Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » LEGISLATIF » Rumah Layak, Hidup Tidak: DPRD Surabaya Ungkap Fakta Lansia Hidupi 4 Cucu Tak Dianggap Miskin

Rumah Layak, Hidup Tidak: DPRD Surabaya Ungkap Fakta Lansia Hidupi 4 Cucu Tak Dianggap Miskin

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 22 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Di atas kertas, keluarga ini tidak miskin. Rumahnya masih berdiri. Dindingnya utuh. Terlintas semuanya tampak baik-baik saja. Akan tetapi di dalamnya, DPRD Surabaya temukan seorang lansia harus menanggung hidup satu anak dan empat cucu tanpa penghasilan tetap.

Fakta itu diungkapkan Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi’i, saat turun langsung ke wilayah Kecamatan Krembangan.

Ironisnya, keluarga ini tidak masuk kategori miskin. Bukan karena hidupnya cukup, tapi karena rumahnya dianggap masih “layak”.

Sebuah standar yang, dalam praktiknya, lebih peduli pada bangunan daripada isi perut penghuninya.

Sekolah Jadi Kemewahan bagi Anak Asma

Di keluarga itu, sekolah bukan lagi hak dasar. Ia berubah menjadi kemewahan.

Cucu pertama sang lansia, siswi kelas 2 di SMP Negeri 7 Surabaya, harus berjuang melawan penyakit asma setiap hari.

Berjalan kaki ke sekolah bukan sekadar melelahkan—tapi bisa membuatnya jatuh sakit.

“Kalau tidak ada tetangga yang memberi uang untuk naik ojek, ya tidak sekolah. Jalan kaki langsung sakit, bahkan bolak-balik opname di rumah sakit,” ungkap Imam.

Sekolah, yang seharusnya menjadi pintu masa depan, justru menjadi beban yang tak selalu bisa dijangkau.

Akhirnya, bukan negara yang hadir. Tapi tetangga.

Imam pun mengaku turun tangan dengan membelikan sepeda agar siswi tersebut tetap bisa bersekolah.

“Apalagi nanti saat bulan puasa, kondisi fisiknya pasti lebih rentan kalau harus berjalan jauh,” tambahnya.

Usia Sekolah, Tapi Belum Pernah Sekolah

Di sudut rumah yang sama, dua anak kembar berusia 6 tahun belum pernah merasakan bangku pendidikan.

Bukan karena tidak mau. Tapi karena tidak mampu.

Di tengah gencarnya wacana peningkatan kualitas SDM, masih ada anak-anak yang bahkan belum memulai.

Imam berjanji akan membantu keduanya masuk TK pada tahun ajaran baru.

“Anak-anak ini harus mendapatkan akses pendidikan sejak dini,” tegasnya.

Satu Nenek, Lima Cucu, Tanpa Sandaran

Cerita ini tidak berhenti di sana.

Anak kedua sang lansia, lulusan STM, hingga kini belum memiliki pekerjaan. Sementara ibu dari kelima cucu tersebut telah menikah dua kali—dan kedua suaminya pergi tanpa tanggung jawab.

Yang tersisa hanyalah seorang nenek, menanggung hidup lima cucu di usia senja.

Sebuah potret keluarga yang rapuh, tapi tak cukup “rapuh” untuk diakui sebagai miskin.

DPRD Surabaya: Program Tinggi, Realita Masih Rendah

Dalam kondisi seperti ini, Imam menilai arah kebijakan pemerintah perlu ditinjau ulang.

“Pemkot jangan muluk-muluk dulu bicara program satu keluarga satu sarjana. Faktanya, masih banyak warga yang kesulitan makan karena tidak punya pekerjaan,” tegasnya.

Pernyataan itu seperti menampar realita: ketika program besar digagas, kebutuhan paling dasar justru belum terpenuhi.

Lebih ironis lagi, ada warga yang jelas kesulitan hidup, namun tidak masuk daftar bantuan karena tidak memenuhi syarat administratif.

“Ironisnya, mereka tidak diakui miskin sehingga tidak bisa masuk daftar keluarga miskin atau pra-miskin,” lanjutnya.

Ketika Data Lebih Penting dari Kenyataan

Kasus ini memperlihatkan satu hal: kemiskinan tak selalu terlihat dari dinding rumah.

Namun dalam sistem, yang diukur justru itu.

