Montpellier: Kebijakan Darurat Cuaca Dingin di Hérault Dikritik oleh Tokoh Oposisi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kebijakan darurat cuaca dingin atau plan Grand froid telah diberlakukan di wilayah Hérault, Prancis. Sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melindungi warga yang tidak memiliki tempat tinggal tetap, sebuah gedung olahraga kini dibuka sebagai tempat penampungan sementara. Namun, kebijakan ini juga menjadi sorotan tajam dari tokoh oposisi setempat.
Pihak berwenang mengklaim bahwa tindakan tersebut merupakan respons terhadap kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini. Namun, beberapa anggota dewan menilai bahwa langkah yang diambil terlalu lambat dan tidak cukup untuk mengatasi masalah yang sudah lama ada.
Kritik Terhadap Tindakan Pemimpin Daerah
Annie Yague, seorang anggota dewan oposisi dari kelompok Alliance Progressiste et Républicaine, menyampaikan pernyataan keras terhadap kepala daerah Montpellier, Michael Delafosse. Ia menilai bahwa tindakan pemimpin kota tersebut terkesan terlambat dan tidak proaktif.
Menurutnya, meskipun pengelolaan tempat penampungan darurat termasuk dalam tanggung jawab pemerintah pusat, ia merasa bahwa kepala daerah seharusnya lebih cepat merespons situasi yang muncul. “M. le maire ne vous cachez pas derrière la préfète,” ujarnya secara langsung, yang berarti “Bapak Kepala Daerah jangan mencoba menyembunyikan diri di balik keputusan para pejabat provinsi.”
Yague menegaskan bahwa kebijakan untuk membuka gedung olahraga seharusnya dilakukan jauh sebelum cuaca ekstrem benar-benar terjadi. Menurutnya, tindakan itu bisa saja mencegah kematian seorang warga tanpa tempat tinggal.
Tragedi Kematian SDF Memicu Kekacauan
Kecaman terhadap tindakan pemimpin kota semakin memuncak setelah seorang warga tanpa tempat tinggal berusia 28 tahun meninggal dunia akibat paparan cuaca dingin. Tragedi ini memicu gelombang emosi di kalangan tokoh oposisi dan masyarakat luas.
Beberapa tokoh publik seperti Rémi Gaillard, yang dikenal dengan kritik-kritiknya terhadap sistem politik Prancis, memberikan komentar tajam. Ia menyatakan bahwa kemiskinan di Montpellier terus berubah, namun posisi politik para pemimpin tetap stabil. Ia menuding bahwa Delafosse hanya peduli pada kepentingan pribadinya.
Sementara itu, Philippe Saurel, mantan walikota Montpellier, menyebut insiden ini sebagai “drame absolu” atau tragedi yang sangat menyedihkan. Ia menilai bahwa tindakan pemerintah kota terlalu lambat dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat.
Tanggapan dari Komunitas Sosial dan Politik
Tokoh lain, Soufyan Heutte, yang mewakili gerakan Cause Commune, juga mengkritik tindakan pemerintah kota. Ia menyoroti bahwa kebijakan darurat baru diambil setelah terjadi kematian dan mobilisasi masyarakat serta organisasi sosial. Ia menilai bahwa hal ini menunjukkan ketidakpedulian terhadap isu-isu sosial yang selama ini diabaikan.
Langkah Pencegahan dan Tips Menghadapi Cuaca Ekstrem
Untuk menghadapi kondisi cuaca dingin, pemerintah daerah menyarankan warga untuk mengikuti panduan resmi. Beberapa langkah penting antara lain:
- Memastikan bahwa rumah atau tempat tinggal aman dari angin dan salju.
- Membawa perlengkapan hangat seperti jaket, sarung tangan, dan topi.
- Jika terpaksa berada di luar ruangan, hindari aktivitas fisik berlebihan yang dapat mempercepat hilangnya panas tubuh.
- Memperhatikan gejala hipotermia dan segera mencari bantuan medis jika diperlukan.
Dengan adanya kebijakan darurat ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Namun, kritik terhadap tindakan pemerintah kota tetap menjadi isu yang perlu dipertimbangkan secara serius.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar