Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Pemdes Lama Disorot Warga, “Bongkar“ Kos di Atas Tanah Kas Desa Damarsi Sidoarjo 

Pemdes Lama Disorot Warga, “Bongkar“ Kos di Atas Tanah Kas Desa Damarsi Sidoarjo 

  • account_circle Adis
  • calendar_month 45 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Persoalan Tanah Kas Desa (TKD) di Desa Damarsi, Kecamatan Buduran, semakin memanas. Aset desa yang seharusnya menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) diduga dimanfaatkan tanpa memberikan kontribusi bagi desa. Polemik ini kini juga menyeret kebijakan pemerintah desa lama yang menjadi sorotan warga.

Sorotan warga menguat setelah muncul bangunan kos-kosan yang berdiri di atas lahan TKD. Warga menilai keberadaan bangunan tersebut tidak semestinya ada di atas aset desa dan meminta agar bangunan itu segera diratakan demi mengembalikan fungsi tanah kas desa.

Seperti diketahui, Desa Damarsi sebelumnya dipimpin oleh Kepala Desa Musollin pada periode 2012–2018. Setelah itu, jabatan kepala desa dilanjutkan oleh Miftahul Anwaruddin untuk periode 2018–2026. Kebijakan pada masa pemerintahan desa sebelumnya kini turut dipertanyakan warga terkait pengelolaan aset desa tersebut.

Persoalan ini berkaitan dengan lahan TKD seluas sekitar 3.500 meter persegi yang saat ini disebut telah dimanfaatkan menjadi bangunan rumah kos, seperti yang di ketahui  bangunan kos Tersebut sejak akhir Oktober 2023 silam. Kondisi itu memunculkan pertanyaan warga mengenai status dan legalitas pemanfaatan tanah kas desa tersebut.

Mantan anggota BPD Damarsi, M. Ali Subhan (54), menjelaskan bahwa akar persoalan bermula sejak tahun 2004 ketika lahan tersebut diserahkan kepada desa sebagai aset TKD.

“Masalah mulai muncul saat pengembang PT Jaya Tera Group membebaskan lahan sekitar 1,5 hektare yang berdekatan dengan TKD. Pada pembangunan tahap kedua tahun 2016, mereka membangun di sisi barat hingga membuat posisi tanah kas desa terjepit,” jelas Ali Subhan, Kamis (11/3).

Menurutnya, pemerintah desa saat itu seharusnya dapat mengambil langkah pencegahan agar aset desa tidak terdampak pembangunan perumahan.

“Saya menduga sejak 2017 sudah ada skenario tukar guling (ruislag) dengan alasan lahan terjepit. Padahal kondisi itu sebenarnya bisa dihindari jika sejak awal aset desa dijaga dengan baik,” tambahnya.

Selain itu, rencana tukar guling tersebut juga tidak berjalan mulus. Pemilik lahan pengganti yang disebut bernama Haji Ayugan dikabarkan membatalkan kesepakatan sekitar tahun 2023 sehingga persoalan TKD hingga kini belum menemukan titik terang.

Tokoh masyarakat Damarsi, Hasan Hadi (50), juga menyoroti kerugian desa. Ia menyebut pengembang telah memanfaatkan akses jalan yang melintasi TKD untuk pembangunan perumahan tanpa memberikan kompensasi kepada desa.

“Seluruh akses jalan pembangunan tahap dua melewati tanah TKD. Namun sampai sekarang PT Jaya Tera Group tidak memberikan kontribusi apa pun kepada desa. Ini jelas merugikan warga karena aset desa dimanfaatkan secara sepihak,” tegasnya.

Ia menambahkan, warga melalui Musyawarah Desa (Musdes) juga telah merekomendasikan agar bangunan kos yang berdiri di atas tanah kas desa segera dibongkar.

“Warga meminta bangunan kos di atas tanah kas desa diratakan agar fungsi aset desa bisa kembali seperti semula dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan,” ujarnya.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Desa Damarsi, Miftahul Anwaruddin, menyatakan pihaknya berkomitmen menyelamatkan aset desa. Ia mengakui koordinasi dengan pihak pengembang kerap menemui jalan buntu karena mereka selalu berpegang pada izin lama.

“Pengembang selalu beralasan izin mereka sudah lengkap sejak dulu. Tapi kenyataannya tanah kas desa kita terhimpit dan PADes dari sektor itu tidak berjalan,” kata Udin.

Ia menegaskan pemerintah desa akan mengikuti rekomendasi warga dan BPD, termasuk menertibkan bangunan yang berdiri di atas TKD serta menempuh jalur hukum jika persoalan tersebut tidak segera diselesaikan.

“Hasil rapat sudah jelas. Jika tidak ada penyelesaian atau kompensasi sesuai aturan, kami siap menempuh langkah hukum dan menertibkan bangunan di atas tanah kas desa agar aset desa kembali bermanfaat bagi warga Damarsi,” pungkasnya.(Zack)

  • Penulis: Adis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat hari Ibu

    22 Desember, Selamat Hari Ibu: Wujudkan Kasih Sayang untuk Pahlawan Hidup Kita

    • calendar_month Sabtu, 21 Des 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 504
    • 0Komentar

    *Oleh: Hari Agung DIAGRAMKOTA.COM – Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember menjadi momen istimewa untuk mengapresiasi sosok ibu sebagai pahlawan yang penuh cinta dan pengorbanan. Peran ibu tidak hanya sekadar membesarkan anak-anak, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi keluarga dan masyarakat. Pada hari ini, mari kita bersama-sama memberikan penghargaan terbaik untuk ibu, baik […]

  • Belajar di Markas TNI, Siswa MI Thoriqul Huda Kenal Dunia Militer Sejak Dini

    Belajar di Markas TNI, Siswa MI Thoriqul Huda Kenal Dunia Militer Sejak Dini

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 67
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Tahun Baru 2026 menjadi momen berkesan bagi para peserta didik MI Thoriqul Huda Desa Kerjo, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek. Rabu (7/1/2026), ratusan siswa mengikuti kegiatan outing class edukatif di Markas Kodim 0806/Trenggalek sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas yang sarat nilai kebangsaan. Cuaca cerah di pagi hari semakin menambah semangat para peserta […]

  • Mobil Impian Lebih Dekat, Promo KKB BRI di Consumer Expo Surabaya 2025

    Mobil Impian Lebih Dekat, Promo KKB BRI di Consumer Expo Surabaya 2025

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Tips Memilih Mobil Keluarga yang Tepat dan Fleksibel dalam Pembiayaan DIAGRAMKOTA.COM – Memiliki rumah sendiri adalah impian banyak orang, tetapi sering kali diiringi keinginan untuk memiliki mobil yang nyaman bagi keluarga. Kedua hal ini menjadi pilar penting dalam menjaga kenyamanan hidup sehari-hari. Namun, memutuskan untuk memiliki rumah dan mobil yang sesuai tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. […]

  • Ratusan Seniman Hadiri Parade Jaranan, Budaya Lokal yang Menggelora di Jombang

    Ratusan Seniman Hadiri Parade Jaranan, Budaya Lokal yang Menggelora di Jombang

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 104
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Budaya tradisional kembali menarik perhatian masyarakat luas melalui acara besar yang digelar di Kabupaten Jombang. Ratusan seniman dari 15 kelompok jaranan turut serta dalam Parade Jaranan, sebuah perayaan yang menggabungkan kekayaan budaya lokal dengan semangat gotong royong. Acara ini menjadi bukti bahwa seni tradisi tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang dan diterima oleh […]

  • Curanmor Resahkan Warga Sedati, Vario Milik Warga Alastipis Raib di Teras Rumah

    Curanmor Resahkan Warga Sedati, Vario Milik Warga Alastipis Raib di Teras Rumah

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Aksi pencurian sepeda motor kembali menghantui warga Kecamatan Sedati. Kali ini, motor Honda Vario milik Muhammad Fagir (23), warga Dusun Alastipis, Desa Pabean, digondol maling meski sudah dalam kondisi terkunci setang dan diparkir di teras rumah. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (17/7) sekitar pukul 03.30 dini hari. Saat kejadian, Fagir baru saja masuk […]

  • Sukses di Banten: Tim Woodball Jawa Timur Borong 3 Emas dan 1 Perunggu

    Sukses di Banten: Tim Woodball Jawa Timur Borong 3 Emas dan 1 Perunggu

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 194
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Tim Woodball Jawa Timur kembali membuktikan dominasinya dengan meraih 3 medali emas dan 1 medali perunggu di Kejuaraan 1st Banten Woodball Championship. Kompetisi ini berlangsung dari tanggal 4 hingga 7 Juli 2024 di Pamulang, Banten, dan diikuti oleh 360 atlet dari 13 provinsi di Indonesia. Medali emas untuk Jawa Timur diraih oleh Ailen […]

expand_less