Waktu Pelaksanaan Sholat Tarawih yang Tepat Selama Bulan Ramadhan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sholat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dinantikan oleh umat Muslim selama bulan Ramadhan. Ibadah ini dilakukan di malam hari dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan spiritual yang mengiringi puasa. Namun, banyak orang masih bertanya-tanya kapan sholat tarawih sebaiknya dimulai.
Syarat Utama: Setelah Sholat Isya
Salah satu aturan utama dalam melaksanakan sholat tarawih adalah bahwa ia harus dilakukan setelah menunaikan sholat Isya. Hal ini disebabkan karena tarawih termasuk dalam rangkaian ibadah malam yang berlangsung setelah sholat Isya. Banyak ulama menyarankan agar tarawih tidak dilakukan terlalu lama setelah Isya, agar umat Muslim tetap bisa menjaga kekhusyukan dan menghindari risiko tertidur sebelum melakukan ibadah.
Batas Akhir: Sebelum Masuk Waktu Subuh
Batas akhir pelaksanaan sholat tarawih adalah sebelum masuk waktu fajar atau Subuh. Artinya, umat Muslim masih memiliki kesempatan untuk melaksanakan tarawih sepanjang malam. Namun, secara umum masyarakat cenderung memilih melakukannya di awal malam, setelah sholat Isya selesai.
Sesuaikan dengan Jadwal Daerah Masing-Masing
Di Indonesia, waktu adzan Isya bervariasi tergantung pada letak geografis suatu daerah. Oleh karena itu, waktu pelaksanaan tarawih juga mengikuti jadwal setempat. Di wilayah Indonesia bagian barat, misalnya, tarawih biasanya dimulai sekitar pukul 19.30 WIB, sementara di wilayah tengah dan timur bisa lebih cepat atau lebih lambat sesuai dengan waktu Isya.
Jumlah Rakaat yang Berbeda-Beda
Selain waktu pelaksanaan, terdapat pula perbedaan jumlah rakaat tarawih yang sering dijumpai di tengah masyarakat. Sebagian umat Muslim melaksanakan tarawih 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir, sementara sebagian lainnya menjalankan 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir. Perbedaan ini merupakan hal yang wajar karena memiliki dasar dalil dan tradisi yang berbeda-beda dalam praktik keagamaan.
Tarawih Dapat Dilakukan Secara Mandiri
Bagi umat Muslim yang tidak dapat mengikuti tarawih berjamaah di masjid, pelaksanaan di rumah tetap sah dan memiliki nilai ibadah yang sama. Yang terpenting adalah menjaga niat, kekhusyukan, serta konsistensi dalam menjalankan ibadah selama Ramadan.
Pentingnya Memahami Ketentuan Waktu
Dengan memahami ketentuan waktunya, umat Muslim dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari agar tetap dapat menjalankan ibadah dengan optimal. Pemahaman ini juga membantu dalam menjaga kekhusyukan dan meningkatkan kualitas ibadah selama bulan Ramadhan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar