Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Mojtaba Khamenei: Pemimpin Baru Iran yang Berada di Balik Layar, Ini Profilnya

Mojtaba Khamenei: Pemimpin Baru Iran yang Berada di Balik Layar, Ini Profilnya

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Mojtaba Khamenei, putra kedua dari Ayatollah Ali Khamenei, telah ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Keputusan ini dibuat oleh Majelis Ahli, lembaga yang berwenang memilih tokoh utama dalam sistem pemerintahan Republik Islam. Meski tidak pernah tampil secara terbuka atau memberikan pidato publik, Mojtaba dikenal sebagai sosok yang memiliki pengaruh signifikan di lingkaran kekuasaan.

Latar Belakang dan Perjalanan Karier

Mojtaba lahir pada 8 September 1969 di Mashhad, kota suci di timur laut Iran. Ia adalah anak kedua dari enam bersaudara dalam keluarga Khamenei. Pendidikan awalnya ditempuh di Sekolah Alavi, sebuah institusi pendidikan keagamaan di Teheran. Pada usia 17 tahun, ia sempat menghabiskan waktu di militer selama Perang Iran-Irak (1980–1988), konflik yang memperdalam ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan negara-negara Barat.

Pada 1999, Mojtaba melanjutkan studi agama di Qom, pusat penting bagi teologi Syiah. Di sana, ia mulai mengenakan pakaian ulama, meski keputusan untuk menekuni studi keagamaan pada usia 30 tahun dianggap tidak biasa. Sebelum terpilih sebagai pemimpin tertinggi, ia masih berstatus sebagai ulama tingkat menengah.

Peran di Balik Layar

Meskipun tidak pernah menduduki jabatan pemerintahan atau berbicara di depan umum, Mojtaba dikenal sebagai “penjaga gerbang” menuju ayahnya. Informasi diplomatik AS yang bocor melalui WikiLeaks menyebutnya sebagai “kekuatan di balik jubah”. Selain itu, media internasional seperti Associated Press juga menggambarkan Mojtaba sebagai sosok yang dianggap “pemimpin tangguh dan cakap” dalam rezim Iran.

Selama beberapa hari terakhir, sejumlah media dan pejabat dekat lingkaran kekuasaan mulai menyebutnya dengan gelar “Ayatollah”, sebuah gelar yang biasanya diberikan kepada ulama senior. Pergeseran ini dipandang sebagai upaya untuk meningkatkan legitimasi religius Mojtaba. Dalam tradisi keagamaan Iran, gelar “Ayatollah” dan kemampuan mengajar kelas tingkat lanjut menjadi indikator tingkat keilmuan dan pengetahuan seseorang.

Kontroversi dan Tantangan

Terpilihnya Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi berpotensi menimbulkan kontroversi. Salah satu prinsip dalam Republik Islam Iran adalah bahwa pemimpin tertinggi harus dipilih berdasarkan kedudukan religius dan rekam jejak kepemimpinan, bukan garis keturunan. Meski demikian, penunjukan Mojtaba menimbulkan pertanyaan tentang apakah sistem akan berubah menjadi lebih otoriter.

Ali Khamenei sendiri pernah menyatakan secara umum mengenai masa depan kepemimpinan, tetapi tidak pernah secara terbuka menanggapi spekulasi tentang Mojtaba. Dua tahun lalu, seorang anggota Majelis Ahli menyebut Khamenei menolak gagasan Mojtaba sebagai kandidat, namun sang pemimpin tidak pernah merespons secara langsung.

Isu Interferensi dalam Pemilu

Nama Mojtaba pertama kali mencuat ke permukaan pada pemilihan presiden 2005, yang dimenangkan oleh Mahmoud Ahmadinejad. Dalam surat terbuka, kandidat reformis Mehdi Karroubi menuduh Mojtaba ikut campur dalam proses pemungutan suara melalui jaringan IRGC dan milisi Basij. Tuduhan serupa muncul kembali saat pemilihan ulang Ahmadinejad pada 2009, yang memicu Gerakan Hijau.

Mostafa Tajzadeh, mantan wakil menteri dalam negeri, menyebut hasil pemilu sebagai “kudeta elektoral” dan kemudian dipenjara selama tujuh tahun. Menurutnya, penahanannya terjadi atas “kehendak langsung Mojtaba Khamenei”.

Masa Depan yang Penuh Tantangan

Banyak pihak memperkirakan Mojtaba akan melanjutkan garis kebijakan keras ayahnya. Namun, tantangan besar menanti: menjaga kelangsungan Republik Islam sekaligus meyakinkan publik bahwa ia layak memimpin negara yang sedang menghadapi krisis politik dan ekonomi. Rekam jejak kepemimpinannya masih minim, dan persepsi bahwa sistem berubah menjadi turun-temurun bisa semakin memperdalam ketidakpuasan masyarakat.

Selain itu, Mojtaba diyakini akan menjadi target nyata. Menteri Pertahanan Israel sebelumnya menegaskan bahwa siapa pun pengganti Khamenei akan menjadi “sasaran yang tak terbantahkan untuk dieliminasi”.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cuaca Ekstrem di Surabaya dan Sidoarjo

    Cuaca Ekstrem di Surabaya dan Sidoarjo Akibat Hujan Deras

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 89
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Timur khususnya Surabaya dan Sidoarjo pada akhir pekan lalu menimbulkan berbagai dampak negatif. Hujan deras yang terjadi sejak sore hingga malam hari menyebabkan genangan air di sejumlah titik, mengganggu aktivitas warga dan perjalanan kendaraan. Wilayah Terdampak Genangan Air Berdasarkan laporan dari masyarakat setempat, beberapa kawasan di Surabaya dilaporkan […]

  • Persebaya Surabaya, Pemain Asing, Timnas Australia

    Persebaya Surabaya Siap Tambah Pemain Asing untuk Musim 2025/2026, Label Pemain Timnas Australia Jadi Incaran

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 174
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Persebaya Surabaya, salah satu klub sepak bola terkemuka di Indonesia, sedang mempersiapkan perubahan besar dalam komposisi timnya menjelang bursa transfer paruh musim 2025/2026. Kabar terbaru menyebutkan bahwa klub berjuluk Bajul Ijo tersebut tengah mengincar lima pemain asing, dengan empat nama telah terungkap dan satu di antaranya berasal dari Timnas Australia. Pemain Asing yang Dikaitkan […]

  • Pakar ITS: Siklon Tropis Bisa Picu Banjir Bandang dan Longsor

    Pakar ITS: Siklon Tropis Bisa Picu Banjir Bandang dan Longsor

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Shinta ms
    • visibility 80
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTAM.COM- Meningkatnya aktivitas siklon tropis di Samudera Hindia menjadi peringatan serius bagi Indonesia yang setiap tahunnya kerap dilanda bencana banjir dan tanah longsor. Pakar mitigasi kebencanaan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr Amien Widodo MSi, menegaskan bahwa ancaman ini harus dijadikan momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana hidrometeorologis. Menurut Amien, peringatan dini […]

  • Ketua DPW PWDPI Lampung, Desak Kapolresta Cabut Penetapan Tersangka Nuryadin

    Ketua DPW PWDPI Lampung, Desak Kapolresta Cabut Penetapan Tersangka Nuryadin

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 193
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ketua DPW Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Provinsi Lampung, Ahmad Hadi mustoleh, desak Kapolresta Kota Bandar Lampung melakukan peninjauan ulang atas penetapan tersangka terhadap Ketua Umum KAIM, Hi. Nuryadin, SH. Aam panggilan akrab Ahmad Hadi mustoleh juga minta kepada Polresta agar membatalkan penetapan tersangka terhadap Nuryadin karena dinilai bertolak belakang dengan keputusan […]

  • Healing Tipis-tipis Di Surabaya: Rekomendasi Tempat Anti-Mainstream

    Healing Tipis-tipis Di Surabaya: Rekomendasi Tempat Anti-Mainstream

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 287
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Tidak perlu pergi jauh atau mengeluarkan banyak biaya, healing tipis-tipis di Surabaya pun bisa menjadi solusi ampuh untuk menyegarkan pikiran dan jiwa. Lupakan mall atau kafe yang ramai, mari kita jelajahi tempat-tempat anti-mainstream yang menawarkan pengalaman relaksasi unik di tengah hiruk pikuk kota Pahlawan. 1. Taman Harmoni: Oase Hijau di Tengah Beton Terletak […]

  • Reuni 212 di Monas, Penyesuaian Operasional Kereta Api Jarak Jauh di Jakarta

    Reuni 212 di Monas, Penyesuaian Operasional Kereta Api Jarak Jauh di Jakarta

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 88
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta melakukan penyesuaian operasional terkait kegiatan besar yang digelar di kawasan ibu kota. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan kelancaran perjalanan dan menghindari kemacetan lalu lintas. Tujuan Penyesuaian Operasional Penyesuaian operasional kereta api jarak jauh bertujuan untuk mengantisipasi kepadatan penumpang dan kemacetan lalu lintas di sekitar Stasiun […]

expand_less