DPRD Surabaya: Vaganza Momentum Kebangkitan Ekonomi yang Menginspirasi Masyarakat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(infosurabaya)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya Vaganza, sebuah acara budaya dan hiburan yang digelar di Jalan Tunjungan, menjadi sorotan utama masyarakat Surabaya. Acara ini tidak hanya menyajikan hiburan berupa festival rujak uleg dan parade mobil hias, tetapi juga dinilai sebagai tanda kebangkitan ekonomi kota. DPRD Surabaya memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan acara tersebut.
Energi Baru untuk Masyarakat
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni menekankan bahwa Surabaya Vaganza memberikan energi baru bagi warga. Ia menjelaskan bahwa acara ini menjadi wadah untuk menghibur masyarakat yang mungkin sedang merasa lelah akibat tekanan hidup. “Pemerintah dan masyarakat bersatu merayakan hari jadi kota yang telah memberikan segalanya, nuansa kebahagiaan terpancar di tengah beban hidup yang mungkin saja dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Dampak Ekonomi yang Signifikan
Menurut Arif Fathoni, acara seperti Surabaya Vaganza memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian. Ia menyoroti bahwa setiap konser musik atau acara hiburan biasanya membawa dampak positif bagi pelaku UMKM. “Setiap konser musik pasti ada pedagang air mineral yang berjalan berkeliling dan juga pelaku UMKM yang lain pasti akan merasakan manfaatnya,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan musik gratis yang diselenggarakan oleh pemerintah bisa menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi. “Pemkot Surabaya bisa melaksanakan pepatah ‘sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui’, tujuan menyediakan sarana hiburan dapat, membantu UMKM bertahan hidup terpenuhi,” tambahnya.
Keseimbangan Sosial dan Psikologis
Arif Fathoni juga memperhatikan aspek sosial dan psikologis masyarakat. Menurutnya, kepenatan yang dialami warga bisa berdampak pada keretakan hubungan keluarga jika tidak dikelola dengan baik. “Kalau orang mampu mungkin dia akan pergi ke café untuk mendengarkan live music agar lepas dari kepenatan hidup, lha kalau saudara kita yang belum mampu yang tidak bisa datang ke café, maka kepenatan tidak tersalurkan, sehingga berpotensi menciptakan disharmonisasi dalam rumah tangga,” jelasnya.
Tantangan Informasi yang Beragam
Selain itu, ia menyoroti tantangan informasi yang cepat dan beragam. “Informasi yang beredar baik itu yang disampaikan oleh orang yang memiliki kompetensi keilmuan maupun oleh orang yang tidak memiliki kapabilitas untuk menjelaskan tentang situasi ekonomi. Menurutnya, hal itu memiliki tujuan untuk mendelegitimasi kewibawaan pemerintah,” tuturnya.
Harapan untuk Masa Depan
Arif Fathoni berharap Pemkot Surabaya terus menggelar acara yang bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia menyarankan adanya kegiatan refleksi nilai-nilai kepahlawanan, seperti teatrikal perobekan bendera di Hotel Yamato, napak tilas bangunan bersejarah, doa bersama lintas iman, serta gelaran event musik di balai kota dengan menghadirkan band asli Surabaya lintas genre musik.***
- Penulis: Diagram Kota

>
>

Saat ini belum ada komentar