Kehidupan dan Karier Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Try Sutrisno adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah politik Indonesia. Sebagai Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, ia memiliki peran signifikan dalam berbagai peristiwa nasional. Meskipun tidak banyak yang mengetahui detail hidupnya, kiprahnya sebagai ajudan Presiden Soeharto memperkuat posisinya sebagai tokoh yang dekat dengan pucuk pimpinan negara.
Perjalanan Karier yang Menarik
Sebelum menjadi Wakil Presiden, Try Sutrisno dikenal sebagai ajudan setia Presiden Soeharto. Posisi ini memberinya akses langsung ke lingkaran dalam kekuasaan, sehingga memungkinkannya untuk terlibat dalam pengambilan keputusan penting. Dari sana, ia berkembang menjadi tokoh penting di berbagai lembaga pemerintahan.
Kariernya terus berkembang hingga akhirnya menjabat sebagai Wakil Presiden pada masa pemerintahan Soeharto. Meski hanya menjabat satu periode, peran tersebut membuatnya menjadi bagian dari sejarah politik Indonesia. Banyak yang menganggap bahwa ia memiliki kontribusi besar dalam menjaga stabilitas negara saat itu.
Kondisi Kesehatan dan Kematian
Pada usia 90 tahun, kondisi kesehatan Try Sutrisno mulai menurun. Menurut keluarga, ia sempat mengalami penurunan selera makan dan kesulitan dalam minum air, yang menyebabkan dehidrasi. Hal ini memicu pihak keluarga untuk membawanya ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto pada 16 Februari 2026.
Menurut putra Try Sutrisno, Taufik Dwi Cahyono, tidak ada penyakit spesifik yang diidap oleh ayahnya. Namun, faktor usia yang sudah sangat tua menjadi penyebab utama penurunan kondisi kesehatannya. Tim dokter RSPAD dan kepresidenan telah melakukan upaya maksimal dalam merawatnya.
Sayangnya, pada Senin pagi, 2 Maret 2026, kabar duka datang. Try Sutrisno meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Keluarga menyatakan bahwa almarhum tidak menderita sakit yang terlalu lama, dan kondisi kesehatannya memang sudah menurun karena faktor usia.
Proses Penyembahan dan Penghormatan
Setelah meninggal, jenazah Try Sutrisno disemayamkan di rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta. Selanjutnya, jenazah akan dishalatkan di Masjid Sunda Kelapa dan kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Banyak tokoh dan pejabat tinggi negara memberikan dukacita atas kematian Try Sutrisno. Beberapa di antaranya seperti Panglima TNI, mantan Panglima ABRI Wiranto, dan Airlangga Hartarto mengungkapkan rasa hormat terhadap sosok yang dianggap sebagai tokoh penting dalam sejarah bangsa.
Penghargaan dan Warisan
Meski hanya menjabat satu periode sebagai Wakil Presiden, warisan dan penghargaan yang diberikan kepada Try Sutrisno mencerminkan perannya dalam sejarah Indonesia. Ia dikenang sebagai tokoh yang patuh terhadap konstitusi dan selalu memprioritaskan kepentingan rakyat.
Dalam wawancara dengan Kompas TV, Taufik Dwi Cahyono menyampaikan bahwa ayahnya meninggal dalam keadaan tenang dan tanpa rasa sakit yang berlarut-larut. “Alhamdulillah, Bapak tidak menderita sakit yang terlalu lama dan yang lain-lainnya begitu, memang sudah usia,” ujarnya.
Kehidupan dan kematian Try Sutrisno menjadi momen penting bagi sejarah politik Indonesia. Meskipun ia tidak menjabat lama sebagai Wakil Presiden, perannya sebagai ajudan Soeharto dan pengambil keputusan penting membuatnya menjadi tokoh yang dihormati. Dengan usia yang sangat tua, kematian almarhum merupakan bagian dari proses alamiah, namun tetap meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam sejarah bangsa.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar