Pesta Kekayaan Wastra Batik Bordir & Aksesoris Fair ke-21 Hadir di Surabaya
- account_circle Shinta ms
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Penyelenggaraan Batik Bordir Aksesoris tahun ke-21, ajang prestisius ini kembali digelar oleh PT Dayapromo Mitra Tama sebagai pusat apresiasi wastra Nusantara.
Pameran ini akan berlangsung selama lima hari, mulai 6 hingga 10 Mei 2026 bertempat di Exhibition Hall Grand City Surabaya, mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.
Acara ini dirancang sebagai titik temu kreatif bagi para perajin, desainer, pelaku UMKM, hingga pencinta mode. Di sini, kekayaan budaya Indonesia ditampilkan secara elegan dan relevan dengan tren masa kini.
Didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dekranasda, KADIN, ASPERAPI Jatim, serta disponsori oleh Bank Jatim, pameran ini menghadirkan 160 peserta dalam 135 stan.
Pengunjung dapat menemukan beragam produk unggulan, mulai dari kain tradisional berupa batik, bordir, tenun, songket, dan sulaman.
Selain itu juga berupa busana yaitu kebaya, busana muslim, dan hijab dengan desain terkini.
Juga diramaikan dengan pameran perhiasan, batu mulia, mutiara, hingga produk kosmetik.
Pilihan makanan, minuman, dan produk kesehatan wanita.
Menjadi agenda yang paling dinanti pada awal tahun 2026, pameran kali ini mengusung tema ‘Living with Wastra, Beyond Fabric”**.
Tema ini menekankan bahwa kain tradisional bukan sekadar komoditas tekstil, melainkan bagian dari identitas dan gaya hidup masyarakat modern.
Project Officer Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026, Adinda Ayu Yamani, menjelaskan bahwa pemilihan tema ini bertujuan mengajak publik melihat wastra sebagai elemen keseharian yang dinamis namun tetap berakar pada tradisi. Beliau menegaskan:
“Wastra bukan hanya tentang kain, tetapi tentang cerita, identitas, kreativitas, dan masa depan industri kreatif Indonesia. Melalui Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026, kami ingin menghadirkan ruang yang mampu menghubungkan tradisi dengan gaya hidup modern,” tuturnya.
Lebih dari sekadar pameran dagang, gelaran ini merupakan momentum strategis untuk membangkitkan sektor industri kreatif dan UMKM, khususnya di bidang fashion berbasis budaya.
Kehadiran para pelaku usaha dari berbagai wilayah diharapkan mampu memicu kolaborasi baru, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap produk lokal yang berkualitas. (sms)
- Penulis: Shinta ms

>
>