Akibatnya, warga yang kesulitan makan bisa dianggap “mampu” hanya karena masih memiliki tempat tinggal yang layak secara fisik.

Sementara realitasnya, kebutuhan dasar belum terpenuhi.

“Penuhi dulu kebutuhan dasar warga. Setelah itu, baru bicara program-program lanjutan,” pungkas Imam. ***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Optimistis Kapal Selam Otonom Buatan PT PAL Mampu Amankan Choke Point Perairan Indonesia

    Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Optimistis Kapal Selam Otonom Buatan PT PAL Mampu Amankan Choke Point Perairan Indonesia

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 198
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Atas perintah dari Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin membangun kekuatan TNI dengan menambah sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista). Tidak hanya buatan luar negeri, alutsista buatan dalam negeri juga mendapat atensi dari Sjafrie. Salah satunya Kapal Selam Otonom (KSOT) yang dikembangkan dan dibuat PT PAL Indonesia di Surabaya, Jawa Timur (Jatim). […]

  • Jadwal Kapal Pelni Rute Makassar ke Benoa Tahun 2026

    Jadwal Kapal Pelni Rute Makassar ke Benoa Tahun 2026

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 37
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Rute pelayaran antara Makassar dan Benoa menjadi salah satu jalur penting dalam sistem transportasi laut di Indonesia. Pada bulan Februari 2026, sejumlah kapal milik Perusahaan Angkutan Umum Nasional (Pelni) akan melintasi rute ini, memberikan opsi bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan antar kota. Beberapa kapal yang akan beroperasi pada masa tersebut antara lain KM Tilongkabila […]

  • Luncurkan Scomadi di GIIAS Surabaya 2025, Target Pasar Premium Skuter Jatim

    Luncurkan Scomadi di GIIAS Surabaya 2025, Target Pasar Premium Skuter Jatim

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 236
    • 0Komentar

      DIAGRAMKOTA.COM – Merek sepeda motor roda dua asal Inggris, Scomadi, memastikan kehadirannya dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2025 dengan membawa lini terbaru. Kepala Humas Scomadi Indonesia, Dennis Kadaruskan, menyatakan kehadiran Scomadi di Surabaya merupakan langkah strategis dalam memperluas pangsa pasar setelah sebelumnya secara resmi masuk ke Indonesia pada September 2023. “Sejak […]

  • Kapolsek dukuh pakis

    Kapolsek Dukuh Pakis Dorong Siswa SMAK Dharma Mulya Fokus Berprestasi dan Hindari Kenakalan Remaja

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 264
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kapolsek Dukuh Pakis, Kompol Masdawati Saragih, S.H., M.H., mengadakan bimbingan dan penyuluhan kepada 80 siswa kelas 12 SMAK Dharma Mulya Surabaya pada Rabu pagi, bertempat di Aula Sekolah di Jl. Raya Dukuh Kupang Barat No. 47 Surabaya, (30/10/24). Acara ini bertujuan memberikan pembekalan dan pemahaman penting bagi siswa untuk menghindari perilaku menyimpang serta […]

  • Persebaya Surabaya ,Malut United

    Persebaya Surabaya Siap Tambah Kekuatan di Super League 2025/2026

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 38
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Persebaya Surabaya, salah satu klub sepak bola ternama di Indonesia, terus memperkuat komposisi tim menjelang bergulirnya putaran kedua Super League 2025/2026. Pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa proses transfer belum sepenuhnya selesai. Meskipun sudah mendatangkan tiga pemain baru, pihak klub masih membuka peluang untuk menambah amunisi tambahan demi memastikan kekuatan skuad yang lebih […]

  • Menghidupkan Aksara Jawa di Kota Lama Surabaya

    Menghidupkan Aksara Jawa di Kota Lama Surabaya

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 231
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Di kampung Kota Lama Surabaya, bocah-bocah kecil bermain dengan aksara Jawa. Kegiatan Sinau Aksara Jawa yang diadakan oleh Puri Aksara Rajapatni di Jalan Mliwis, Surabaya, diikuti oleh anak-anak kecil, orang dewasa, hingga kakek-nenek. Semua peserta bersemangat seperti pemuda, menjaga nyala api budaya. Budaya literasi aksara Jawa seolah hampir padam oleh perkembangan zaman. Di […]

expand_less