Bulog Persiapan Stok Bahan Pokok Jelang Lebaran 2026 di Jawa Timur
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Jawa Timur telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan ketersediaan bahan pokok yang cukup dan stabil menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah/2026. Dengan persiapan yang matang, Bulog Jatim menargetkan agar masyarakat dapat merayakan hari raya dengan tenang dan nyaman.
Ketersediaan Beras dan Minyak Goreng Subsidi
Salah satu komponen utama dalam persiapan tersebut adalah ketersediaan beras dan minyak goreng subsidi yang disebut sebagai Minyakita. Menurut data terbaru, Bulog Jatim telah menyediakan sebanyak 1 juta ton beras serta 2,1 juta liter Minyakita. Angka ini mencerminkan komitmen pihak Bulog untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang lebaran.
Selain itu, sejak awal tahun 2026, Bulog Jatim telah menyalurkan 42 ribu ton beras SPHP dan 9 juta liter Minyakita melalui berbagai saluran seperti GPM yang diinisiasi TNI/Polri, pemerintah daerah, BUMN/BUMD, pasar-pasar, dan RPK di luar pasar. Hal ini menunjukkan bahwa distribusi bahan pokok dilakukan secara luas dan merata.
Penyerapan Gabah Kering Panen
Selain beras, Bulog Jatim juga aktif dalam menyerap gabah kering panen (GKP). Sampai saat ini, pihak Bulog telah menyerap sebanyak 588 ribu ton GKP, yang setara dengan 300 ribu ton beras. Angka ini menjadi yang tertinggi di seluruh Indonesia, dengan kontribusi sebesar 32% dari capaian nasional sebesar 1.818.000 GKP atau sekitar 950.000 ton beras per hari.
Langgeng Wisnu Adinugroho, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, menjelaskan bahwa kolaborasi antara pihak Bulog dengan berbagai instansi seperti Pemprov Jatim, Dinas Pertanian, TNI, Polri, mitra penggilingan, dan Tim Jemput Pangan (TJP) merupakan faktor penting dalam pencapaian ini.
Pengawasan Harga Jagung
Selain beras, Bulog Jatim juga fokus pada penyerapan jagung pipil kering (JPK) untuk menjaga stabilitas harga pakan ternak. Hingga akhir tahun, Bulog Jatim telah menyerap sebanyak 40.796 ton JPK, yang mencapai 40% dari target nasional sebesar 100.000 ton. Harga beli jagung oleh Bulog adalah Rp6.400 per kilogram untuk kadar air maksimal 14% di gudang milik Bulog.
Kolaborasi dengan Polda Jawa Timur sangat penting dalam proses ini, termasuk penggunaan gudang jagung milik Polri untuk penyimpanan jagung di Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Serapan ini bertujuan untuk menjaga harga jagung di tingkat peternak melalui program SPHP jagung, yang diharapkan berdampak positif pada harga pakan, telur, hingga daging ayam.
Sosialisasi Transaksi Non-Tunai
Untuk menjaga keamanan dalam transaksi, Bulog Jatim juga melakukan sosialisasi kepada para petani untuk melakukan pembayaran secara non-tunai atau transfer ke rekening masing-masing petani. Selain itu, Tim Jemput Pangan (TJP) Bulog akan tetap berjaga-jaga selama momentum libur hari raya untuk memastikan kestabilan pasokan.
Upaya Mencegah Panic Buying
Meski stok bahan pokok cukup, Bulog Jatim mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Dengan distribusi yang merata dan jumlah stok yang cukup, masyarakat diharapkan dapat membeli sesuai kebutuhan tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan.
Pemantauan terus dilakukan oleh pihak Bulog untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap stabil hingga hari raya tiba. Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi yang baik, Bulog Jatim berkomitmen untuk menjaga kesejahteraan masyarakat menjelang Idulfitri 2026.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar