Eri Cahyadi Berangkat Haji, Tegaskan Sistem Penanganan Keluhan Warga Harus Efisien
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, resmi berangkat ke Tanah Suci untuk menjalani ibadah haji pada hari ini, Selasa (19/5/2026). Sebelum meninggalkan kota, ia memberikan instruksi penting kepada jajarannya agar memastikan proses penanganan keluhan warga tetap berjalan efisien selama masa kepemimpinan sementara.
Dalam keterangannya, Eri menekankan bahwa semua keluhan masyarakat harus ditangani dalam waktu maksimal 1×24 jam. Ia menyatakan bahwa sistem ini menjadi salah satu indikator utama keberhasilan pemerintahan daerah. “Maka keluhan masyarakat tidak boleh lebih, tetap harus tetap, 1×24 jam,” ujarnya.
Selama masa perjalanan haji, Armuji, Wakil Wali Kota Surabaya, akan bertindak sebagai pelaksana harian (Plh) untuk memastikan sistem penanganan keluhan berjalan sesuai rencana. Eri juga menekankan bahwa pelayanan publik harus cepat dan responsif. “Surabaya bukan tergantung dari wali kotanya,” tambahnya.
Program 1 Nakes 1 RW dan 1 ASN 1 RW Harus Berjalan
Eri mengintruksikan jajaran untuk memastikan program-program lain seperti 1 Nakes 1 RW dan 1 ASN 1 RW berjalan secara efektif. Ia menegaskan bahwa setiap masalah di tingkat RW harus segera ditangani tanpa perlu melalui hotline. “Semua masalah berhenti di dalam RW. Apa maksudnya? Mereka tidak berbicara kepada saya. Semakin banyak hotline yang masuk ke saya, berarti masih sistem belum berjalan,” paparnya.
Ia menilai keberhasilan seorang kepala dinas dilihat dari kemampuan mereka mereduksi jumlah keluhan warga yang masuk ke hotline. “Maka itu teman-teman saya sampaikan kalau semakin banyak hotline yang masuk berarti semakin banyak yang tidak ditindaklanjuti maka semakin berkurang nilainya kepala dinas untuk mencapai output dan outcome sebuah pekerjaan,” tegasnya.
Sistem Terstruktur untuk Keberlanjutan Pemerintahan
Eri memastikan bahwa seluruh jajaran telah menerima pengarahan menyeluruh sebelum ia berangkat. Ia berharap bahwa sistem yang diterapkan dapat menjadi fondasi bagi pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Dengan adanya mekanisme ini, ia percaya bahwa kualitas pelayanan publik akan meningkat secara signifikan.
Konteks dan Relevansi
Inisiatif Eri Cahyadi menunjukkan komitmen kuat terhadap pemerintahan yang berbasis data dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan sistem 1×24 jam dan program 1 Nakes 1 RW, ia menunjukkan bahwa pengelolaan keluhan warga harus menjadi prioritas utama. Ini juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah.
FAQ
Apa tujuan sistem 1×24 jam untuk penanganan keluhan warga?
Tujuannya adalah memastikan bahwa semua keluhan warga ditangani secara cepat dan efisien, sehingga tidak menimbulkan ketidakpuasan atau penumpukan masalah.
Bagaimana program 1 Nakes 1 RW bekerja?
Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap RW memiliki minimal satu tenaga kesehatan (nakes) yang siap melayani kebutuhan kesehatan masyarakat di tingkat bawah.
Apa manfaat dari sistem 1 ASN 1 RW?
Sistem ini memastikan bahwa setiap RW memiliki satu pegawai negeri sipil (ASN) yang bertanggung jawab atas pelayanan dan penyelesaian masalah di wilayah tersebut.***

>
>

Saat ini belum ada komentar