Wakil Ketua DPRD Surabaya: Permasalahan Akses Jalan di Rungkut Menanggal: Kebutuhan Siswa SD yang Terabaikan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kondisi akses jalan di kawasan Rungkut Menanggal, Surabaya, menjadi perhatian serius bagi warga setempat. Penutupan portal jalan yang dilakukan sejak masa pandemi masih berdampak hingga saat ini, terutama bagi para pelajar SD yang kesulitan mengakses sekolah. Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Laila Mufidah, menyoroti masalah ini dan meminta pihak terkait untuk segera mengambil langkah tegas.
Kondisi Lapangan yang Mengkhawatirkan
Laila Mufidah melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang menjadi perdebatan. Ia melihat bagaimana siswa SD harus melewati celah sempit di samping portal yang ditutup. Anak-anak ini bahkan harus mengangkat sepeda mereka agar bisa melewati pembatas jalan yang tinggi. Jika tidak mampu, mereka terpaksa memutar jalan cukup jauh, meski terik matahari menyengat.
“Kasihan, anak-anak SD berangkat dan pulang sekolah harus memutar. Panas-panas. Kami minta dibuka saja, minimal khusus pagi atau saat jam sekolah,” ujar Laila dengan nada khawatir.
Desakan untuk Pembukaan Portal
Laila menekankan bahwa alasan keamanan lingkungan tidak boleh menjadi penghalang utama dalam hal akses pendidikan. Ia meminta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya untuk segera memanggil pihak pengembang dan otoritas kecamatan.
“Ini perkara kemauan baik saja. Kalau alasannya keamanan namun tidak ada pos jaga, kenapa tidak dibuka khusus saat jam berangkat dan pulang sekolah saja?” tambahnya.
Konteks Penutupan Portal di Surabaya
Penutupan portal secara mandiri oleh warga atau pengembang marak terjadi di Surabaya sejak pemberlakuan PPKM selama pandemi. Meskipun status pandemi telah dicabut, banyak perumahan enggan membuka kembali portal tersebut dengan alasan keamanan wilayah dan pencegahan aksi kriminalitas.
Namun, Pemkot Surabaya melalui regulasi pemakaian jalan umum menegaskan bahwa fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang telah diserahkan ke pemerintah harus tetap bisa diakses oleh masyarakat luas.
Solusi yang Ditawarkan
Untuk mengatasi konflik akses jalan ini, warga disarankan untuk melakukan musyawarah mufakat di tingkat RW dengan melibatkan aparat kelurahan guna mencari jalan tengah. Disarankan agar pihak keamanan perumahan diberdayakan untuk melakukan sistem buka-tutup portal pada jam-jam sibuk (06.00-08.00 WIB dan 13.00-15.00 WIB), guna memfasilitasi pelajar tanpa mengabaikan faktor keamanan lingkungan.
Kepedulian Politisi PKB
Sebagai politisi PKB, Laila Mufidah menunjukkan kepedulian terhadap nasib warga kota, terutama anak-anak yang belum mampu menghadapi tantangan fisik. Ia berharap agar semua pihak dapat bekerja sama untuk memastikan akses jalan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
“Anak-anak adalah aset bangsa. Mereka tidak boleh menjadi korban dari kebijakan yang tidak berpihak pada kebutuhan dasar,” katanya.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar