Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Dorong Peningkatan Uang Baru untuk Ramadhan dan Idul Fitri
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Ekonomi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami pertumbuhan signifikan dalam setahun terakhir, yang berdampak langsung pada peningkatan jumlah uang baru yang disediakan oleh Bank Indonesia (BI) untuk menyambut bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Kenaikan ini mencapai sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total uang baru yang dikeluarkan mencapai Rp 5,6 triliun.
Pertumbuhan ekonomi Sumsel pada 2025 mencapai 5,42 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,11 persen. Angka ini menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi di wilayah ini semakin dinamis, khususnya menjelang momen penting seperti Ramadhan dan Idul Fitri. Masyarakat cenderung lebih konsumtif dalam memenuhi kebutuhan berbuka puasa maupun memeriahkan hari raya.
Program Penyediaan Uang Baru yang Lebih Besar
Untuk memenuhi permintaan masyarakat, BI Sumsel meluncurkan sejumlah program penukaran uang baru. Layanan standar dilakukan melalui 110 titik loket perbankan yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sumsel. Pengguna dapat mengakses layanan tersebut melalui aplikasi resmi BI, dengan jadwal penukaran yang ditentukan pada tanggal 19 Februari, 26 Februari, 5 Maret, dan 12 Maret.
Selain itu, BI juga melakukan program jemput bola melalui Susur Sungai Musi, yang bertujuan memberikan akses uang baru kepada masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Program ini sangat diminati karena banyak warga di wilayah tersebut jarang mendapat kesempatan untuk menggunakan uang baru.
Layanan Khusus untuk Daerah Terpencil dan Jalur Mudik
BI juga menyediakan layanan penukaran uang baru di jalur mudik, termasuk Stasiun Kertapati Palembang, Pelabuhan Boom Baru, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, serta rest area Jalan Tol Palembang-Lampung. Layanan ini dimaksudkan agar masyarakat yang sedang bepergian tetap bisa mendapatkan uang baru dalam kondisi layak edar.
Di pusat-pusat keramaian seperti Pasar Tradisional Plaju dan Sako, serta di halaman Masjid Agung Palembang, BI juga membuka layanan kas keliling terpadu. Layanan ini melibatkan lima perbankan dengan kuota hingga 1.000 orang per hari.
Batasan Penukaran Uang Baru
Meskipun jumlah uang baru meningkat, terdapat batasan plafon penukaran untuk setiap individu. Batas maksimal adalah Rp 5,3 juta per orang, dengan rincian nominal uang yang tersedia mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 50.000. Pembatasan ini diterapkan untuk memastikan distribusi uang baru yang merata.
Perhatian terhadap Inflasi
Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Daerah Provinsi Sumsel Basyaruddin Akhmad menilai bahwa inflasi di Sumsel pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,33 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 3,55 persen. Meski demikian, ia menekankan pentingnya pengendalian inflasi yang terarah, terutama mengingat ada komoditas penyumbang inflasi utama seperti emas perhiasan, tarif listrik, beras, dan daging ayam.
Basyaruddin menyarankan adanya operasi pasar murah selama Ramadhan dan Idul Fitri untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Ia juga menekankan strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif, sebagai langkah utama dalam pengendalian inflasi.
Budaya dan Tradisi yang Memengaruhi Konsumsi
Tradisi masyarakat Sumsel, khususnya di Palembang, turut memengaruhi permintaan uang baru. Pempek, salah satu hidangan khas, menjadi bagian tak terpisahkan dari menu berbuka puasa dan perayaan Idul Fitri. Hal ini membuat permintaan terhadap komoditas seperti ikan meningkat, yang berpotensi memengaruhi inflasi.
Dengan berbagai program dan strategi yang diterapkan, BI Sumsel berharap uang baru yang disediakan dapat benar-benar dinikmati oleh masyarakat, baik dalam bentuk simbol kesenangan maupun alat transaksi yang nyaman.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar