan setelah ia menghalangi Brian Gutierrez dari Meksiko. Situasi ini jelas melanggar aturan karena Sithole menghalangi peluang gol yang jelas. “Keputusan ini jelas dan tidak memerlukan pertimbangan lanjutan,” kata Johnson.
Kartu Merah Kedua: Themba Zwane
Kartu merah kedua diberikan kepada Themba Zwane dari Afrika Selatan. Keputusan ini dibuat melalui review VAR setelah Zwane terlibat dalam tindakan kasar terhadap Roberto Alvarado. Meskipun situasi ini tampaknya tidak jelas, keputusan untuk memberikan kartu merah disebut sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi perilaku buruk di lapangan.
Kartu Merah Ketiga: Cesar Montes
Kartu merah ketiga diberikan kepada Cesar Montes dari Meksiko setelah ia melakukan tackle kasar terhadap Khuliso Mudau. Meskipun awalnya tampak seperti kartu kuning, keputusan wasit untuk memberikan kartu merah menunjukkan bahwa situasi ini dianggap sangat serius.
Peran Pierluigi Collina
Pierluigi Collina, kepala wasit FIFA, telah memperkenalkan aturan baru yang bertujuan untuk memastikan keadilan dalam permainan. “Collina ingin para pemain tetap di lapangan kecuali mereka melakukan tindakan yang benar-benar pantas dihukum,” jelas Johnson. Aturan ini mencakup penegakan hukuman untuk tindakan seperti menghalangi peluang gol dan perilaku kasar.
Meski tiga kartu merah dalam satu pertandingan mengejutkan, Johnson menekankan bahwa keputusan-keputusan tersebut bisa saja benar. “Kita tidak boleh terburu-buru mengambil kesimpulan tentang wasit,” katanya. “Ini mungkin hanya kejadian yang langka dalam turnamen yang panjang.”***

>

Saat ini belum ada komentar