BNPB: Korban bencana hidrometeorologi di Sumatera capai 1.177 jiwa
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera mencapai 1.177 jiwa hingga Minggu 4 Januari 2026. Angka tersebut bertambah 10 orang dibandingkan data sebelumnya.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB Abdul Muhari mengatakan, tambahan korban meninggal dunia berasal dari tiga provinsi, yakni Aceh Utara sebanyak tiga jiwa, Kabupaten Tapanuli Selatan lima jiwa, serta Sumatra Barat dua jiwa.
“Rekapitulasi sebelumnya hingga Sabtu pukul 16.00 WIB tercatat 1.167 jiwa. Hari ini bertambah 10 korban, sehingga total menjadi 1.177 jiwa meninggal dunia,” ujar Abdul Muhari.
Selain korban meninggal, tim SAR gabungan juga berhasil menemukan sejumlah warga yang sebelumnya dilaporkan hilang. Hingga saat ini, jumlah orang yang masih dalam pencarian tercatat 148 jiwa, berkurang 17 nama setelah dilakukan verifikasi oleh pemerintah desa, kecamatan, dan pihak keluarga.
Di sisi lain, jumlah penduduk yang terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi tersebut mencapai 242.174 jiwa.
Terkait status kebencanaan, Abdul Muhari menyebutkan sejumlah daerah masih memperpanjang masa tanggap darurat. Di Provinsi Aceh, terdapat 10 daerah yang memperpanjang status tanggap darurat, dengan delapan daerah di antaranya telah memasuki fase transisi darurat.
Adapun di Provinsi Sumatra Utara, seluruh daerah telah keluar dari status tanggap darurat dan kini berada dalam status transisi darurat.
Sementara di Sumatra Barat, status tanggap darurat masih diberlakukan di Kabupaten Agam karena masih adanya potensi longsor susulan akibat rekahan tanah di sejumlah titik. Daerah lainnya di Sumatra Barat telah memasuki masa transisi darurat.
BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait terus memantau perkembangan situasi serta mengupayakan langkah mitigasi guna meminimalkan risiko bencana lanjutan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar