Lithuania Siap Bantu AS dalam Operasi di Iran
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 15 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMOTA.COM – Komandan Militer Lithuania, Raimundas Vaiksnoras, menyatakan kesiapan negaranya untuk membantu Amerika Serikat (AS) dalam operasi yang dilakukannya di Iran. Ia menegaskan bahwa Lithuania bersedia membuka wilayah udara dan pangkasan militer bagi AS.
“Iran adalah bagian dari poros jahat dan sudah mendapat dukungan penuh dari Rusia. Alhasil, Iran sudah menjadi ancaman bagi kita semua di Barat dan dunia demokratik,” ujarnya.
Pada November 2025, Lithuania telah meresmikan fasilitas militer baru untuk tentara AS. Negara Baltik itu berharap agar adanya fasilitas militer baru ini dapat membuat tentara AS betah dan bertahan di negaranya.
Lithuania Dapat Berkontribusi Selain Militer
Vaiksnoras mengungkapkan bahwa Lithuania dapat berkontribusi tidak hanya di ranah militer. Kontribusi itu termasuk diplomatik, ekonomi, dan pemberian informasi penting untuk operasi AS di Iran.
“Saya pikir bantuan ini tidak hanya militer, tapi juga dapat berupa diplomatik, ekonomi, dan informasi sesuai kebutuhan. Saya dapat mengatakan ini soal ini, tapi semua tergantung pada keputusan pemerintah dan pemimpin di Lithuania,” ungkapnya.
Meskipun demikian, ia menyatakan serangan AS ke Iran ini dapat mengalihkan fokus dari Ukraina ke Timur Tengah. Menurutnya, seluruh rekan Barat harus tetap melanjutkan suplai sistem pertahanan udara ke Ukraina.
Presiden Lithuania Paham Tujuan AS di Iran
Presiden Lithuania Gitanas Nauseda memahami tujuan dari AS untuk menyerang Iran. Menurutnya, serangan ini disebabkan kegagalan negosiasi menghentikan program nuklir dan aksi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Iran.
Tanpa adanya langkah preventif, Iran dapat mengembangkan senjata nuklir. Adanya senjata nuklir Iran akan berdampak pada keamanan di Timur Tengah dan Eropa.
Lithuania Bersedia Kirim Tentara untuk Bantu AS
Kepala Penasehat Luar Negeri Presiden Lithuania, Asta Skaisgiryte, mengatakan, Lithuania bersedia untuk menerjunkan tentara jika diperlukan di tengah konflik di Timur Tengah. Namun, ia mengaku belum ada permintaan penerjunan tentara.
“Sejauh ini, kami belum menerima permintaan tersebut dan tentu saja, jika kami menerima permintaan tersebut, kami akan berpikir untuk membantu sekutu kami,” katanya.
Menanggapi serangan AS dan Israel ke Iran, Skaisgiryte mengaku mendukung serangan tersebut. Menurutnya, konflik ini pecah akibat Iran gagal dalam menuruti permintaan AS untuk mengakhiri program nuklirnya.
Peringatan untuk Uni Eropa dan Kekhawatiran dengan China
Lithuania juga memberikan peringatan agar Uni Eropa tidak terlalu dekat dengan China. Hal ini dilakukan karena kekhawatiran terhadap pengaruh China di kawasan Eropa.
Warga Lithuania juga menolak pembangunan fasilitas militer di perbatasan Belarus. Mereka khawatir hal ini bisa memicu ketegangan di kawasan tersebut.
Selain itu, Lithuania siap melakukan bom jembatan di perbatasan Belarus jika negara tersebut diserang oleh Rusia. Ini merupakan bentuk persiapan untuk menjaga keamanan negara mereka.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar