Menghidupkan Aksara Jawa di Kota Lama Surabaya

BUDAYA691 Dilihat

DIAGRAMKOTA.COM – Di kampung Kota Lama Surabaya, bocah-bocah kecil bermain dengan aksara Jawa. Kegiatan Sinau Aksara Jawa yang diadakan oleh Puri Aksara Rajapatni di Jalan Mliwis, Surabaya, diikuti oleh anak-anak kecil, orang dewasa, hingga kakek-nenek. Semua peserta bersemangat seperti pemuda, menjaga nyala api budaya.

Budaya literasi aksara Jawa seolah hampir padam oleh perkembangan zaman. Di kawasan Kota Lama Surabaya, peradaban Eropa, Pecinan, Melayu, Arab, Jawa, dan Madura berbaur. Namun, peradaban Jawa dan Madura di kawasan ini semakin jarang terlihat. Bangunan kolonial megah masih dihuni oleh warga dari berbagai etnis, termasuk Jawa, Madura, dan Pecinan.

Banyak warga setempat yang berusia di atas 65 tahun, bahkan ada yang sudah mencapai 80 tahun, pernah belajar membaca dan menulis Aksara Jawa di sekolah. Kini, di usia senja, aksara Jawa semakin langka dan perlu dilestarikan agar tidak punah.

Baca Juga :  Semarakkan Wisata Kota Lama Surabaya, A Hermas Thony Impikan Revitalisasi 'Jembatan Angkat' Petekan

Kegiatan Sinau Aksara Jawa di Kota Lama Surabaya melibatkan anak-anak kecil, remaja, dan dewasa. Selain bermanfaat bagi anak-anak, kegiatan ini juga menjadi atraksi budaya yang mendukung konsep wisata Kota Lama. Kegiatan ini memberikan dampak ganda: pendidikan dan pariwisata.

Berbagai usia belajar aksara Jawa bersama-sama, mengingat kembali pelajaran yang mungkin sudah terlupakan. Tidak ada ujian seperti di sekolah, melainkan proses belajar yang menghasilkan karya budaya bernilai ekonomis untuk mendukung panggung Kota Lama Surabaya.

Anak-anak kecil menikmati belajar aksara Jawa sambil bermain dengan remaja dan dewasa. Kegiatan ini adalah proses yang akan menghasilkan produk untuk mendukung geliat wisata Kota Lama Surabaya.

Menurut Wiji Utomo, salah satu tutor Aksara Jawa dari Puri Aksara Rajapatni, literasi Aksara Jawa dapat menghasilkan karya seni untuk mendukung kawasan wisata Kota Lama Surabaya. Souvenir atau oleh-oleh adalah salah satu dari tujuh unsur pariwisata yang disebut Sapta Pesona Pariwisata, yang meliputi Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan.

Baca Juga :  Semarakkan Wisata Kota Lama Surabaya, A Hermas Thony Impikan Revitalisasi 'Jembatan Angkat' Petekan

Kota Lama Surabaya baru saja diresmikan pada 3 Juli 2024. Dengan berjalannya waktu, tujuh unsur pariwisata ini dapat dibangun dan diciptakan demi peneguhan Sapta Pesona Pariwisata.

Kegiatan Sinau Aksara Jawa sendiri adalah atraksi yang bisa dilihat dan diikuti oleh pengunjung. Mereka dapat terlibat dalam proses pembelajaran yang memberikan pengalaman berharga. Unsur atraksi ini adalah bagian dari lima unsur industri pariwisata, yaitu attractions, facilities, infrastructure, transportations, dan hospitality. Ketika Sinau Aksara Jawa menjadi atraksi, kegiatan ini dapat dipertahankan dan dikembangkan untuk menghiasi Kota Lama Surabaya. (dk/Nanang)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *