Peristiwa Tragis di Sonic Drive-In San Antonio yang Mengubah Hidup Seorang Remaja
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah peristiwa tragis terjadi di sebuah restoran cepat saji Sonic Drive-In di San Antonio, Texas, pada Juli 2024. Peristiwa ini berujung pada kematian Daniel Shrewsbury, seorang manajer restoran yang tewas setelah terlibat dalam konfrontasi dengan seorang remaja. Kejadian ini tidak hanya mengubah hidup korban dan pelaku, tetapi juga menjadi peringatan tentang konsekuensi dari tindakan impulsif.
Konfrontasi Awal yang Berujung Kekerasan
Peristiwa dimulai saat Adiah Roberson, yang saat itu berusia 17 tahun, mencoba membayar makanan dengan uang yang diduga palsu. Petugas di lokasi merasa curiga dan meminta dia untuk menunjukkan uang tersebut. Setelah situasi memanas, Shrewsbury mengikuti Roberson ke luar untuk mengambil foto plat nomor kendaraannya sebagai bagian dari proses penyelidikan. Namun, hal ini justru memicu reaksi yang tidak terduga.
Roberson keluar dari mobil dan menembak Shrewsbury. Dalam sekejap, kehidupan Shrewsbury yang masih muda dan penuh potensi berakhir. Insiden ini menjadi pusat perhatian publik dan media setelah penangkapan serta pengadilan terhadap pelaku.
Proses Hukum dan Pengadilan
Setelah beberapa bulan pencarian, Roberson akhirnya ditangkap di Dallas pada Oktober 2024. Dia ditempatkan di daftar Top 10 Most Wanted Texas karena terlibat dalam kasus pembunuhan ini. Pada Januari 2026, dia mengajukan pleidoi “no contest” atas tuduhan pembunuhan dan penganiayaan berat dengan senjata tajam. Hakim Benjamin Robertson memberikan hukuman maksimal yang bisa diberikan, yaitu 40 tahun penjara, yang akan dijalani bersamaan dengan hukuman 20 tahun untuk penganiayaan.
Meskipun hukumannya cukup berat, banyak yang merasa bahwa hukuman ini tidak cukup untuk mengganti kehilangan yang dialami keluarga korban. Ibu Shrewsbury, Peggy Cofield, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam selama sidang hukum. “Satu-satunya yang saya miliki adalah foto anak saya di dinding dan abu-abiannya di tubuh saya — saya tidak akan pernah bisa mengembalikannya,” katanya.
Tanggapan dari Keluarga dan Saksi
Selain keluarga korban, beberapa anggota keluarga Roberson juga hadir di persidangan. Mereka memohon kepada hakim agar memberikan belas kasihan, menjelaskan bahwa Roberson adalah remaja cerdas dan berbakat yang membuat kesalahan besar. Namun, meskipun ada permohonan tersebut, hukuman tetap dijatuhkan.
Saksi utama dalam kasus ini adalah Carlos Encino, manajer restoran yang memberikan kesaksian. Menurutnya, Shrewsbury rela menutupi shift kerjanya malam itu dan dikenal sebagai sosok yang ramah dan penuh semangat. Saat mendengar suara tembakan, Encino melihat Shrewsbury kembali ke restoran dan jatuh. “Saya membalikkannya dan mendengar napas terakhirnya,” katanya.
Tantangan dan Pelajaran yang Diambil
Kasus ini menjadi contoh betapa pentingnya mengelola emosi dalam situasi kritis. Dalam keadaan yang penuh tekanan, tindakan impulsif dapat berakibat fatal. Selain itu, kasus ini juga mengingatkan kita tentang risiko menggunakan uang palsu dan dampaknya terhadap keamanan masyarakat.
Dengan hukuman yang diberikan, Roberson akan memiliki waktu yang panjang untuk merenungkan tindakannya. Bagi keluarga Shrewsbury, hukuman ini mungkin menjadi satu-satunya bentuk keadilan yang bisa mereka harapkan. Namun, kehilangan yang dialami mereka tidak akan pernah bisa digantikan.***

>

Saat ini belum ada komentar