Kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Dapat Apresiasi dari Pejabat Nasional
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kinerja pemerintah provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mendapatkan apresiasi positif dari sejumlah pejabat nasional. Hal ini terungkap saat Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, mengikuti safari Ramadan dan buka puasa bersama di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Rifqinizamy menilai bahwa kinerja Pemprov Jawa Tengah menunjukkan tren yang membaik. Penilaian ini didasarkan atas hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan serta evaluasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Menurutnya, kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin berhasil memperbaiki tata kelola pemerintahan di wilayah tersebut. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar masalah pembangunan dapat segera diselesaikan.
Pentingnya Kreativitas dan Inovasi dalam Kepemimpinan Daerah
Rifqinizamy menambahkan bahwa pemimpin daerah saat ini harus berpikir kreatif dan inovatif, terutama menghadapi refocusing anggaran yang mengurangi dana transfer ke daerah. Program pembangunan harus efektif dan efisien agar memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Apresiasi serupa datang dari Menteri Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid. Ia menilai kepemimpinan di Jawa Tengah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa Jawa Tengah kini menjadi daerah yang banyak mendapat perhatian pemerintah pusat. Sejumlah komisi DPR RI telah berkunjung untuk menyerap aspirasi dan memberi masukan bagi pembangunan di 35 kabupaten/kota.
Fokus Utama Pemprov Jawa Tengah
Luthfi menegaskan bahwa fokus utama Pemprov saat ini adalah revitalisasi lahan pertanian untuk mendukung swasembada pangan nasional. Program ini mencakup penguatan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan penataan luas baku lahan pertanian di seluruh Jawa Tengah.
Berikut beberapa langkah strategis yang dilakukan oleh Pemprov Jawa Tengah:
- Penguatan LSD: Memastikan bahwa lahan sawah yang dilindungi tetap terjaga dan tidak teralih fungsi.
- Penataan Luas Baku Lahan Pertanian: Melakukan pengelolaan lahan pertanian secara lebih terstruktur dan efisien.
- Dukungan Swasembada Pangan: Meningkatkan produksi pangan melalui program-program yang berfokus pada peningkatan hasil pertanian.
- Sinergi dengan Pemerintah Pusat: Memastikan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pusat dalam pelaksanaan pembangunan. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar