Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 9 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Puncak arus mudik dan balik lebaran tahun ini diprediksi akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Polisi memperkirakan lonjakan pergerakan masyarakat akan terbagi dalam dua gelombang. Hal ini disebabkan oleh libur Idul Fitri 1447 Hijriah yang berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.
Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol Dedi Prasetyo, menjelaskan bahwa lonjakan pertama arus mudik diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret, diikuti oleh gelombang kedua beberapa hari setelahnya. Untuk arus mudik, Polri telah menetapkan dua waktu krusial, yaitu 14–15 Maret sebagai gelombang pertama dan 18–19 Maret 2026 sebagai gelombang kedua.
Sedangkan puncak arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 25–26 Maret. Gelombang pertama dan kedua arus balik diperkirakan terjadi pada tanggal 28 hingga 29 Maret 2026.
Pola ini dipengaruhi oleh kombinasi cuti bersama, akhir pekan, serta momentum Nyepi yang membuat sebagian masyarakat memilih waktu perjalanan yang berbeda.
Secara keseluruhan, pergerakan masyarakat selama libur Lebaran tahun ini diproyeksikan mencapai 143,9 juta orang. Meski angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan tahun lalu, potensi kepadatan tetap menjadi perhatian serius aparat.
“Ya, dibandingkan tahun 2025 yang lalu, dari hasil survei Kementerian Perhubungan, sebanyak 146,4 juta orang. Namun demikian, kita tetap perlu mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realita pergerakan,” ucap Dedi.
Untuk mengantisipasi dua kali puncak arus mudik dan dua kali puncak arus balik tersebut, Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari. Sebanyak 161.243 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan 185.608 objek vital, mulai dari masjid, lokasi salat Id, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga destinasi wisata.
Selain itu, sebanyak 2.746 posko akan didirikan, terdiri dari:
1.624 posko pengamanan
779 posko pelayanan
* 343 posko terpadu
Polri juga menyediakan layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian terdekat bagi masyarakat yang meninggalkan rumah untuk mudik. Rekayasa lalu lintas pun sudah disiapkan guna meredam lonjakan di dua periode krusial tersebut.
“Nanti ada beberapa kegiatan-kegiatan manajemen rekayasa arus lalin di jalur tol antara lain nanti berupa ganjil genap akan juga dilaksanakan, kemudian one way, contraflow, delaying system, juga ada buffer zone di pelabuhan,” papar Dedi.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar