Banjir Rob Melanda Wilayah Pesisir Pasuruan, 11 Desa Terdampak
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Banjir rob kembali mengancam wilayah pesisir Kabupaten dan Kota Pasuruan, Jawa Timur. Fenomena alam ini telah melanda sebanyak 11 desa dan kelurahan selama empat hari terakhir. Genangan air mencapai ketinggian antara 10 hingga 20 sentimeter, yang memengaruhi jalur transportasi di sejumlah titik.
Dalam laporan terbaru, banjir rob ini mulai terjadi pada malam hari dan berlangsung secara berkelanjutan. Di wilayah Kabupaten Pasuruan, beberapa desa seperti Kalirejo dan Semare Kecamatan Kraton terdampak. Sementara itu, di Kecamatan Lekok, genangan air terjadi di Desa Tambaklekok, Jatirejo, Wates, dan Semedusari dengan ketinggian 10-15 cm. Di Kecamatan Nguling, banjir rob juga melanda Desa Mlaten dan Kedawang dengan ketinggian 15 cm.
Di sisi lain, wilayah Kota Pasuruan juga tidak luput dari dampak banjir rob. Beberapa kelurahan seperti Tambaan, Ngemplakrejo, dan Mandaranrejo Kecamatan Panggungrejo terkena genangan air. Meski tinggi air tidak sampai ke dalam rumah, masyarakat tetap waspada karena genangan bisa memengaruhi jalan-jalan utama.
Pengalaman Warga Terhadap Banjir Rob
Abdul Kholiq, warga Desa Kalirejo, menjelaskan bahwa banjir rob kali ini merupakan yang pertama terjadi pada bulan Januari 2026. Ia menyebutkan bahwa genangan air mulai muncul sekitar pukul 21.00 WIB hingga tengah malam. “Genangan air hanya menutup jalan kampung atau jalan dingang-gang, tidak sampai naik ke rumah. Karena lantainya sudah tinggi,” ujarnya.
Meski banjir rob tidak menyebabkan kerugian besar, masyarakat tetap diimbau untuk berhati-hati. Petugas dari Polair Polres Pasuruan Kota dan BPBD Kota Pasuruan telah bersiaga di beberapa titik jalan yang terdampak. Mereka memberikan imbauan agar warga menggunakan jalur yang aman dan menghindari area yang tergenang.
Peran Petugas dalam Menghadapi Banjir Rob
Aipda Laswanto, Kasubnit Lidik Polair Polres Pasuruan Kota, menjelaskan bahwa petugas juga mengingatkan pemilik perahu dan kapal di pelabuhan untuk memastikan perahu dan kapalnya tidak berbenturan. “Selain itu, kami juga mengingatkan pada pemilik perahu dan kapal di pelabuhan untuk memastikan perahu dan kapalnya tidak berbenturan,” katanya.
Kasi Kedaruratan BPBD Kota Pasuruan Anang Sururin menambahkan bahwa banjir rob ini telah berlangsung selama empat hari sejak Jumat (2/01/2025). Ia menyatakan bahwa fenomena ini hampir tiap bulan terjadi. “Meski tidak menjadikan kendala bagi warga, namun kami tetap mengingatkan agar warga tetap hati-hati. Terutama soal jaringan listrik di dalam rumah atau di jalan jangan sampai terkena air,” pesannya.
Antisipasi dan Persiapan Masyarakat
Masyarakat pesisir Pasuruan telah terbiasa dengan banjir rob yang sering terjadi. Sebagian besar mereka memiliki persiapan yang maksimal untuk menghadapi kondisi tersebut. Meskipun tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, warga tetap waspada dan menghindari risiko yang mungkin terjadi.
Dalam situasi seperti ini, KOMPAS.com berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan jelas dari lapangan. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh data terkini dan mempersiapkan diri dengan lebih baik.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar