Masalah Truk Sampah Tak Layak di Surabaya Mengundang Kritik DPRD
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kondisi truk sampah yang tidak layak beroperasi di kota Surabaya kembali menjadi sorotan. Pemantauan terhadap armada pengangkut sampah menunjukkan bahwa banyak kendaraan yang sudah melebihi masa pakai dan berpotensi menyebabkan sampah berceceran di jalan raya. Hal ini memicu kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya.
Armada Tua Dinilai Tidak Memenuhi Standar
Salah satu isu utama yang muncul adalah penggunaan truk sampah yang usianya lebih dari 15 tahun. Aturan dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) menyebutkan bahwa batas usia operasional untuk kendaraan angkutan adalah 15 tahun. Namun, beberapa armada masih digunakan meskipun sudah melebihi masa tersebut.
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni mengungkapkan bahwa penggunaan kendaraan yang tidak memenuhi standar kelayakan merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab. Ia menilai, hal ini tidak hanya membahayakan keselamatan lalu lintas, tetapi juga menambah beban kerja petugas kebersihan yang harus membersihkan sampah yang berceceran.
Pemkot Diingatkan Untuk Menjadi Teladan
Arif Fathoni menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya seharusnya menjadi teladan dalam menerapkan aturan terkait kelayakan kendaraan. Ia mempertanyakan konsistensi pemerintah jika di satu sisi menerapkan aturan batas usia kendaraan, namun di sisi lain masih menggunakan atau menyewa armada yang telah melewati masa operasional.
“Pemkot harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti fakta bahwa penggunaan anggaran daerah untuk menyewa kendaraan yang tidak layak jalan dinilai tidak efisien. Ia menyarankan agar APBD tidak digunakan untuk mendanai armada yang sudah tidak layak beroperasi.
Pengawasan dan Sanksi Tegas Diperlukan
Masalah truk sampah tak layak bukanlah hal baru. Sebelumnya, warga juga pernah melaporkan kondisi truk pengangkut sampah yang menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo dalam kondisi tidak layak. Hal ini menyebabkan sampah berceceran di jalan, yang akhirnya membebankan tugas petugas kebersihan.
Arif Fathoni menekankan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap penggunaan armada yang sudah melewati masa pakai. Ia menilai, kejadian viral seperti ini tidak boleh terulang kembali.
“Sudah tidak boleh ada kesempatan kedua karena kejadian viral begini ini kan bukan yang pertama,” katanya.
Masa Depan Truk Sampah di Surabaya
Dari segi keberlanjutan, penggunaan armada truk sampah yang tidak layak jalan bisa berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat mencemari lingkungan dan meningkatkan risiko penyakit.
Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah proaktif dari Pemkot Surabaya, seperti pengawasan ketat terhadap operator truk sampah, peningkatan kualitas armada, serta penggunaan anggaran yang transparan dan efektif.
DPRD Surabaya menuntut agar pemerintah kota segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku yang tidak mematuhi aturan. Hanya dengan pendekatan yang konsisten dan komitmen kuat, masalah truk sampah tak layak dapat diminimalkan. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar