Harga Kedelai Impor Naik, Pengrajin Tempe di Surabaya Tertekan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Perajin tahu perkecil ukuran faktor harga kedelai yang melambung (foto : Achmad Adi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kenaikan harga kedelai impor yang terjadi di Pasar Karah, Surabaya, Jawa Timur, menimbulkan tekanan berat bagi para pengrajin tempe. Harga bahan baku ini kini berkisar antara Rp13 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram, sehingga biaya produksi semakin meningkat.
Dalam keterangannya, seorang pedagang sekaligus pengrajin tempe mengungkapkan bahwa keuntungan yang diperoleh semakin menipis akibat kenaikan harga tersebut. Meski demikian, mereka tidak bisa langsung menaikkan harga jual atau memperkecil ukuran tempe karena khawatir pelanggan akan berkurang.
Pengaruh Terhadap Industri Lokal
Kenaikan harga kedelai impor tidak hanya berdampak pada biaya produksi, tetapi juga pada daya saing produk lokal. Para pengrajin tempe harus mencari solusi untuk menjaga kualitas dan harga yang kompetitif. Beberapa dari mereka bahkan mulai mencari alternatif bahan baku yang lebih murah, meskipun hal ini bisa memengaruhi rasa dan tekstur tempe.
Strategi yang Diambil
Untuk mengatasi situasi ini, banyak pengrajin tempe memilih untuk memperkuat hubungan dengan pemasok lokal. Dengan mengurangi ketergantungan pada kedelai impor, mereka berharap dapat mengurangi risiko kenaikan harga yang tidak terduga. Selain itu, beberapa pengrajin juga mulai memperluas pasar dengan memasarkan produknya ke wilayah lain.
Peran Pemerintah
Ahli ekonomi menyatakan bahwa pemerintah perlu melakukan intervensi lebih lanjut untuk membantu industri tempe. Mereka menyarankan adanya subsidi atau insentif bagi produsen lokal agar tetap bisa bersaing dengan produk impor. Selain itu, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mendukung produk dalam negeri juga menjadi faktor penting.
Tantangan dan Harapan
Meski menghadapi tantangan besar, para pengrajin tempe di Surabaya tetap optimis. Mereka percaya bahwa dengan kolaborasi dan inovasi, industri ini bisa tetap bertahan dan berkembang. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, harapan untuk melihat pertumbuhan yang lebih baik tetap ada.***

>
>

Saat ini belum ada komentar