Gubernur Khofifah Inisiatif Pendidikan sebagai Agen Perubahan Lingkungan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Â Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengambil langkah signifikan dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan dengan meluncurkan gerakan bebas sampah plastik di sekolah-sekolah se-Jatim. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Expo dan Expose Hebatnya SMK Jatim di Grand City, yang menjadi wadah untuk menunjukkan inovasi pendidikan dan kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.
Gerakan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tetapi juga untuk membentuk kesadaran kolektif di kalangan pelajar. Khofifah menekankan bahwa setiap tindakan kecil, seperti mengurangi penggunaan plastik, memiliki dampak besar terhadap kelangsungan bumi. Dengan demikian, ia menilai bahwa pendidikan menjadi kunci utama dalam menciptakan perubahan berkelanjutan.
Langkah Nyata dalam Mewujudkan Lingkungan Bersih
Dalam acara tersebut, Khofifah bersama jajaran pemangku kepentingan melakukan simbolisasi dengan memegang dan mengangkat tumbler. Tindakan ini menjadi representasi komitmen bersama untuk mengurangi sampah plastik. Tumbler yang dibagikan bukan hanya sebagai kenang-kenangan, tetapi juga sebagai ajakan nyata untuk menerapkan pola hidup ramah lingkungan.
Khofifah menyatakan bahwa pembagian tumbler kepada peserta dan pengunjung merupakan langkah konkret dalam mendorong budaya hidup berkelanjutan. Ia berharap bahwa kebiasaan kecil ini akan menjadi awal dari perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari.
Sekolah sebagai Pusat Pembentukan Karakter
Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademis, tetapi juga pusat edukasi dan pembentukan karakter. Gerakan bebas sampah plastik menjadi bagian dari program rutin dan berkelanjutan di sekolah-sekolah. Penggunaan tumbler dan pengurangan plastik sekali pakai menjadi bagian dari budaya sekolah yang diterapkan secara konsisten.
Keterlibatan aktif guru, siswa, dan orang tua sangat penting dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Sinergi antara sekolah dan pemerintah daerah juga diperlukan untuk mendukung regulasi dan pengawasan lingkungan sekolah.
Dukungan Luas dari Berbagai Elemen Masyarakat
Gerakan yang dicanangkan oleh Gubernur Khofifah mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan. Dengan langkah strategis dan konsisten, upaya pengurangan sampah plastik di Jawa Timur dapat menjadi pionir bagi daerah lain di Indonesia.
Ke depannya, upaya ini diharapkan tidak hanya menumbuhkan kesadaran, tetapi juga menstimulasi tindakan nyata dalam mengelola sampah dan meminimalkan polusi plastik. Dengan kolaborasi semua pihak, visi Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) akan semakin terwujud.
Komitmen untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Khofifah menegaskan bahwa sekolah harus menjadi pelopor utama dalam pembentukan karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan. Dengan fokus pada pendidikan sebagai agen perubahan, upaya ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Dalam konteks yang lebih luas, keberhasilan gerakan ini akan menjadi contoh nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari hal-hal kecil. Dengan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, Indonesia bisa menjadi negara yang lebih hijau dan ramah lingkungan.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar