Kondisi Terkini Luapan Kali Lamong di Gresik, Rendam 5 Desa
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 26 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sungai Kalimas masih menjadi wajah kota Surabaya. Foto: nanang
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kondisi luapan Kali Lamong di wilayah Gresik Selatan masih menjadi perhatian serius. Meski terjadi penurunan signifikan, masih ada beberapa desa yang terendam air. Hal ini memicu pihak BPBD Gresik untuk tetap menjaga status siaga. Berdasarkan informasi dari Kepala BPBD Gresik, Sukardi, debit air di sejumlah titik masih tinggi dan memerlukan pemantauan intensif.
Wilayah yang Terdampak
Saat ini, lima desa di Kecamatan Cerme masih terendam oleh air yang berasal dari luapan Kali Lamong. Wilayah-wilayah tersebut antara lain Desa Dadapkuning, Dungus, Gurang Anyar, Morowudi, dan Pandu. Dari jumlah tersebut, Desa Morowudi menjadi yang paling parah terkena dampaknya. Sebanyak 50 rumah dan 70 hektare sawah terancam terendam air dengan ketinggian sekitar 15 sentimeter.
“Masih terus kami pantau,” ujar Sukardi. Ia menekankan bahwa kondisi ini membutuhkan pengawasan ekstra karena potensi hujan deras dan angin kencang masih bisa terjadi.
Upaya Penanganan Darurat
Untuk mengatasi situasi ini, BPBD Gresik telah melakukan berbagai langkah penanganan darurat. Salah satunya adalah mendirikan dapur umum mandiri di Dusun Ngebret, Desa Morowudi. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi meskipun wilayah mereka masih terendam air.
Selain itu, pihak BPBD juga terus memantau tren peningkatan tinggi muka air (TMA) di hulu Kali Lamong, khususnya di Desa Bengkelo Lor, Kecamatan Benjeng. Ketinggian air di lokasi tersebut mencapai sekitar 4,7 meter. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak terjadi peningkatan yang membahayakan.
Faktor Penyebab Kenaikan TMA
Menurut Sukardi, kenaikan TMA di Kali Lamong dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi di wilayah Mojokerto dan Lamongan. Meski demikian, saat ini debit air mulai terpantau surut. Namun, pihak BPBD tetap waspada karena potensi cuaca buruk masih ada.
“Ada potensi meningkat. Mengingat potensi hujan deras dan angin masih kemungkinan terjadi,” tambah Sukardi. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperbarui data dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat.
Peran Masyarakat dalam Pengurangan Risiko Bencana
Meski pihak BPBD melakukan upaya penanganan darurat, peran masyarakat juga sangat penting dalam mengurangi risiko bencana. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran dari pihak berwenang. Selain itu, pentingnya kesadaran lingkungan seperti menjaga daerah aliran sungai dan tidak membuang sampah sembarangan juga perlu ditingkatkan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan kondisi seperti ini dapat segera pulih dan mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar