Optimasi Iklan Shopee Dongkrak Penjualan, UMKM Daluxe Catat Lonjakan Order Hingga 10 Kali Lipat
- account_circle Shinta ms
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemanfaatan fitur iklan dan promosi digital secara masif di platform Shopee terbukti mampu menjadi pengungkit pertumbuhan penjualan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Hal tersebut dirasakan langsung oleh Daluxe.id, brand fashion muslimah asal Surabaya yang fokus menjual mukena dan gamis.
Didirikan oleh pasangan suami istri Diyah Ayu Fitri (27) dan Aria Nugraha (30) Daluxe sempat mengalami fase stagnan bahkan vakum sebelum akhirnya bangkit dan mencatat lonjakan penjualan signifikan setelah memaksimalkan fitur iklan Shopee secara konsisten.
Aria Nugraha menceritakan, Daluxe bermula dari usaha kecil sang istri pada 2024. Saat itu, keduanya masih bekerja di perusahaan swasta yang bergerak di bidang online shop. Diyah memiliki latar belakang desain marketing, sementara Aria mendalami digital marketing.
“Istri saya resign karena mau melahirkan. Dari pengalaman kerja sebelumnya, akhirnya muncul ide bikin brand fashion muslimah sendiri. Awalnya kita jual mukena dan gamis dengan stok sangat terbatas, bahkan cuma satu lemari,” ujar Aria.
Dengan keterbatasan stok, tim, dan belum optimalnya fitur promosi, penjualan Daluxe kala itu terbilang minim. Dalam sehari, terkadang hanya satu pesanan, bahkan sering tanpa transaksi sama sekali.
“Kita juga belum konsisten pakai iklan. Kadang pasang, besoknya tidak. Akhirnya karena fokus mengurus anak dan semuanya di-handle sendiri oleh istri, kami memutuskan vakum hampir satu tahun,” ungkapnya.
Momentum kebangkitan Daluxe datang pada Juli 2025, ketika pasangan ini memutuskan melakukan re-launching sekaligus memaksimalkan seluruh fitur promosi yang disediakan Shopee, mulai dari iklan berbayar, pengaturan flash sale, voucher toko, hingga optimalisasi etalase.
“Kuncinya ada di konsistensi iklan. Sejak Juli kami pasang iklan setiap hari, tidak putus. Semua fitur promosi Shopee kami manfaatkan,” kata Aria.
Strategi tersebut diperkuat dengan pembagian peran yang jelas. Diyah fokus pada inovasi produk, desain, dan konten marketing, sementara Aria menangani pengiklanan serta pengaturan fitur promosi di marketplace. Daluxe juga mulai merekrut tim, termasuk host live dan staf packing, guna meningkatkan traffic dan pelayanan toko.
Hasilnya mulai terlihat signifikan. Pada Juli 2025, Daluxe mencatat sekitar 20 pesanan dalam satu bulan. Namun, hanya dalam waktu satu bulan setelah optimasi iklan dilakukan secara penuh, jumlah pesanan melonjak drastis.
“Di bulan Agustus, orderan naik lebih dari 10 kali lipat. Kalau dibandingkan sebelum vakum, hasilnya jauh berbeda. Ini murni karena fitur promosi Shopee dimaksimalkan dan tim sudah mulai terbentuk,” jelasnya.
Saat ini, Daluxe telah memiliki 27 etalase produk, mayoritas mukena, termasuk seri travel dan anak, serta mulai merambah gamis dewasa sebagai produk baru menjelang momentum Lebaran. Seluruh motif diproduksi melalui mitra konveksi dengan sistem eksklusif agar tidak dijual ke brand lain.
Untuk pasar, Daluxe menyasar segmen ibu-ibu muda hingga keluarga dengan daya beli stabil, dengan tren motif sederhana dan warna-warna lembut. Beberapa produk bahkan menjadi best seller, seperti mukena motif 2in1 Aryana dan mukena anak motif cerah.
Diyah Ayu Fitri menambahkan, keputusan untuk fokus penuh membesarkan Daluxe, termasuk resign dari pekerjaan, diambil setelah melihat performa toko yang terus bertumbuh.
“Kalau mau brand sendiri besar, harus all out. Alhamdulillah setelah performanya naik, kami berani ambil keputusan dan menambah tim,” pungkasnya. (sms)
- Penulis: Shinta ms

>
>
>