DPRD Jatim Beri Dukungan Penuh untuk Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Keputusan pemerintah yang membatalkan rencana sekolah daring di tengah upaya penghematan BBM mendapat dukungan penuh dari DPRD Jawa Timur. Legislator setempat menilai bahwa pembelajaran tatap muka tetap menjadi prioritas utama dalam sistem pendidikan, terlebih untuk menjaga kualitas dan karakter siswa.
Alasan Utama Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dipertahankan
Pembelajaran tatap muka dinilai memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir, disiplin, dan etika siswa. Anggota Komisi E DPRD Jatim, Suli Da’im, menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan langkah strategis dalam menentukan arah masa depan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Jawa Timur.
“Kami melihat bahwa pembelajaran tatap muka harus tetap menjadi prioritas karena interaksi langsung antara guru dan siswa menjadi ruang utama untuk menanamkan nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, serta kepemimpinan,” ujar Suli.
Kebijakan Pendidikan Harus Menjadi Fondasi Perkembangan Daerah
Suli menekankan bahwa kebijakan pendidikan hari ini akan menentukan masa depan generasi mendatang. Ia mengkhawatirkan jika kualitas pendidikan dikompromikan, maka yang rugi adalah seluruh daerah.
“Pembelajaran daring boleh jadi opsi darurat, tapi tidak bisa menjadi arus utama. Jika kita terlalu bergantung pada metode ini, maka akan timbul kesenjangan kualitas SDM, terutama bagi daerah dengan akses dan fasilitas terbatas,” tambahnya.
Pentingnya Peningkatan Kualitas Guru dan Sarana Pendidikan
Meski mendukung kebijakan pembelajaran tatap muka, Suli juga menyoroti perlunya peningkatan kualitas guru, pemerataan sarana prasarana, serta kurikulum yang adaptif terhadap tantangan zaman. Ia menegaskan bahwa kebijakan pendidikan harus diimplementasikan secara nyata, bukan hanya sebatas administratif.
“Komisi E akan memastikan bahwa kebijakan ini benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas SDM Jawa Timur. Pendidikan bukan hanya urusan hari ini, tapi tentang menentukan masa depan daerah,” tegasnya.
Masyarakat Mendukung Keputusan Pemerintah
Keputusan pemerintah yang membatalkan rencana sekolah daring juga mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak orang tua siswa merasa lebih percaya dengan metode pembelajaran tatap muka, karena dianggap lebih efektif dalam membangun keterampilan sosial dan akademik.
Selain itu, kebijakan ini juga dianggap sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kualitas pendidikan meskipun sedang menghadapi tantangan ekonomi.
Tantangan dan Solusi di Masa Depan
Meski ada apresiasi terhadap kebijakan ini, Suli tetap menyarankan agar pemerintah terus memperhatikan aspek lain yang berkaitan dengan pendidikan. Misalnya, penguatan infrastruktur, pelatihan guru, serta pengembangan kurikulum yang lebih inovatif.
“Jika semua elemen ini diperkuat, maka pembelajaran tatap muka akan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan generasi unggul Jawa Timur,” pungkasnya.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar