Dinas Pendidikan Siapkan Perubahan Sistem Penerimaan Murid Baru di Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota yang dikenal sebagai pusat pendidikan dan perkembangan, kini tengah menghadapi perubahan signifikan dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB). Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya telah merancang skema baru untuk jalur prestasi akademik. Skema ini tidak hanya mengandalkan nilai rapor siswa, tetapi juga memasukkan hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebagai indikator utama.
Persentase Nilai Rapor dan TKA dalam SPMB
Menurut Kepala Dispendik Surabaya, Febrina Kusumawati, sistem baru ini merupakan arahan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam skema tersebut, 60 persen dari total poin akan berasal dari nilai rapor siswa, sementara 40 persen lainnya berasal dari hasil TKA. Sebelumnya, seluruh poin dalam jalur prestasi akademik hanya berdasarkan nilai rapor.
“Sebelumnya 100 persen nilai rapor, sekarang 60 persen rapor dan 40 persen TKA. Itu yang kita ambil sebagai persentase atau poin jalur prestasi akademik,” jelas Febrina saat dikonfirmasi.
Tujuan dan Harapan Sistem Baru
Sistem baru ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih akurat tentang mutu pendidikan di Surabaya. Selain itu, diharapkan dapat memotivasi siswa untuk semakin giat belajar. Febrina menekankan bahwa TKA akan menjadi indikator utama dalam menilai kemampuan akademik siswa.
“Harapannya TKA bisa semakin menjadi gambaran mutu pendidikan kita semuanya. TKA SD sudah selesai, masih menunggu hasilnya (keluar) pada bulan depan,” ujarnya.
Persiapan Tes Susulan
Selain itu, Dispendik Surabaya juga sedang melakukan pendataan ulang terhadap siswa yang tidak hadir saat pelaksanaan TKA. Ada sekitar 60 siswa SMP yang akan mengikuti tes susulan. Tes susulan akan dilaksanakan pada 11 hingga 19 Mei 2026 mendatang. Para siswa yang belum mengikuti tes karena alasan tertentu diimbau untuk hadir.
“Nanti suasananya sama dengan tes utama, hanya jumlah siswanya lebih sedikit. Kami ingin memastikan semua siswa tetap mempunyai kesempatan yang sama untuk mengikuti TKA ini,” tambah Febrina.
Langkah Menuju Pendidikan Berkualitas
Perubahan ini menunjukkan komitmen pemerintah kota Surabaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan menggabungkan nilai rapor dan TKA, sistem penerimaan murid baru diharapkan lebih adil dan objektif. Hal ini juga menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang kompetitif dan berkualitas.
Dengan adanya penambahan TKA sebagai indikator, siswa akan lebih termotivasi untuk belajar secara maksimal. Selain itu, pihak sekolah dan guru juga akan lebih mudah dalam menilai kemampuan siswa secara holistik.
Kesiapan dan Kepercayaan Masyarakat
Pihak Dispendik Surabaya juga berkomitmen untuk memastikan bahwa semua siswa memiliki kesempatan yang sama dalam mengikuti TKA. Dengan sistem tes yang transparan dan adil, masyarakat diharapkan dapat percaya pada proses penerimaan murid baru di Surabaya.
Febrina menegaskan bahwa tujuan utama dari perubahan ini adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memastikan bahwa siswa-siswa terbaik mendapatkan kesempatan yang layak. Dengan demikian, Surabaya akan terus berkembang sebagai kota pendidikan yang unggul dan berprestasi.***

>

Saat ini belum ada komentar