Rekor Baru Penyaluran KUR Perumahan di Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya mencatatkan rekor baru dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan. Dalam satu hari, sebanyak 245 debitur menerima total dana senilai Rp305,26 miliar. Angka ini menjadi yang terbesar dalam sejarah pelaksanaan sosialisasi program tersebut di tingkat nasional.
Capaian Signifikan dalam Satu Hari
Dalam acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Surabaya berhasil menyalurkan dana KUR perumahan dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Program ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha sektor properti. Dengan adanya KUR, para pengembang, kontraktor, toko bangunan, serta UMKM pendukung dapat memperluas aktivitas ekonomi mereka.
Peran BTN dalam Pembiayaan
Bank Tabungan Negara (BTN) berperan penting dalam proses penyaluran KUR perumahan ini. Sebagai salah satu bank himbara, BTN memberikan dukungan finansial yang signifikan untuk mendukung keberlanjutan program. Ara, sapaan akrab Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait, menyampaikan apresiasi kepada BTN atas kontribusinya dalam membantu masyarakat.
“KUR perumahan terbesar dalam satu sosialisasi di Kota Surabaya dengan jumlah lebih dari Rp300 miliar dari BTN,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa dana yang disalurkan ini tidak hanya bermanfaat bagi pengembang, tetapi juga berdampak positif pada perekonomian daerah.
Struktur Debitur dan Penggunaan Dana
Total penyaluran KUR perumahan di Surabaya terbagi menjadi beberapa kategori. Di antaranya adalah pengembang yang menerima sekitar Rp171 miliar, kontraktor dengan nilai Rp30 miliar, dan toko bangunan dengan total Rp50 miliar. Sementara itu, sebanyak 163 debitur lainnya mengajukan permohonan pembiayaan hingga mencapai Rp53,4 miliar.
Bunga yang ditawarkan untuk KUR perumahan sangat kompetitif, yaitu sekitar 0,5% per bulan atau setara 6% per tahun. Hal ini membuat program ini menjadi pilihan utama bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis mereka tanpa terbebani biaya tinggi.
Target Jangka Panjang
Ara menegaskan bahwa target penyaluran KUR perumahan di Surabaya tidak berhenti di angka Rp305 miliar. Dalam tiga bulan ke depan, pihaknya menetapkan target sebesar Rp500 miliar. Untuk mencapai target ini, pemerintah akan kembali menggelar acara serupa di Balai Kota Surabaya.
“Kita buat lagi acara di balai kota, biar semakin menyala. Mari kita buat program negara yang murah, yang cepat, yang mudah bagi rakyat supaya rakyat di Jawa Timur lepas dari jeratan rentenir,” tambahnya.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Program KUR perumahan ini tidak hanya berdampak pada sektor properti, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Dengan adanya akses pembiayaan yang lebih mudah, banyak pelaku usaha kecil dan menengah dapat berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lapangan kerja.
Selain itu, program ini juga menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman rentenir. Dengan bunga rendah dan proses yang cepat, KUR perumahan menjadi alternatif yang lebih aman dan terjangkau bagi masyarakat.
Tantangan dan Langkah Ke Depan
Meski pencapaian ini sangat menggembirakan, ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah koordinasi antara pemerintah, bank, dan pelaku usaha agar penyaluran dana bisa berjalan lancar. Selain itu, perlunya sosialisasi yang lebih masif agar lebih banyak masyarakat yang memahami dan memanfaatkan program ini.
Pemerintah juga perlu memastikan bahwa dana yang disalurkan benar-benar digunakan sesuai tujuan. Dengan pengawasan yang ketat, program KUR perumahan dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi daerah dan pemberdayaan masyarakat.***

>

Saat ini belum ada komentar