Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SERBA-SERBI » Koperasi Desa Merah Putih: Skema yang Dinilai Tidak Efektif untuk Perekonomian Desa

Koperasi Desa Merah Putih: Skema yang Dinilai Tidak Efektif untuk Perekonomian Desa

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 21 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Agrinas Pangan Nusantara, telah menjadi sorotan karena dinilai tidak efektif dalam mendorong perekonomian desa. Program ini dirancang untuk memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan dengan memberikan modal besar dan fasilitas operasional. Namun, sejumlah pengamat menilai skema yang digunakan justru berpotensi menciptakan masalah baru.

Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menyatakan bahwa konsep Kopdes Merah Putih memiliki beberapa kelemahan. Berdasarkan perhitungan lembaganya, setiap unit Kopdes hanya memiliki sisa dana sekitar Rp380 juta untuk pengadaan barang dagangan di toko. Angka tersebut jauh dari ideal jika dibandingkan dengan total pinjaman yang mencapai Rp3 miliar per unit.

“Dari total pinjaman Rp 3 miliar, sekitar Rp 2,5 miliar digunakan untuk bangunan dan pengadaan kendaraan pikap impor dari India. Setelah itu masih dipotong biaya operasional dan gaji, sehingga dana yang tersisa untuk mengisi barang di toko sangat sedikit,” ujar Bhima.

Masalah Kelayakan Bisnis dan Persaingan Tidak Sehat

Menurut Bhima, kondisi tersebut membuat kelayakan bisnis Kopdes menjadi bermasalah. Dengan modal kerja yang terbatas, koperasi akan sulit bersaing dan menjalankan usaha secara berkelanjutan. Selain itu, ia menilai keberadaan Kopdes Merah Putih justru berpotensi menciptakan perantara baru dalam rantai distribusi barang di desa.

Padahal salah satu tujuan program ini adalah memutus mata rantai tengkulak. Namun, menurut Bhima, Kopdes justru menciptakan middle man baru. Yang terjadi adalah persaingan tidak sehat karena kopdes mendapat keistimewaan, sementara agen dan warung sebagai penyalur barang berada di rantai paling ujung.

“Program ini juga berpotensi tidak efektif dan bahkan mengganggu program padat karya di desa seperti perbaikan irigasi maupun jalan desa. Efeknya, uang yang berputar di masyarakat desa menjadi terbatas dan bisa memicu penurunan pendapatan warga,” tambahnya.

Dampak pada Pelaku UMKM dan Masyarakat Desa

Bhima menambahkan bahwa kondisi tersebut dapat merugikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa. Mereka harus bersaing langsung dengan koperasi yang memiliki dukungan fasilitas dan pembiayaan lebih besar. Praktik tersebut juga bisa memicu efek substitusi yang pada akhirnya merugikan masyarakat desa.

Aktivitas ekonomi lokal berpotensi terganggu karena perputaran uang menjadi lebih terbatas. Ini dapat mengurangi daya beli masyarakat dan menghambat pertumbuhan ekonomi desa.

Penyebab Utama Kegagalan Skema Kopdes Merah Putih

Salah satu penyebab utama kegagalan skema Kopdes Merah Putih adalah alokasi dana yang tidak proporsional. Mayoritas dana dialokasikan untuk pembangunan fisik dan pengadaan kendaraan, sementara dana untuk pengisian toko hanya sebagian kecil. Hal ini menyebabkan koperasi tidak memiliki cukup modal untuk menjalankan operasional secara efektif.

Selain itu, kurangnya perencanaan yang matang dan tidak adanya evaluasi berkala terhadap kinerja Kopdes Merah Putih juga menjadi faktor penting. Tanpa evaluasi yang baik, sulit untuk mengetahui apakah program ini benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Solusi yang Diperlukan

Untuk meningkatkan efektivitas Kopdes Merah Putih, diperlukan perubahan dalam skema pengelolaan dan alokasi dana. Fokus seharusnya lebih pada penguatan kapasitas usaha kecil dan menengah di desa, bukan hanya sekadar membangun infrastruktur. Selain itu, perlu ada mekanisme pengawasan yang ketat agar dana yang dialokasikan benar-benar digunakan sesuai dengan tujuan awal.

Pemerintah juga perlu melibatkan masyarakat desa dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Partisipasi aktif dari masyarakat akan memastikan bahwa program ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka.

