Kritik Pelatih Persebaya Surabaya terhadap Wasit Jepang dalam Laga Lawan Bhayangkara FC
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menyampaikan kritik tajam terhadap kinerja wasit yang memimpin pertandingan melawan Bhayangkara FC. Meski menerima kekalahan dengan legowo, ia menilai bahwa penilaian wasit tidak sepenuhnya adil, terutama dalam hal durasi injury time dan pengaturan waktu.
“Saya tidak akan mencari alasan apapun untuk kekalahan atas Bhayangkara meski kami banyak menciptakan peluang. Tetapi saya perlu memberi catatan pada performa wasit, misalnya dalam hal injury time, wasit seharusnya memberi lebih dari lima menit,” ujar Tavares. Ia juga menyebut bahwa wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, memberikan tambahan waktu yang terlalu singkat, yaitu hanya lima menit.
Tavares menilai bahwa kinerja wasit tersebut tidak sesuai dengan standar profesional. Ia menyoroti bahwa tim lawan, termasuk kiper mereka, sering mengulur-ulur waktu saat laga mendekati akhir. Namun, tindakan tersebut hanya dihukum dengan kartu kuning.
”Tim lawan banyak mengulur waktu, termasuk kipernya, dan dia juga hanya diberi kartu kuning. Saya juga terkejut, ini adalah wasit asal luar negeri tetapi hanya memberi lima menit tambahan waktu. Memang ini bukan alasan membela diri, tetapi faktanya memang begitu. Jadi tolong Pak Ogawa, cek wasit ini,” imbuhnya.
Pengalaman Wasit Yudai Yamamoto dalam Kompetisi Internasional
Meskipun kritik tajam disampaikan oleh Tavares, Yudai Yamamoto bukanlah wasit sembarangan. Dalam catatan Sofascore, ia telah memimpin berbagai pertandingan internasional, mulai dari Liga Jepang (J-League) hingga FIFA Matchday. Selain itu, Yamamoto juga sudah memimpin 14 pertandingan di Liga 1 atau Super League Indonesia.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa Yamamoto memiliki reputasi yang baik dalam menjalankan tugasnya sebagai wasit. Namun, dalam pertandingan melawan Persebaya, ia dianggap tidak memenuhi ekspektasi yang diharapkan oleh pelatih Persebaya.
Strategi Bhayangkara FC dalam Menghadapi Persebaya
Di sisi lain, pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, mengakui bahwa Persebaya akan bermain agresif di hadapan pendukungnya. Ia juga mengungkapkan bahwa timnya telah mempersiapkan strategi yang matang untuk menghadapi tekanan dari Bonek Bonita.
”Kami tahu ini akan sulit di Stadion GBT dengan Bonek Bonita, tapi kami fokus, kami punya strategi 100 persen untuk pertandingan ini dan kami berhasil meraih tiga poin,” kata Munster. Ia juga menyebut bahwa lini serang Persebaya diisi oleh pemain-pemain yang pernah diandalkannya, seperti Bruno Moreira dan Francisco Rivera.
Munster mengakui bahwa ia melakukan perubahan strategi selama pertandingan untuk meredam serangan Persebaya. Hal ini menunjukkan bahwa Bhayangkara FC telah mempersiapkan diri secara matang dalam menghadapi lawan-lawannya.
Reaksi Suporter dan Komentar Terkait Performa Tim
Selain kritik terhadap wasit, ada juga beberapa reaksi dari suporter terkait performa tim. Beberapa kali, suporter mengkritik keputusan pelatih dan kegagalan tim dalam memaksimalkan peluang. Di sisi lain, ada juga yang memuji ketangguhan Bhayangkara FC dalam menghadapi tekanan dari Persebaya.
Beberapa artikel terkait juga menyebutkan bahwa Persebaya masih memiliki potensi besar untuk bangkit, terutama jika bisa memperbaiki akurasi tendangan dan pengambilan keputusan di lapangan. Hal ini menjadi tantangan bagi Tavares dalam mengarahkan timnya menuju hasil yang lebih baik di pertandingan-pertandingan berikutnya.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar