Kekalahan Telak Sriwijaya FC Mengakhiri Harapan Promosi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sriwijaya FC
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kekalahan telak yang dialami Sriwijaya FC dalam pertandingan melawan PSPS Pekanbaru menjadi titik akhir dari harapan mereka untuk promosi ke Liga 1. Hasil ini tidak hanya mengakhiri peluang kemenangan, tetapi juga membuat klub asal Sumatera Selatan tersebut harus menerima nasib degradasi di akhir musim.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Patriot Chandra Bhaga, Bekasi, Jumat (3/4/2026), menjadi momen pahit bagi Laskar Wong Kito. Dalam laga ini, Sriwijaya FC kalah dengan skor 6-0, yang merupakan salah satu kekalahan terbesar dalam sejarah klub. Enam gol yang dicetak oleh PSPS Pekanbaru berasal dari empat pemain berbeda, yaitu Douglaz Cruz (11′), Alfin Tuasalamony (39′ dan 21′), Toninho (45′), serta Hari Nur Yulianto (58′ dan 82′).
Rekor Kebobolan yang Membuat Sriwijaya FC Tersingkir
Selain kekalahan dalam pertandingan ini, Sriwijaya FC juga mencatatkan rekor kebobolan yang sangat tinggi. Dari 23 pertandingan yang telah dijalani selama musim ini, klub tersebut kebobolan sebanyak 83 kali. Angka ini membuat mereka menjadi tim dengan jumlah kebobolan terbanyak di Liga 2 2025. Bahkan, rekor ini lebih buruk dibandingkan juru kunci grup B, Persipal Palu, yang hanya kebobolan 59 kali dari 22 pertandingan.
Keadaan ini menunjukkan bahwa sistem pertahanan Sriwijaya FC sedang dalam kondisi kritis. Performa buruk di lini belakang dan kurangnya konsistensi dalam menghadapi lawan-lawan kuat menjadi faktor utama kegagalan mereka dalam menjaga posisi di klasemen.
Jalannya Pertandingan yang Menyedihkan
Pertandingan dimulai dengan tekanan kuat dari tuan rumah, Sriwijaya FC. Meski begitu, PSPS Pekanbaru justru tampil lebih sabar dan memilih untuk menunggu momentum yang tepat.
Di menit ke-11, gawang Sriwijaya FC berhasil ditembus oleh Douglaz Cruz. Gol ini menjadi awal dari serangan beruntun yang dilakukan oleh PSPS Pekanbaru. Hanya sepuluh menit kemudian, Alfin Tuasalamony mencatatkan gol kedua lewat sundulan yang mengarah ke sudut kanan gawang.
Dengan dua gol dalam waktu singkat, Sriwijaya FC semakin kewalahan. Di babak kedua, situasi semakin memburuk ketika Toninho dan Hari Nur Yulianto menambahkan gol-gol tambahan. Kekalahan 6-0 menjadi bukti bahwa Sriwijaya FC tidak mampu membendung serangan lawan.
Faktor-Faktor yang Membuat Sriwijaya FC Terpuruk
Beberapa faktor telah berkontribusi pada kekalahan besar ini. Pertama, performa buruk di lini belakang yang terus-menerus memberikan celah bagi lawan. Kedua, kurangnya konsistensi dalam penyerangan yang membuat Sriwijaya FC kesulitan menciptakan peluang. Ketiga, kekacauan dalam strategi pelatih yang tidak mampu merespons permainan lawan secara efektif.
Selain itu, krisis mental juga menjadi isu penting. Tekanan dari para pendukung dan target promosi yang tinggi membuat pemain Sriwijaya FC cenderung panik saat menghadapi tekanan. Hal ini memperparah kekalahan yang terjadi.
Peran Pelatih dan Tim Medis dalam Penyelamatan Klub
Meski kekalahan ini menjadi langkah mundur, beberapa narasumber menyatakan bahwa masih ada peluang untuk bangkit. “Kami masih memiliki banyak potensi, tapi kita harus segera melakukan evaluasi dan perbaikan,” kata seorang pelatih yang enggan disebutkan namanya.
Tim medis dan psikolog olahraga juga diharapkan dapat membantu pemain dalam menghadapi tekanan dan membangun kembali kepercayaan diri. Dengan dukungan penuh dari suporter, Sriwijaya FC bisa kembali bangkit dan memperbaiki performa di musim mendatang.***

>
>
>
>
Saat ini belum ada komentar