Kopdes Merah Putih memiliki potensi untuk menjadi alat penguatan perekonomian desa, tetapi skema yang digunakan saat ini dinilai tidak efektif. Diperlukan evaluasi menyeluruh dan perubahan strategi agar program ini benar-benar memberikan dampak positif. Dengan langkah-langkah yang tepat, Kopdes Merah Putih dapat menjadi model sukses dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontingen Sidoarjo Diberangkatkan ke Popda XIV, Target Juara Umum dan Bonus Miliaran Menanti Atlet Berprestasi

    Kontingen Sidoarjo Diberangkatkan ke Popda XIV, Target Juara Umum dan Bonus Miliaran Menanti Atlet Berprestasi

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2024
    • account_circle Adis
    • visibility 194
    • 0Komentar

    PDiagramkota.com -Dengan target besar mempertahankan gelar juara umum, Pjs Bupati Sidoarjo, Muhammad Isa Anshori, secara resmi melepas kontingen Kota Delta menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XIV 2024 di Bangkalan, Madura.   Pelepasan 264 atlet dan 64 official ini berlangsung di Pendapa Delta Wibawa pada Senin (4/11), diiringi semangat untuk mengulang kemenangan tahun sebelumnya.   […]

  • Pangdam V Brawijaya Tegaskan Kesiapan Pasukan Tangani Dampak Erupsi Semeru Secara Menyeluruh

    Pangdam V Brawijaya Tegaskan Kesiapan Pasukan Tangani Dampak Erupsi Semeru Secara Menyeluruh

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 116
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin, M.A. menegaskan komitmen prajurit dalam penanganan erupsi Semeru saat meninjau Posko Tanggap Darurat Kodim 0821/Lumajang. Pangdam V/Brawijaya memastikan kesiapan satuan berjalan optimal. “Kecepatan dan ketelitian kalian menentukan keselamatan warga,” tegasnya pada setiap tahap tugas penting. Didampingi Danrem 083/Baladhika Jaya dan Forkopimda, Pangdam V/Brawijaya mengecek kelengkapan pasukan serta […]

  • Petik Laut BORMA Jadi Tamparan Keras untuk Perangkat Desa Pulau Mandangin

    Petik Laut BORMA Jadi Tamparan Keras untuk Perangkat Desa Pulau Mandangin

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 244
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ribuan warga Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, Madura, memadati pesisir pantai mulai dari Dusun Keramat hingga pelabuhan dermaga untuk mengikuti tradisi petik laut yang digelar Kampung BORMA, Jumat (12/9/2025). Tradisi turun-temurun ini menjadi simbol syukur masyarakat nelayan Mandangin atas rezeki laut. Namun, gelaran tahun ini menyimpan pesan keras: acara terlaksana murni dari swadaya warga […]

  • Cek jadwal pembayaran dividen interim, ada MCOL, TOTO hingga YUPI

    Cek jadwal pembayaran dividen interim, ada MCOL, TOTO hingga YUPI

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 113
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Sembilan perusahaan tercatat dijadwalkan membagikandividen interimkepada para investor pada minggu ini, 15–19 Desember 2025. Perusahaan-perusahaan yang tercatat antara lain MCOL, TOTO hingga YUPI. Berdasarkan informasi dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dua perusahaan akan mengumumkan pembayaran dividen hari ini, Senin (15/12/2025), yaitu PT Prima Andalan Mandiri Tbk. (MCOL) dan PT Pulau Subur Tbk. (PTPS). […]

  • Sampah di Kota Surabaya

    1.600 Ton Per Hari, Masalah Sampah di Kota Surabaya: Tantangan dan Solusi yang Diperlukan

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 64
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kota Surabaya, salah satu kota terbesar di Jawa Timur, menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat mencatat bahwa produksi sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) mencapai 1.600 ton per hari. Angka ini menunjukkan betapa besar volume sampah yang harus dikelola oleh pemerintah daerah. Volume Sampah yang Mengkhawatirkan Setiap hari, warga […]

  • Komisi A Tegaskan Program Gen Z Rp47 Miliar Mampu Dorong Kemandirian Ekonomi Pemuda Berkelanjutan 

    Komisi A Tegaskan Program Gen Z Rp47 Miliar Mampu Dorong Kemandirian Ekonomi Pemuda Berkelanjutan 

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 411
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Rio Pattiselanno dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menilai keberhasilan program pemberdayaan pemuda tak hanya diukur dari besar kecilnya anggaran, tetapi dari keberlanjutan dan dampak riil yang dirasakan anak muda di lapangan. Menurutnya, alokasi dana Rp47 miliar untuk pemberdayaan Gen Z yang tercantum dalam RAPBD 2026 […]

expand_less