Indah Kurniawati Inisiatif Pemerintah untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Melalui Program Makan Bergizi Gratis
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 55 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah kini menjadi fokus utama dalam upaya membangun generasi Indonesia yang sehat dan berdaya saing. Salah satu tokoh yang aktif dalam menyosialisasikan program ini adalah Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurniawati. Ia menggelar kegiatan sosialisasi di Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur pada 18 Februari 2026, dengan tujuan memperkuat pemahaman masyarakat serta menjalin sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan program ini.
Peran Komisi IX dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia
Indah Kurniawati menegaskan bahwa tugasnya sebagai anggota Komisi IX DPR RI kini lebih fokus pada isu kesehatan dan ketenagakerjaan. Ia menjelaskan bahwa Komisi IX bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, serta Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (sebelumnya dikenal sebagai BKKBN). Dengan peran tersebut, ia berkomitmen untuk mengawal kebijakan yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup dan kesejahteraan kependudukan nasional.
“Di Komisi IX, kami bermitra dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, serta Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang sebelumnya dikenal sebagai BKKBN,” ujarnya.
Visi Besar MBG dalam Menyokong Indonesia Emas 2045
Program Makan Bergizi Gratis dirancang sebagai salah satu instrumen utama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul. Program ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang sehat secara fisik maupun mental. Indah menekankan bahwa pembangunan kualitas manusia tidak hanya terbatas pada aspek fisik, tetapi juga harus mencakup kematangan mental dan moral.
“Pembangunan kualitas manusia tidak hanya bertumpu pada aspek fisik, melainkan harus mencakup kematangan mental dan moral,” jelasnya.
Penjangkauan Program MBG yang Lebih Luas
Selain menargetkan anak-anak, program ini akan diperluas hingga menjangkau kelompok lansia. Implementasi teknis dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan unit dapur mandiri yang telah disiapkan oleh pemerintah. Indah menilai bahwa partisipasi aktif masyarakat, terutama ibu-ibu, sangat penting dalam memantau kualitas dan penerimaan makanan oleh anak-anak.
“Kalau anak-anak sudah besar, mereka bisa menyampaikan pendapatnya. Tetapi anak-anak kecil belum tentu bisa. Maka kita semua wajib menjadi pemerhati dan memberikan masukan agar kualitas program ini semakin baik,” tambahnya.
Sinergi Antara Pemerintah dan Masyarakat
Indah memastikan bahwa fungsi pengawasan parlemen akan berjalan secara proporsional untuk menjamin implementasi program yang tepat sasaran. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan dari tingkat daerah hingga pusat untuk bekerja sama mengawal eksekusi kebijakan gizi nasional.
“Kita perlu sinergi yang kuat antara pemerintah dan warga agar program ini dapat melahirkan generasi Indonesia yang tangguh di masa depan,” katanya.
Harapan untuk Tahun 2026
Menjelang tahun 2026, Indah berharap momentum ini menjadi titik balik penguatan komitmen seluruh pihak dalam menjalankan amanah demi kemaslahatan masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada integritas pelaksanaan tanpa adanya intervensi yang merugikan kepentingan publik.
Tanggung Jawab Bersama dalam Mewujudkan Generasi Sehat
Dalam rangkaian kegiatan sosialisasi, Indah menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam memantau kualitas program. Ia mengingatkan bahwa setiap elemen, termasuk pemerintah dan masyarakat, memiliki tanggung jawab bersama dalam mewujudkan generasi yang sehat dan tangguh.
“Harapan besar disematkan agar program ini memberikan manfaat nyata bagi warga, terlebih dalam menyambut momentum bulan suci Ramadan,” pungkasnya.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar