Perang Melawan Korupsi: Visi Presiden Prabowo untuk Indonesia Baru
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 20 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya dalam memerangi korupsi yang masih menjadi tantangan besar bagi bangsa. Dalam sebuah pidato di acara Indonesia Economic Outlook 2026, ia menyampaikan bahwa keberadaan korupsi di tengah masyarakat harus segera diatasi dengan tindakan nyata.
“Kita tidak perlu malu mengakui kekurangan yang ada. Salah satunya adalah masalah korupsi, yang masih terlalu banyak terjadi di Indonesia,” ujarnya. Ia menekankan bahwa korupsi bukanlah hal yang bisa dibiarkan berlarut-larut, karena akan menghambat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.
Kebocoran Uang Negara Harus Diatasi
Prabowo juga menyoroti pentingnya menjaga keuangan negara dari manipulasi dan kebocoran. Ia mengungkapkan bahwa penyelewengan anggaran sering kali terjadi di berbagai tingkatan pemerintahan. “Segala kebocoran, segala penyelewongan, segala manipulasi ya semua tingkatan. Saya kumpulkan pengusaha-pengusaha yang sebagian besar adalah kawan saya sendiri,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia meminta para pengusaha untuk lebih taat pada aturan yang berlaku. “Saya sampaikan, sudahlah, kalian sudah besar, sudah kaya, patuhi peraturan. Kalian pinter-pinter, tapi di Indonesia ini orang pinter itu pinternya pinter mencari peluang, mengatasi peraturan,” tambahnya.
Mewujudkan ‘The New Indonesia’
Salah satu visi utama Prabowo adalah mewujudkan ‘The New Indonesia’ yang bebas dari korupsi. Ia menegaskan bahwa Indonesia harus bersih dari praktik korupsi agar dapat berkembang secara maksimal. “So, kita harus bersihkan ya. Kita harus ada The New Indonesia. The New Indonesia, harus, tidak boleh, tidak boleh ada korupsi,” ujarnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa presiden memiliki rencana jangka panjang untuk mengubah wajah Indonesia melalui reformasi sistemik dan penegakan hukum yang lebih ketat. Ia yakin bahwa hanya dengan cara ini, Indonesia dapat menjadi negara yang lebih adil dan sejahtera.
Komentar dari Tokoh dan Pengamat
Para pengamat politik dan ekonomi memberikan respons terhadap pernyataan Prabowo. Mereka menilai bahwa langkah-langkah yang diambil oleh presiden cukup ambisius, tetapi membutuhkan dukungan luas dari seluruh elemen masyarakat. “Jika pemerintah benar-benar serius, maka perlu ada kebijakan yang transparan dan akuntabel,” ujar seorang analis politik.
Selain itu, banyak pihak berharap agar langkah anti-korupsi ini tidak hanya menjadi retorika, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk kebijakan konkret. “Kita harapkan tidak hanya slogan, tetapi ada tindakan nyata yang bisa dirasakan oleh rakyat,” tambah seorang aktivis antikorupsi.
Tantangan dan Peluang
Meskipun visi Prabowo untuk Indonesia Baru cukup optimistis, beberapa tantangan masih menghadang. Korupsi sering kali tersembunyi dalam struktur birokrasi dan sistem pemerintahan yang kompleks. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama lintas sektor, termasuk kalangan swasta, media, dan masyarakat sipil, untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar