Pengembangan Infrastruktur Air Bersih di Mojokerto, Khofifah Resmikan IPA SPAM Mojolagres
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pengembangan infrastruktur air bersih menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan akses air yang layak. Di Kabupaten Mojokerto, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, resmi meresmikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) SPAM Mojolagres dengan kapasitas 100 liter per detik. Proyek ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan air minum yang aman dan terjangkau.
Penambahan Kapasitas Produksi Air
Pembangunan IPA tambahan berkapasitas 100 liter per detik pada tahun 2025 dilakukan sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan air bersih di wilayah yang dilayani oleh SPAM Mojolagres. Dengan penambahan tersebut, kapasitas produksi air meningkat dari 200 liter per detik menjadi 300 liter per detik. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa semua penduduk dapat mengakses air minum yang cukup dan berkualitas.
Khofifah menjelaskan bahwa pembangunan SPAM Regional Mojolagres telah melalui tahapan panjang dan kolaboratif sejak 2012. Pada tahap awal, Pemerintah Pusat membangun intake, IPA berkapasitas 50 liter per detik, serta pipa jaringan transmisi. Sementara itu, Pemprov Jatim membangun pipa jaringan distribusi utama. Tahap berikutnya dilanjutkan dengan pembangunan IPA berkapasitas 150 liter per detik oleh Pemerintah Pusat, serta pembangunan jaringan distribusi oleh Pemprov dan Pemkab. Proses ini terus diperbarui hingga mencapai kapasitas 300 liter per detik.
Sinergi Lintas Level Pemerintahan
Sinergi antar level pemerintahan menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. SPAM Mojolagres memberikan layanan ke sekitar 100 ribu jiwa penduduk, mencakup wilayah Mojokerto, Lamongan, dan Gresik. Keberadaan fasilitas ini sangat penting dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam pencegahan penyakit yang disebabkan oleh air yang tidak layak konsumsi.
Khofifah menekankan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar sekaligus fondasi utama dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Akses terhadap air yang aman dan bebas kontaminasi berkontribusi langsung terhadap pencegahan penyakit, mendukung tumbuh kembang anak, serta meningkatkan produktivitas masyarakat.
Peran Masyarakat dalam Pengelolaan Fasilitas
Selain itu, Khofifah juga berpesan agar seluruh pihak, termasuk masyarakat, turut menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun. Pengelolaan instalasi dilakukan oleh PT Air Bersih, sementara pendistribusian air ke pelanggan dilakukan oleh PDAM setempat, termasuk PDAM Mojokerto, PDAM Lamongan, serta PDAM Gresik. Ia berharap masyarakat dapat menjaga fasilitas air bersih yang ada, sehingga dapat terus memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Kebutuhan Dasar yang Harus Dipenuhi
Air bersih tidak hanya menjadi kebutuhan fisiologis, tetapi juga menjadi aspek penting dalam membentuk pola hidup bersih dan sehat. Dengan adanya akses air yang layak, masyarakat dapat lebih mudah menjalankan kebiasaan hidup bersih, seperti mencuci tangan, membersihkan lingkungan, dan mempersiapkan makanan secara higienis. Hal ini akan berdampak positif terhadap kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Dalam rangka memperkuat program SPAM, pemerintah juga memberikan bantuan berupa 400 drum aspal kepada Pemkab Mojokerto. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan infrastruktur air bersih dan memastikan keberlanjutan layanan air minum bagi masyarakat.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar