Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Majelis Pakar Iran telah menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru yang akan menggantikan Ali Khamenei. Keputusan ini diambil setelah Majelis Pakar yang terdiri dari 88 anggota melakukan musyawarah untuk menentukan pemimpin baru negara tersebut. Dalam pernyataannya, Majelis Pakar menyatakan bahwa Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei ditetapkan sebagai Pemimpin ketiga dari sistem suci Republik Islam Iran.
Penunjukan ini dilakukan sepuluh hari setelah wafatnya Ali Khamenei. Menurut laporan, kematian mantan pemimpin Iran disebabkan oleh serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.
Profil Mojtaba Khamenei
Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei adalah seorang ulama asal Iran. Ia merupakan putra kedua dari Ali Khamenei. Mojtaba lahir di Mashhad, Iran, pada 8 September 1969. Nama lengkapnya adalah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei.
Selama beberapa tahun, nama Mojtaba Khamenei sempat menjadi sorotan dalam berbagai peristiwa penting di Iran. Salah satunya adalah kerusuhan yang terjadi akibat sengketa pemilihan umum Presiden Iran 2019. Ia diyakini memiliki peran dalam peristiwa tersebut dan disebut pernah mengambil alih kendali Basij, kelompok milisi yang digunakan untuk menekan protes pada pemilihan presiden 2009.
Perjalanan Karier Mojtaba Khamenei
Mojtaba Khamenei memulai pendidikannya di Sardasht dan Mahabad sebelum melanjutkan sekolah menengah atas di Teheran. Setelah itu, ia mempelajari teologi Islam dengan bimbingan ayahnya serta ulama Mahmoud Hashemi Shahroudi.
Pada tahun 1987, Mojtaba bergabung dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dan turut bertugas dalam Perang Iran-Irak. Kemudian pada 1999, ia melanjutkan pendidikannya di Qom untuk memperdalam ilmu agama dan menempuh pendidikan ulama. Setelah itu, Mojtaba bergabung dengan Seminari Qom dan menjadi pengajar teologi.
Status Keulamaan Mojtaba
Dalam hierarki ulama Syiah, Mojtaba Khamenei saat ini menyandang gelar hojatoleslam yang termasuk dalam tingkat ulama menengah. Status ini sempat menimbulkan perdebatan karena jabatan Pemimpin Tertinggi Iran biasanya dipegang oleh ulama dengan gelar ayatollah yang lebih tinggi.
Mojtaba Khamenei juga dikenal jarang tampil di hadapan publik dan hampir tidak pernah menyampaikan pidato politik atau khutbah terbuka. Bahkan banyak warga Iran yang mengaku belum pernah mendengar langsung suaranya, meskipun namanya kerap disebut dalam lingkaran kekuasaan di Iran.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar