Kekalahan Persebaya Surabaya Mengungkap Masalah Serius di Lini Depan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 5 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kekalahan telak 5-1 dari Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda menjadi titik kritis bagi Persebaya Surabaya. Hasil ini tidak hanya mengguncang para penggemar, tetapi juga memicu wacana tentang kebutuhan mendesak untuk memperkuat lini depan musim depan. Kritik keras datang dari Bonek, suporter setia Persebaya, yang menilai sektor penyerangan Green Force sedang dalam kondisi darurat.
Dalam pertandingan tersebut, lima gol Borneo FC dicetak oleh empat pemain berbeda. Juan Villa mencetak dua gol pada menit 15 dan 59, disusul Mariano Peralta pada menit 62, Koldo Obieta pada menit 68, dan Marcos Astina di masa injury time. Sementara itu, Persebaya hanya mampu membalas satu gol melalui bek asal Brasil, Leo Lelis, pada menit 73. Skor ini menunjukkan betapa timpangnya performa kedua tim selama pertandingan.
Sebagian Bonek menerima kekalahan ini sebagai bagian dari dinamika sepak bola. Namun, banyak yang menyampaikan kritik tajam terhadap sektor depan Persebaya. Mereka menilai bahwa lini penyerangan tidak memberikan ancaman berarti. Absennya striker utama Mihailo Perovic karena cedera disebut sebagai salah satu faktor utama tumpulnya serangan Green Force. Tanpa sosok target man, aliran bola di lini depan terlihat kehilangan arah.
Situasi ini semakin diperparah karena Persebaya Surabaya tidak memiliki striker murni lain di skuad musim ini. Ketika Perovic absen, pilihan di lini depan menjadi sangat terbatas. Akibatnya, strategi serangan Green Force kerap hanya bergantung pada pergerakan Bruno Moreira dan Paulo Henrique Riveira. Pola permainan tersebut mudah dibaca lawan yang cukup fokus mematikan dua pemain tersebut.
“Resiko maine cuma ngandelno Bruno & Riveira, wong 2 iku dikunci wes gak iso lapo2. Musuh Persib & Borneo dadi contoh nyata, permainan e saiki cuma ngandelno Bruno & Riveira. Gak duwe target man, bek lawan dadi gak perlu cemas. Fokus mateni pergerakan Bruno, Riveira & Gali,” tulis salah satu Bonek.
Nama Ramadhan Sananta Muncul Sebagai Solusi Potensial
Di tengah desakan tersebut, satu nama mulai kembali mencuat sebagai solusi potensial bagi Green Force. Sosok yang dimaksud adalah striker Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta. Persebaya Surabaya sebenarnya sempat mencoba mendatangkan Ramadhan Sananta pada bursa transfer paruh musim lalu. Namun upaya tersebut gagal karena sang pemain memilih bertahan bersama klubnya saat ini, DPMM FC di Liga Super Malaysia.
Ramadhan Sananta, yang saat ini bermain untuk DPMM FC, telah mencatatkan 2 gol dan 1 assist dalam 15 pertandingan. Informasi yang diberikan oleh akun Instagram @transfernews__ft menyebutkan kemungkinan waktu transfer sang pemain. Salah satunya pada awal musim Super League Indonesia 2026/2027 mendatang.
“Namun tetapi, Ada 2 kemungkinan Sananta bergabung dengan Persebaya, Ntah pada paruh musim Super League Indonesia 2025/26, atau Musim Baru Super League Indonesia 2026/27. Dengan demikian kontrak Sananta bersama DPMM FC akan berakhir pada 30 Juni 2026. MENARIK UNTUK DITUNGGU.!” tulis @transfernews__ft.
Jika melihat situasi kontrak tersebut, peluang Persebaya Surabaya merekrut Ramadhan Sananta pada awal musim depan terbilang cukup terbuka. Kontrak sang pemain bersama DPMM FC hanya tersisa hingga 30 Juni 2026. Artinya, Green Force berpotensi mendatangkan sang striker secara gratis jika menunggu hingga kontraknya habis.
Koneksi Historis dan Keperluan Mendesak
Selain faktor kontrak, ada juga aspek historis yang bisa mempermudah proses transfer. Ramadhan Sananta dikenal berkembang pesat saat dilatih Bernardo Tavares di PSM Makassar. Koneksi tersebut bisa menjadi nilai tambah jika Persebaya Surabaya benar-benar serius membangun lini depan yang lebih tajam.
Keputusan untuk mendatangkan striker baru seperti Ramadhan Sananta bukan lagi sekadar opsi, tetapi sudah menjadi urgensi. Jika ingin kembali bersaing di papan atas dan memburu gelar juara musim depan, Green Force tidak bisa lagi menunda pembenahan sektor penyerangan. Datangnya striker baru bisa menjadi awal perubahan besar bagi masa depan Persebaya Surabaya.***

>
>
>
