Di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Pemkot Surabaya Berupaya Kontrol Inflasi dengan Pasar Murah
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 22 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya untuk mengantisipasi lonjakan inflasi di tengah situasi geopolitik yang semakin memperburuk stabilitas ekonomi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menggencarkan program pasar murah. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap ancaman kenaikan harga bahan pokok dan bahan bakar yang dipicu oleh konflik di kawasan Timur Tengah.
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, menyatakan bahwa intervensi melalui pasar murah menjadi salah satu strategi utama dalam menjaga daya beli masyarakat. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan harga di pasar serta memastikan ketersediaan stok bahan pokok tetap stabil.
“Kita akan melakukan Pasar Murah. Kita juga akan menjaga inflasi agar di Surabaya tidak tinggi meskipun dengan kejadian global ini,” ujar Eri.
Dampak Konflik Global pada Ekonomi Lokal
Dinamika geopolitik, terutama konflik antara negara-negara di kawasan Timur Tengah, dikhawatirkan dapat memicu kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok. Kondisi ini berpotensi memengaruhi inflasi di daerah, termasuk Surabaya. Oleh karena itu, Pemkot Surabaya telah meningkatkan pemantauan harga dan koordinasi dengan distributor untuk memastikan ketersediaan barang tetap lancar.
“Yang menjadi perhatian utama kami adalah potensi dampak terhadap inflasi. Kondisi geopolitik bisa berpengaruh pada kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok. Karena itu, kami akan memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi di daerah,” tambahnya.
Langkah Preventif Pemkot Surabaya
Selain pasar murah, Pemkot Surabaya juga telah melakukan rapat rutin dengan berbagai stakeholder terkait untuk membahas kemungkinan inflasi akibat situasi global. Pemantauan perkembangan harga akan terus dilakukan hingga pekan depan.
“Ini sudah kita rapatkan berulang kali dengan semua stakeholder terkait kemungkinan inflasi. Kita lihat skala harga sampai minggu depan. Karena dengan Selat Hormuz yang diblokir dan semakin masifnya perang ini, kami khawatir ketika harga minyak naik otomatis akan mempengaruhi harga semua barang di Indonesia, khususnya Surabaya,” jelas Eri.
Fokus pada Stabilitas Harga dan Kondusivitas Kota
Prioritas utama Pemkot Surabaya saat ini adalah mencegah gejolak global tersebut menjalar menjadi lonjakan harga yang sulit dikendalikan di tingkat lokal. Eri menekankan bahwa stabilitas dan kondusivitas kota harus tetap terjaga.
“Yang terpenting bagi kami di daerah adalah menjaga stabilitas dan kondusivitas kota. Jangan sampai terjadi lonjakan harga yang tidak terkendali akibat situasi global,” tegasnya.
Relevansi Pasar Murah dalam Konteks Inflasi
Program pasar murah bukanlah hal baru bagi Pemkot Surabaya. Sebelumnya, pasar murah juga digelar selama Ramadan untuk menekan inflasi. Langkah ini dianggap efektif dalam menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Beberapa rekomendasi dari ahli ekonomi juga mendukung upaya ini. Mereka menilai bahwa pasar murah bisa menjadi alat penting dalam menstabilkan harga di tengah ketidakpastian global. Selain itu, langkah ini juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang khawatir akan kenaikan harga yang tidak terduga.
Tantangan dan Peluang di Tengah Ketidakpastian
Meski ada tantangan, Pemkot Surabaya optimis bahwa langkah-langkah yang diambil dapat membantu mengurangi tekanan inflasi. Dengan pendekatan proaktif dan kolaborasi dengan berbagai pihak, pemerintah kota berharap dapat menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah situasi yang dinamis.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar