Langkah Strategis Pemkot Surabaya dalam Menghadapi Tantangan Energi Nasional
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung penghematan energi nasional. Salah satu langkah yang diambil adalah lelang 85 unit kendaraan dinas operasional, baik roda dua maupun roda empat. Proses ini dilakukan sebagai bagian dari transisi menuju sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Tujuan Lelang Kendaraan Dinas
Lelang ini bertujuan untuk mempercepat transformasi Pemkot Surabaya menuju kota yang lebih berkelanjutan. Kepala BPKAD Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Pemkot dalam mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan meningkatkan penggunaan kendaraan listrik.
“Sejak tahun 2024, Pemkot Surabaya sudah mulai mengganti sebagian kendaraan operasional perangkat daerah (PD) dengan mobil listrik,” ujarnya. Meskipun saat ini penggunaan kendaraan listrik masih dalam bentuk sewa, Pemkot telah melakukan efisiensi yang signifikan terhadap penggunaan BBM.
Komposisi Kendaraan yang Dilelang
Dalam lelang tahun 2026 ini, Pemkot Surabaya menargetkan dana sebesar Rp6,3 miliar. Total kendaraan yang dilelang terdiri dari 70 unit kendaraan roda empat, 13 unit kendaraan roda dua, dan 2 unit kendaraan roda tiga. Hal ini menunjukkan bahwa Pemkot tidak hanya fokus pada penghematan energi, tetapi juga pada peningkatan pendapatan daerah.
Proses Lelang dan Partisipasi Masyarakat
Bagi masyarakat yang tertarik mengikuti lelang, Wiwiek menekankan bahwa peserta cukup mengikuti prosedur yang tersedia di portal lelang resmi. Proses ini dapat diakses melalui situs https://portal.lelang.go.id/. Peserta harus mengajukan surat usulan penjualan secara lelang ke KPKNL Surabaya.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat finansial bagi daerah, tetapi juga menjadi contoh nyata dalam penerapan kebijakan ramah lingkungan. Dengan demikian, Pemkot Surabaya menunjukkan bahwa inovasi dan keberlanjutan bisa berjalan bersamaan.
Tanggapan Masyarakat
Beberapa komentar dari masyarakat menunjukkan bahwa warga menyambut positif langkah Pemkot Surabaya. Namun, ada juga yang mempertanyakan efektivitas lelang tersebut. Misalnya, salah satu netizen mengatakan bahwa jika tujuannya adalah hemat energi, maka lebih baik mendaur ulang mesin kendaraan daripada dilelang.
Meski begitu, kebijakan ini tetap dianggap sebagai langkah penting dalam menjawab tantangan energi nasional. Dengan adanya lelang, Pemkot Surabaya tidak hanya mengoptimalkan sumber daya, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki kendaraan dinas yang sudah tidak digunakan.
Kebijakan lelang kendaraan dinas oleh Pemkot Surabaya mencerminkan komitmen yang kuat dalam menjalani penghematan energi dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan menggabungkan efisiensi ekonomi dan keberlanjutan lingkungan, Pemkot Surabaya menunjukkan bahwa inovasi dan tanggung jawab sosial bisa saling mendukung. Langkah ini juga menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia untuk mengadopsi kebijakan serupa.***

>
>
Saat ini belum ada komentar