Kunjungan Pelajar Singapura Tegaskan Reputasi Terminal Teluk Lamong sebagai Smart Port Moderen
- account_circle Teguh Priyono
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kunjungan edukatif rombongan pelajar Queensway Secondary School Singapura ke PT Terminal Teluk Lamong (TTL) semakin menegaskan reputasi terminal peti kemas tersebut sebagai salah satu smart port modern di Indonesia.
Sebanyak 35 siswa beserta guru pendamping mempelajari langsung penerapan teknologi digital, sistem otomasi, dan konsep keberlanjutan yang diterapkan dalam operasional pelabuhan modern.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (3/6/2026) itu menjadi bagian dari program pembelajaran internasional yang bertujuan memperluas wawasan siswa mengenai industri maritim, logistik, dan rantai pasok global yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.
Selama kunjungan, pihak Terminal Teluk Lamong memberikan pemaparan mengenai profil perusahaan, proses bisnis terminal peti kemas, serta transformasi digital yang menjadi fondasi operasional pelabuhan.
Para siswa juga memperoleh penjelasan mengenai peran strategis pelabuhan dalam mendukung arus perdagangan nasional maupun internasional.
Sebagai terminal peti kemas semiotomatis pertama di Indonesia, Terminal Teluk Lamong mengandalkan berbagai teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas layanan.
Teknologi tersebut meliputi Automated Stacking Crane (ASC), Optical Character Recognition (OCR), serta sistem pengendalian operasional terpusat yang memungkinkan proses kerja berlangsung lebih cepat, akurat, dan aman.
Selain mengikuti sesi pemaparan, para siswa berkesempatan melihat langsung aktivitas operasional di area dermaga dan lapangan penumpukan peti kemas (container yard).
Mereka menyaksikan proses bongkar muat kapal, pengoperasian peralatan otomatis, serta integrasi teknologi digital dalam pengelolaan terminal.
Corporate Communication Manager PT Terminal Teluk Lamong, Dahlia Permatasari, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan perkembangan industri kepelabuhanan Indonesia kepada generasi muda internasional.
“Kami ingin menunjukkan bagaimana inovasi, digitalisasi, dan prinsip keberlanjutan diterapkan dalam operasional Terminal Teluk Lamong.
Melalui kunjungan ini, para siswa dapat memahami secara langsung transformasi yang sedang terjadi di sektor maritim dan logistik,” ujar Dahlia.
Menurutnya, Terminal Teluk Lamong terus mengembangkan konsep green and smart port guna menciptakan layanan yang lebih efisien sekaligus ramah lingkungan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung modernisasi sektor kepelabuhanan nasional.
Antusiasme para pelajar terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai teknologi otomasi, sistem logistik,
serta peluang pengembangan industri maritim di masa depan.
Head of Department Queensway Secondary School Singapura, Feroz Ali Bin Akbar Ali, mengapresiasi kesempatan yang diberikan Terminal Teluk Lamong kepada para siswanya.
Ia menilai pengalaman belajar langsung di lingkungan pelabuhan modern memberikan nilai tambah yang tidak dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran di kelas.
“Kunjungan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi para siswa.
Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi otomasi dan prinsip keberlanjutan diterapkan dalam operasional pelabuhan modern.
Pengalaman ini memperluas pemahaman mereka mengenai industri maritim global,” katanya.
Kunjungan dari institusi pendidikan internasional tersebut sekaligus menjadi bukti meningkatnya pengakuan terhadap Terminal Teluk Lamong sebagai pelabuhan modern yang mengedepankan inovasi,
digitalisasi, dan keberlanjutan. Reputasi itu semakin menguat seiring peran Terminal Teluk Lamong sebagai salah satu gerbang logistik penting di Indonesia yang mampu mengintegrasikan teknologi dengan kebutuhan industri maritim masa depan.(Dk/yud
- Penulis: Teguh Priyono

>
