Gempa Bumi Mengguncang Wilayah Jawa Timur dan Bali
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 29 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Beberapa wilayah di Jawa Timur dan Bali kembali mengalami gempa bumi pada awal minggu ini. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa aktivitas geologis di sepanjang zona subduksi lempeng masih terus berlangsung, meskipun tidak menimbulkan dampak yang signifikan.
Kekuatan dan Lokasi Gempa di Malang
Wilayah Kabupaten Malang menjadi salah satu titik yang diguncang dua kali dalam kurun waktu singkat. Gempa pertama terjadi pada pukul 10.19 WIB dengan kekuatan Magnitudo 3,0. Pusat gempa berada di koordinat 9,43 LS – 112,46 BT, atau sekitar 144 kilometer barat daya Kabupaten Malang, dengan kedalaman 10 kilometer.
Hanya 17 menit setelahnya, gempa kedua terjadi dengan kekuatan Magnitudo 2,7. Episenter gempa berada di 9,30 LS – 112,84 BT, sekitar 132 kilometer tenggara Kabupaten Malang, dengan kedalaman 5 kilometer. Meski kekuatannya relatif rendah, masyarakat tetap diminta untuk waspada mengingat lokasi tersebut berada di daerah rawan gempa tektonik.
Gempa di Blitar dan Jembrana
Selain Malang, gempa juga terjadi di wilayah lain seperti Blitar dan Jembrana. Di Blitar, gempa berkekuatan Magnitudo 2,8 tercatat pada pukul 06.07 WIB. Episenter gempa berada di koordinat 9,14 LS – 111,85 BT, sekitar 118 kilometer barat daya Blitar, dengan kedalaman 0 kilometer.
Sementara itu, gempa lebih besar terjadi di Jembrana, Bali, pada malam hari sebelumnya. Gempa berkekuatan Magnitudo 4,3 tercatat pada pukul 20.46 WIB. Pusat gempa berada di 9,42 LS – 114,00 BT, sekitar 136 kilometer barat daya Jembrana, dengan kedalaman 10 kilometer. Meski gempa ini lebih kuat, belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat agar tetap tenang namun waspada, terutama di wilayah pesisir selatan Jawa dan Bali. Daerah ini dikenal sebagai zona rawan gempa tektonik akibat aktivitas subduksi lempeng.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk hanya mengakses informasi resmi dan tidak terpengaruh oleh isu atau kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa dari rangkaian gempa tersebut.
Potensi Ancaman Gempa Tektonik
Daerah pesisir selatan Jawa dan Bali memiliki risiko tinggi terhadap gempa tektonik karena letaknya yang berdekatan dengan zona subduksi lempeng Samudra Hindia dan Lempeng Eurasia. Aktivitas geologis di wilayah ini sering kali memicu gempa bumi dengan kekuatan berbeda-beda.
Meski gempa yang terjadi belakangan ini tidak menimbulkan dampak besar, masyarakat tetap perlu memperhatikan anjuran dari BMKG dan menjaga kesiapsiagaan. Langkah-langkah seperti persiapan evakuasi, pengecekan struktur bangunan, serta pemahaman tentang tindakan darurat bisa membantu mengurangi risiko jika terjadi gempa yang lebih besar.
Pentingnya Informasi Resmi
Dalam situasi seperti ini, akses ke informasi yang akurat dan resmi sangat penting. BMKG memberikan data secara real-time melalui platform digital dan media massa, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi terkini tanpa terjebak dalam hoaks atau spekulasi yang tidak jelas sumbernya.
Pemantauan terus dilakukan oleh BMKG untuk memastikan kondisi geofisika di wilayah-wilayah rawan tetap terpantau. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa aman dan siap menghadapi kemungkinan gempa lanjutan. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar